Sumatera Barat
Nagari Ulakan, Pusat Sejarah Islam dan Tradisi Religi di Padang Pariaman
Nagari pesisir ini dikenal luas sebagai pusat pengembangan ajaran Islam dan salah satu lokasi kegiatan religi di Ranah Minang.
Ringkasan Berita:
- Nagari Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, dikenal sebagai pusat pengembangan ajaran Islam di Sumbar.
- Syekh Burhanuddin, ulama abad ke-17, menjadi tokoh penting; makamnya jadi tujuan wisata religi.
- Tradisi Basapa digelar tiap tahun, menarik ribuan peziarah.
- Kuliner khas Ulakan, seperti sala lauak berbahan ikan, menjadi daya tarik wisata.
- Ulakan memiliki lima korong: Gantiang Tangah Padang, Kabun Bungo Pasang, Kampuang Koto, Padang Pauah, Pasa Ulakan.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG PARIAMAN – Nagari Ulakan merupakan salah satu nagari yang berada di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).
Nagari pesisir ini dikenal luas sebagai pusat pengembangan ajaran Islam dan salah satu lokasi kegiatan religi di Ranah Minang.
Identitas Ulakan sebagai nagari religi tidak terlepas dari peran ulama besar Ranah Minang, Syekh Burhanuddin, yang dikenal sebagai penyebar ajaran Islam di wilayah Minangkabau pada abad ke-17.
Baca juga: Profil 4 Nagari Kecamatan Ampek Nagari Agam, Ada Wilayah yang Luasnya Capai 60 Persen Kecamatan
Makam Syekh Burhanuddin yang berada di Ulakan hingga kini menjadi tujuan utama wisata religi.
Setiap tahunnya, ribuan peziarah dari berbagai daerah memadati kawasan tersebut untuk mengikuti Tradisi Basapa, yakni tradisi ziarah yang telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian dari khazanah budaya masyarakat setempat.
Tak hanya dikenal sebagai pusat wisata religi, Nagari Ulakan juga memiliki potensi kuliner khas pesisir yang menarik.
Nagari yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Kota Padang ini menawarkan beragam makanan tradisional.
Salah satu kuliner yang paling ikonik adalah sala lauak. Camilan berbahan dasar ikan yang dicampur tepung dan bumbu khas ini digoreng hingga berwarna keemasan dan menjadi sajian favorit wisatawan yang berkunjung ke Ulakan.
Secara geografis, Nagari Ulakan memiliki luas wilayah sekitar 4,7 kilometer persegi.
Baca juga: Basapa Syattariyah di Ulakan Dibagi Tiga Gelombang, Ratusan Ribu Jamaah Hadir di Padang Pariaman
Meski tidak terlalu luas, struktur pemerintahan nagari ini tertata dengan baik. Nagari Ulakan terdiri dari lima korong.
Di Kabupaten Padang Pariaman, istilah “korong” digunakan sebagai pengganti “jorong”, yang memiliki fungsi sama sebagai unit administratif di bawah pemerintahan nagari.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, lima korong di Nagari Ulakan yakni Gantiang Tangah Padang, Kabun Bungo Pasang, Kampuang Koto, Padang Pauah, dan Pasa Ulakan.
Nagari Ulakan pun terus menjadi salah satu destinasi religi dan budaya yang penting di Sumbar, sekaligus menyimpan potensi ekonomi dari sektor wisata dan kuliner tradisional. (Mg/Rosidatul Arifah).
| Kapolri Mutasi Kapolda Sumbar: Irjen Pol Djati Wiyoto Gantikan Irjen Pol Gatot Tri Suryanta |
|
|---|
| Dukung Kenaikan Status Kanwil KemenHAM Sumbar, Mahyeldi Usul Dinas Khusus Tangani Tanah Ulayat |
|
|---|
| Gubernur Mahyeldi: Tambang Emas Tradisional Masih Ditoleransi, Penggunaan Alat Berat Harus Ditindak |
|
|---|
| Mahyeldi Dorong Legalisasi Tambang Rakyat, Usulkan 15 Ribu Hektare WPR ke Kementerian ESDM |
|
|---|
| Pemprov Sumbar Siapkan Skema WFH ASN, Gubernur: Rumah Sakit dan Layanan Publik Tetap Jalan |
|
|---|