Peringatan Dini BMKG

Peringatan Dini BMKG! Fenomena Bulan Perigee Picu Banjir Rob di Pesisir Sumbar Awal Januari 2026

BMKG mengeluarkan peringatan potensi banjir rob Sumatera Barat yang berpeluang terjadi pada awal Januari 2026.

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com
PERINGATAN BANJIR ROB - Masyarakat di Purus Atas, Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, saat melakukan aktivitas normal setelah dua hari lalu harus membersihkan rumah pasca banjir rob akibat pasang air laut dari sore hingga malam, Selasa (11/11/2025). Terbaru, BMKG mengeluarkan peringatan potensi banjir rob Sumatera Barat yang berpeluang terjadi pada awal Januari 2026. 

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi banjir rob Sumatera Barat yang berpeluang terjadi pada awal Januari 2026.

Fenomena ini dipicu fase perigee dan bulan purnama yang meningkatkan ketinggian maksimum air laut di wilayah pesisir.

Dalam rilis resmi BMKG dikutip Selasa (30/12/2025), banjir rob Sumatera Barat berpotensi terjadi di sejumlah kawasan pesisir, meliputi Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kepulauan Mentawai.

Periode potensi banjir pesisir ini diperkirakan berlangsung pada 2 hingga 6 Januari 2026.

BMKG mencatat banjir rob Sumatera Barat dapat berdampak pada aktivitas masyarakat di sekitar kawasan pesisir. 

Baca juga: Jadwal SIM Keliling Kota Padang Rabu 31 Desember 2025, Ada Dua Titik Pelayanan

Aktivitas yang terdampak meliputi kegiatan di pelabuhan, pemukiman pesisir, serta sektor perikanan dan tambak yang berada di sepanjang garis pantai.

Fenomena pasang maksimum air laut dipicu jarak terdekat bulan ke bumi atau fase perigee pada 2 Januari 2026, yang bertepatan dengan fase bulan purnama pada 3 Januari 2026.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi muka air laut secara signifikan di wilayah pesisir Sumatera Barat.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air laut.

Warga juga diminta menyesuaikan aktivitas di kawasan pantai serta memperhatikan perkembangan informasi cuaca maritim yang diperbarui secara berkala.

Baca juga: Waspada Macet, Perbaikan Jalan di Padang Sibusuk Sijunjung Jadi Titik Kritis Arus Mudik Nataru

Selain banjir tob di Sumatera Barat, kenaikan air laut ini juga mengancam puluhan wilayah pesisir lain di Indonesia seperti Jakarta, Jawa Tengah, hingga Papua Selatan dengan durasi waktu yang berbeda-beda.

Data water level dan prediksi pasang surut menjadi dasar BMKG dalam menetapkan status waspada di wilayah-wilayah tersebut. 

Kondisi ini diprediksi mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan serta aktivitas keseharian di pemukiman pesisir.

Petambak garam dan pelaku perikanan darat juga perlu mewaspadai luapan air laut yang bisa merusak ekosistem tambak mereka

Informasi resmi terkait banjir rob Sumatera Barat dapat diakses melalui laman maritim BMKG, layanan call center BMKG 196, atau kantor BMKG terdekat.

 

BMKG menegaskan pemantauan kondisi pasang surut laut terus dilakukan guna memberikan peringatan dini kepada masyarakat pesisir.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved