Gempa di Pesisir Selatan

Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pesisir Selatan Sumbar Pagi Ini

Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.28 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,8.

Penulis: Rezi Azwar | Editor: Rezi Azwar
Dokumentasi/BMKG Padang Panjang
GEMPA BUMI- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Kamis (16/4/2026) pagi. Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.28 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,8. 
Ringkasan Berita:
  • Gempa bumi mengguncang wilayah Pesisir Selatan, Sumbar, Kamis (16/4/2026).
  • Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.28 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,8.
  • Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 2.02 LS dan 100.62 BT.

TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan peristiwa gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada Kamis (16/4/2026) pagi.

Berdasarkan data resmi dari BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 09.28 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,8.

Hasil analisis menunjukkan bahwa pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat 2.02 LS dan 100.62 BT.

Secara spesifik, lokasi ini berada pada jarak sekitar 75 kilometer arah Selatan Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Kamis 16 April 2026: Pagi Berpotensi Hujan di Sijunjung dan Dharmasraya

BMKG juga mencatat bahwa gempa ini memiliki kedalaman fokus (hiposenter) sejauh 40 kilometer.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan bangunan maupun laporan signifikan terkait guncangan yang dirasakan oleh warga di daratan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan selalu memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Skala MMI Gempa Bumi

Dalam kejadian gempa selalu diikuti dengan skala MMI.

Skala MMI (Modified mercalli Intensity) adalah satuan untuk mengukur kekuatan gempa.

Skala MMI dibagi menjadi 12 berdasarkan informasi korban selamat dan kerusakan yang terjadi akibat gempa bumi tersebut.

I MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang.

Baca juga: 3 Berita Populer padang: Jaksa Tuntut Hukuman Mati Pengedar Sabu dan Aksi Unjuk Rasa Kematian Karim

II MMI

Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

Baca juga: 4 Berita Populer Sumbar: Polisi Jaga Fly Over Sitinjau Lauik, Cadangan Listrik dan Banjir Pasaman

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

Dan, getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved