Cuaca Sumbar

Cuaca Terasa Terik di Sumbar, BMKG Sebut Dipicu Kelembapan Tinggi dan Angin Lemah

Menurutnya, yang membuat masyarakat merasakan suhu lebih panas bukan semata angka suhu udara, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.

Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Fajar Alfaridho Herman
CUACA PANAS- Sejumlah kendaraan melintas di ruas Jalan Adinegor, Kota Padang saat cuaca terik menyelimuti wilayah tersebut, Rabu (29/42026). BMKG mencatat suhu udara di sejumlah daerah di Sumatera Barat mencapai 34–35 derajat Celsius, namun masih dalam kategori normal meski terasa lebih panas akibat kelembapan tinggi dan angin lemah. 

Ringkasan Berita:
  • Suhu panas dirasakan di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
  • BMKG memastikan masih dalam kategori normal.
  • Kenaikan suhu terpantau di wilayah Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, hingga Limapuluh Kota.
  • Faktor masyarakat merasakan suhu lebih panas karena kelembapan udara yang cukup tinggi pada siang hari, periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi suhu panas yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir masih dalam kategori normal.

Koordinator Observasi dan Informasi BMKG Kelas II Stasiun Minangkabau, Yudha Nugraha, mengatakan berdasarkan hasil pengamatan dalam beberapa hari terakhir suhu udara maksimum di beberapa daerah mengalami peningkatan.

“Kenaikan suhu terpantau di wilayah Padang Pariaman, Solok, Kota Padang, hingga Limapuluh Kota dengan rentang suhu berkisar antara 34 hingga 35 derajat Celsius,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Meski demikian, Yudha menegaskan bahwa kondisi tersebut belum tergolong ekstrem.

Baca juga: 3 Bangunan dan 23 Motor Hangus Terbakar di Kantor Bidang PSDK DLH Padang

“Kenaikan ini relatif masih normal, hanya sekitar 1 sampai 2 derajat dari rata-rata suhu biasanya,” jelasnya.

Menurutnya, yang membuat masyarakat merasakan suhu lebih panas bukan semata angka suhu udara, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor lain.

Salah satunya adalah tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi pada siang hari.

“Kelembapan relatif berkisar antara 70 hingga 80 persen, ditambah dengan kondisi angin yang cenderung lemah. Kombinasi ini membuat suhu yang dirasakan tubuh menjadi lebih panas dibandingkan suhu yang terukur,” terangnya.

Baca juga: Cuaca Padang Rabu 29 April 2026 Cerah Berawan, Malam Berpotensi Hujan Ringan

Ia menyebutkan, kondisi tersebut berkaitan dengan indeks kenyamanan tubuh yang dipengaruhi oleh tiga parameter utama, yakni suhu udara, kelembapan, dan kecepatan angin.

Lebih lanjut, Yudha memaparkan beberapa faktor yang memicu kondisi cuaca panas tersebut.

Di antaranya adalah periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, yang menyebabkan kelembapan udara masih cukup tinggi.

Selain itu, pola angin timuran juga berperan dalam mengurangi pertumbuhan awan, khususnya di wilayah barat Bukit Barisan.

“Minimnya pertumbuhan awan menyebabkan tutupan awan menjadi rendah, sehingga radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi dan meningkatkan suhu udara,” katanya.

Baca juga: Agenda Wako Padang Hari Ini, Sambut Kedatangan Menteri Pariwisata hingga Peresmian Festival Literasi

Ia juga menambahkan adanya lapisan inversi yang membuat kondisi atmosfer menjadi stabil, sehingga menghambat terbentuknya awan konvektif.

Meski demikian, kondisi cuaca ini tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Sumatera Barat. BMKG mencatat, pada sore hingga malam hari masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang di beberapa daerah.

“Masyarakat tetap diimbau untuk menjaga kondisi tubuh, menghindari paparan panas berlebih pada siang hari, serta tetap waspada terhadap potensi hujan di waktu sore hingga malam,” tutupnya.(*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved