Idul Fitri 2026
Gubernur Sumbar Ingatkan Pedagang Tak Mainkan Harga saat Lebaran, Sebut Kunjungan Naik
Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk mendorong sektor pariwisata dan perputaran ekonomi daerah.
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Mahyeldi beri peringatan keras kepada pedagang dan pengelola wisata di Sumbar agar tidak menaikkan harga sepihak.
- Kunjungan pesawat melonjak 12 persen, arus pemudik dan wisatawan ke Ranah Minang tercatat meningkat tajam.
- Ancaman sanksi praktik pungli jadi fokus utama demi menjaga kenyamanan pengunjung selama libur Idulfitri.
- Ekonomi Sumbar berpotensi melejit berkat perputaran uang dari perantau di sektor kuliner dan jasa.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengingatkan kepada pelaku usaha pariwisata agar menjaga harga tiket dan kuliner di Sumbar tetap transparan selama libur Lebaran 1447 Hijriah.
Gubernur menyebut peningkatan jumlah kunjungan selama Lebaran menjadi peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi di Ranah Minang. Hal itu disampaikannya usai pelaksanaan salat Idulfitri, Sabtu (21/3/2026).
“Alhamdulillah, kunjungan meningkat, termasuk dari sektor penerbangan yang naik sekitar 12 persen. Ini tentu menjadi peluang untuk mendorong ekonomi daerah,” ujarnya.
Menurut Mahyeldi, meningkatnya jumlah perantau yang pulang kampung, ditambah libur panjang Lebaran, akan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap kondisi ini mampu memicu pergerakan transaksi di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, kuliner, hingga jasa.
Baca juga: Kunjungan Lebaran 2026 Naik 12 Persen, Mahyeldi Berharap Mampu Mendongkrak Ekonomi Daerah
“Semoga ini menjadi pemicu untuk mendinamisasikan transaksi di Sumatera Barat, sehingga pertumbuhan ekonomi ke depan bisa lebih baik,” katanya.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Sumbar telah meminta seluruh kepala daerah menjaga kualitas destinasi wisata, baik dari sisi kebersihan, kenyamanan, maupun pelayanan kepada pengunjung.
“Pariwisata adalah salah satu andalan kita. Karena itu, hospitality, kebersihan, dan kenyamanan harus dijaga dengan baik,” tegasnya.
Mahyeldi juga mengingatkan para pelaku usaha, termasuk pengelola restoran dan tempat wisata, agar tidak menaikkan harga secara sepihak tanpa informasi yang jelas.
“Kita harapkan tidak ada praktik pungli dan harga yang tidak transparan. Ini penting agar wisatawan merasa nyaman,” ujarnya.
Baca juga: Angka Kecelakaan di Sumbar Turun Saat Lebaran 2026, Kunjungan Wisatawan Justru Naik 12 Persen
Ia menambahkan, peningkatan kunjungan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat citra Sumatera Barat sebagai destinasi unggulan, tidak hanya saat Lebaran, tetapi juga pada momen libur lainnya.
“Kalau ini bisa kita jaga, Sumatera Barat akan tetap menjadi pilihan utama untuk dikunjungi, baik saat Lebaran, akhir tahun, maupun momen wisata lainnya,” tutupnya.(*)
| Padang Diserbu 183 Ribu Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026, Pantai Air Manis Masih Jadi Primadona |
|
|---|
| Main Air Sepuasnya Hanya Rp10.000, Pemandian Lubuk Minturun Jadi Primadona Wisata Murah di Padang |
|
|---|
| Penumpang di BIM Meningkat 4,6 Persen pada Arus Balik Lebaran 2026, Jumlahnya Capai 57.735 Orang |
|
|---|
| Lubuk Minturun Padang Kembali Ramai, Tawarkan Wisata Air Segar dengan Tarif Bersahabat |
|
|---|
| Arus Lalin Tersendat di Simpang MTsN Ganting Padang Panjang, Polisi: Imbas Bus Menanjak Pelan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Gubernur-Sumbar-Mahyeldi-Ansharullah-ok-2132026.jpg)