Dharmasraya

Perdana Digelar, Car Free Day Dharmasraya Langsung Banjir Doorprize dan Cuan UMKM

Kehadiran ribuan orang secara otomatis menggerakkan rantai ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Pemkab Dharmasraya
CFD: Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, yang hadir langsung di lokasi, memandang fenomena ini sebagai jawaban atas dahaga masyarakat akan ruang publik yang representatif, Minggu (19/4/2026). Menurutnya, penyediaan waktu khusus tanpa kendaraan merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga kota. 
Ringkasan Berita:
  • Warga yang memadati kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 1–2 Pulau Punjung dalam gelaran perdana Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD), Minggu (19/4/2026).
  • Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menggarisbawahi dampak ganda dari kegiatan ini terhadap sektor ekonomi kerakyatan
  • Manajemen arus lalu lintas yang baik membuat kegiatan publik ini tidak mengganggu mobilitas logistik nasional secara signifikan

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA-Kesadaran masyarakat akan pentingnya ruang terbuka publik yang sehat kian meningkat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Hal ini terlihat dari tingginya animo ribuan warga yang memadati kawasan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) KM 1–2 Pulau Punjung dalam gelaran perdana Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD), Minggu (19/4/2026).

Sejak pukul 06.00 WIB, ruas jalan yang biasanya didominasi oleh kendaraan logistik dan lintas provinsi tersebut tampak berubah wajah. Kebisingan mesin berganti dengan keriuhan warga yang datang untuk berolahraga, mulai dari berjalan santai, bersepeda, hingga mengikuti senam massal di sepanjang aspal yang steril dari kendaraan bermotor.

Baca juga: Damkar Sijunjung Tangani 74 Kasus Sepanjang Januari-Maret, Mayoritas Non-Kebakaran

Suasana tertib terlihat meski kepadatan massa terus meningkat hingga puncak acara. Keberadaan ruang tanpa polusi ini dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dari berbagai lapisan usia, mulai dari anak-anak yang bermain dengan aman hingga kelompok lansia yang menikmati udara pagi.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani, yang hadir langsung di lokasi, memandang fenomena ini sebagai jawaban atas dahaga masyarakat akan ruang publik yang representatif. Menurutnya, penyediaan waktu khusus tanpa kendaraan merupakan upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga kota.

"Masyarakat memang membutuhkan ruang terbuka dengan udara yang bersih. Hari ini kita rehatkan sejenak kendaraan untuk memberikan kesempatan bagi warga menikmati suasana yang lebih segar dan penuh kebersamaan," ujar Annisa.

Selain aspek kesehatan dan lingkungan, Annisa juga menggarisbawahi dampak ganda dari kegiatan ini terhadap sektor ekonomi kerakyatan. Kehadiran ribuan orang secara otomatis menggerakkan rantai ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menjajakan produk mereka di sekitar lokasi.

Integrasi antara kegiatan olahraga dan bazaar UMKM ini dinilai efektif sebagai strategi pemulihan ekonomi pasca-pandemi yang berkelanjutan. Masyarakat tidak hanya datang untuk beraktivitas fisik, tetapi juga berkontribusi pada pendapatan pedagang lokal yang mengalami peningkatan omzet selama kegiatan berlangsung.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati Leli Arni dan jajaran Forkopimda, menambah kental suasana keakraban antara pemerintah dan konstituennya. Tanpa sekat protokoler yang kaku, para pejabat daerah tersebut tampak berbaur mengikuti rangkaian acara hingga pembagian doorprize bagi warga yang beruntung.

Perspektif sosiologis juga tampak dari testimoni warga yang merasakan perubahan signifikan pada fungsi jalan raya. Bagi sebagian orang tua, CFD bukan sekadar tempat olahraga, melainkan ruang aman bagi edukasi motorik anak yang selama ini terbatas oleh minimnya fasilitas taman bermain.

Rina, seorang warga Pulau Punjung, mengungkapkan rasa syukurnya atas inisiatif ini. Ia menceritakan bagaimana putri kecilnya, Alya , akhirnya bisa merasakan kebebasan bersepeda di jalan raya tanpa rasa khawatir terhadap lalu lalang kendaraan berat yang biasanya mendominasi jalur lintas tersebut.

"Biasanya sulit sekali mencari tempat yang benar-benar aman bagi anak untuk bermain di luar ruang. Hari ini anak saya sangat senang karena bisa leluasa bersepeda tanpa perlu waswas," tutur Rina sembari mengawasi sang anak.

Baca juga: Ribuan Warga Padati Bazaar UMKM dan Konser Musik di Dharmasraya

Dari sisi teknis, penutupan jalur protokol hingga pukul 10.00 WIB ini berlangsung secara terencana dengan dukungan pengamanan dari personel kepolisian dan dinas perhubungan setempat. Manajemen arus lalu lintas yang baik membuat kegiatan publik ini tidak mengganggu mobilitas logistik nasional secara signifikan.

Partisipasi lembaga keuangan seperti Bank Nagari dalam mendukung kegiatan ini juga memperlihatkan adanya kolaborasi lintas sektor yang kuat. Sinergi antara pemerintah, perbankan, dan masyarakat menjadi modal penting bagi keberlangsungan program ruang publik di masa depan.

Keberhasilan gelaran perdana ini menjadi sinyal kuat bagi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya untuk mempertimbangkan CFD sebagai agenda rutin. Dengan konsistensi, kegiatan ini diproyeksikan mampu menjadi katalisator bagi pembentukan gaya hidup sehat sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif di wilayah tersebut.

Pukul 10.00 WIB, seiring dengan dibukanya kembali arus lalu lintas, masyarakat mulai meninggalkan lokasi dengan tertib. Meski berlangsung singkat, kehadiran Car Free Day telah memberikan perspektif baru bagi warga Dharmasraya mengenai pentingnya keseimbangan antara pembangunan infrastruktur jalan dengan kebutuhan ruang bagi manusia.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved