Prakiraan Cuaca Sumbar

Waspada Awal Puasa Ramadan di Sumbar Diguyur Hujan Lebat, BMKG Beri Peringatan Cuaca Ekstrem

Warga Sumatera Barat (Sumbar) yang mulai menjalankan ibadah puasa pada pekan ke tiga Februari 2026 diminta waspada

|
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
PERINGATAN DINI HUJAN - Hujan di kawasan Masjid Raya Sumatera Barat pada penghujung tahun, Rabu (31/12/2025) malam. Warga Sumatera Barat (Sumbar) yang mulai menjalankan ibadah puasa pada pekan ke tiga Februari 2026 diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda hingga akhir pekan. 

Ringkasan Berita:
  • Awal Ramadan di Sumatera Barat diprediksi diwarnai hujan lebat hingga 21 Februari 2026
  • BMKG sebut penguatan angin monsun dan gelombang atmosfer picu cuaca ekstrem
  • Hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi pada 19 Februari
  • Risiko banjir dan longsor meningkat di wilayah rawan bencana
  • BMKG minta warga pantau info cuaca sebelum beraktivitas

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Warga Sumatera Barat (Sumbar) yang mulai menjalankan ibadah puasa pada pekan ke tiga Februari 2026 diminta waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi melanda hingga akhir pekan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan Sumatera Barat sebagai salah satu wilayah dengan potensi curah hujan paling konsisten.

Fenomena cuaca ekstrem Sumbar ini bertepatan dengan momen awal Ramadan, sehingga masyarakat perlu mengantisipasi gangguan saat beraktivitas di luar rumah.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring munculnya potensi peningkatan curah hujan yang akan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Februari 2026.

Fenomena dinamika atmosfer yang bergerak dinamis memicu pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.

Baca juga: Polresta Padang Siagakan 600 Personel Amankan Ramadan, Titik Rawan Tawuran dan Balap Liar Diawasi

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan hasil analisis terkini bahwa terjadi penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Kondisi ini diperkuat oleh aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026,” kata Andri dikutip dari BMKG Selasa (17/2/2026).

Pada 15 – 16 Februari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatra Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DK Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Memasuki 17 – 18 Februari, potensi tersebut masih membayangi wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DK Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Baca juga: Jadwal Super League Pekan 22: Semen Padang FC Hadapi Mantan Pelatih, Semua Laga Mulai Usai Tarawih

Sedangkan pada 19 Februari wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah Kep. Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Pada tanggal 20-21 Februari potensi masih berlanjut utamanya di wilayah Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

“Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing,” tambah Ida.

BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang berada di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan namun tetap tenang dan menghindari aktivitas di lokasi berisiko, seperti daerah aliran sungai, lereng rawan longsor, serta wilayah yang berpotensi mengalami banjir dan genangan.

Pengguna jasa transportasi, nelayan, operator pelayaran, dan penerbangan juga diharapkan memperhatikan informasi cuaca sebelum beraktivitas guna menjaga keselamatan perjalanan.

Baca juga: Jelang Ramadan 2026, Harga Emas di Padang Masih Tinggi: Rp2.740.000 Juta per Gram

Masyarakat juga dihimbau secara berkala memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, antara lain aplikasi InfoBMKG, laman http://www.bmkg.go.id, serta media sosial @infobmkg yang terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan dan analisis atmosfer terkini.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved