Sumatera Barat
Jemaah Umrah Madinah Curhat Imbas Perang Israel-AS Lawan Iran, Pesawat Transit Mulai Terkendala
Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang memanas dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Konflik Perang Israel-AS Iran mulai berdampak pada penerbangan internasional, termasuk jemaah umrah asal Indonesia.
- Jemaah di Madinah memastikan ibadah di Masjid Nabawi tetap berjalan normal.
- Penerbangan dengan sistem transit menjadi yang paling terdampak akibat penyesuaian ruang udara.
- Sejumlah jemaah mulai khawatir soal kepastian jadwal kepulangan ke Tanah Air.
- Travel belum menyampaikan perubahan resmi, situasi masih terus dipantau.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Eskalasi perang antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran yang memanas dalam beberapa hari terakhir mulai berdampak pada sektor penerbangan internasional, termasuk bagi jemaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi.
Meski demikian, kondisi di Madinah dilaporkan tetap aman dan aktivitas ibadah berjalan normal.
Salah seorang jemaah umrah asal Indonesia, Elis, yang berangkat dari Jakarta, mengatakan situasi di Madinah hingga saat ini masih kondusif.
“Di Madinah sejauh ini aman,” ujar Elis saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, pelaksanaan ibadah di Masjid Nabawi tetap berlangsung seperti biasa tanpa ada pembatasan.
Baca juga: Pemkab Solok Selatan Kucurkan Rp 4 Miliar, Siswa SMA dan SMK Kini Bisa Sekolah Gratis
“Beribadah masih seperti biasanya,” katanya.
Namun, dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah mulai terasa pada sektor transportasi udara.
Elis menyebut penerbangan dengan sistem transit menjadi yang paling terdampak.
“Yang tidak bisa masuk itu pesawat yang transit. Untuk Saudi Arabia sendiri bisa keluar masuk,” jelasnya.
Ia mengatakan, ketidakpastian jadwal penerbangan menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian jemaah, terutama yang masa tinggalnya atau ibadahnya segera berakhir.
Baca juga: Buka Puasa Bersama Solok Selatan, Bupati Tekankan Gotong Royong Bangun Daerah
“Ada sebagian yang takut nanti pas sudah selesai jadwal umrahnya, izin terbang belum bisa,” ungkap Elis.
Kepastian kepulangan, lanjutnya, sangat bergantung pada kebijakan maskapai dan izin penerbangan yang terdampak situasi keamanan kawasan.
“Tergantung pesawat. Sejauh ini masih bisa, tapi memang ada kekhawatiran,” ujarnya.
Elis juga menyebut hingga kini pihak travel yang memberangkatkannya belum menyampaikan adanya perubahan jadwal secara resmi.
“Kalau travel kami sejauh ini belum ada kasih info perubahan,” katanya.
Seiring memanasnya konflik Israel-AS dan Iran, sejumlah negara di kawasan Timur Tengah dilaporkan melakukan penyesuaian jalur penerbangan dan pengetatan ruang udara sebagai langkah antisipasi keamanan.
Para jemaah pun kini berharap situasi segera mereda agar kepulangan ke Tanah Air dapat berjalan lancar sesuai jadwal.(*)
jemaah umrah Sumbar
Kementerian Haji dan Umrah
travel umrah
Penerbangan Umrah
Konflik Iran Vs Israel
| Gubernur Mahyeldi: Tambang Emas Tradisional Masih Ditoleransi, Penggunaan Alat Berat Harus Ditindak |
|
|---|
| Mahyeldi Dorong Legalisasi Tambang Rakyat, Usulkan 15 Ribu Hektare WPR ke Kementerian ESDM |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Siapkan Skema WFH ASN, Gubernur: Rumah Sakit dan Layanan Publik Tetap Jalan |
|
|---|
| Aturan WFH ASN Tiap Jumat, Pemprov Sumbar Tunggu Surat Resmi dari Pusat |
|
|---|
| Gubernur Mahyeldi Sebut KNKT Rekomendasikan Jalur Sitinjau Lauik Ditutup karena Rawan Kecelakaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/PELAKSANAAN-UMRAH-SejudMeskdsdiasa.jpg)