Usia Harapan Hidup Bukittinggi Tertinggi di Sumbar, Data BPS 2025 Catat Angka 76,06 Tahun

Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Kota Bukittinggi tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Istimewa/BPS
USIA HARAPAN HIDUP - Ilustrasi usia harapan hidup. Pada tahun 2025, UHH Kota Bukittinggi mencapai 76,06 tahun. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,44 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada pada level 75,62 tahun. 

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Usia Harapan Hidup (UHH) penduduk Kota Bukittinggi tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Sumatera Barat.

Data ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi dalam publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat Kota Bukittinggi 2025 yang dicuplik Selasa (30/2/2025).

Pada tahun 2025, UHH Kota Bukittinggi mencapai 76,06 tahun. Angka tersebut mengalami peningkatan sebesar 0,44 poin dibandingkan tahun 2024 yang berada pada level 75,62 tahun.

Tren peningkatan UHH di Kota Bukittinggi terjadi secara konsisten dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan catatan BPS, pada tahun 2021 UHH Kota Bukittinggi berada di angka 74,70 tahun.

Baca juga: Peringatan Dini Cuaca Sumbar Selasa Siang Ini, Hujan Lebat Berpotensi di 10 Wilayah

Angka ini kemudian meningkat menjadi 75,02 tahun pada 2022, naik kembali menjadi 75,33 tahun pada 2023, dan mencapai 75,62 tahun pada 2024 sebelum menembus 76,06 tahun pada 2025.

Usia Harapan Hidup merupakan indikator yang menggambarkan rata-rata perkiraan lamanya waktu hidup yang akan dijalani seseorang sejak lahir, dengan asumsi kondisi mortalitas pada tahun tertentu tetap berlaku sepanjang hidupnya.

Indikator ini digunakan untuk melihat derajat kesehatan penduduk dan kualitas layanan kesehatan di suatu wilayah.

Dalam laporan BPS, peningkatan UHH di Kota Bukittinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya perbaikan kualitas dan akses layanan kesehatan, kondisi sosial ekonomi masyarakat, serta perilaku hidup sehat yang semakin meluas.

Infrastruktur kesehatan yang lebih baik dan kemudahan akses terhadap fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi bagian dari faktor pendukung peningkatan UHH.

Baca juga: Biaya Hidup di Padang 2025: Satu Orang Habiskan Rp2 Juta/Bulan, Belanja Non-Makanan Paling Dominan

Selain itu, BPS mencatat bahwa data UHH dihitung berdasarkan informasi Anak Lahir Hidup (ALH) dan Anak Masih Hidup (AMH).

UHH dipandang sebagai gambaran akhir dari keberhasilan berbagai program pembangunan di bidang kesehatan.

Tingginya UHH di Kota Bukittinggi juga berjalan seiring dengan kondisi angka kesakitan penduduk.

Pada tahun 2025, persentase penduduk yang mengalami keluhan kesehatan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari tercatat sebesar 14,46 persen. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berada pada level 13,98 persen.

Dilihat berdasarkan jenis kelamin, angka kesakitan penduduk perempuan tercatat lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Baca juga: Jadwal Semarak HUT ke-22 Kabupaten Solok Selatan, Ada Fashion Show Baju Adat hingga Tabligh Akbar

Pada tahun 2025, angka kesakitan perempuan mencapai 14,82 persen, sedangkan laki-laki sebesar 14,08 persen.

Dalam aspek kesehatan ibu dan anak, BPS juga mencatat bahwa seluruh persalinan di Kota Bukittinggi pada tahun 2025 ditolong oleh tenaga kesehatan.

Dari total persalinan, 59,68 persen ditolong oleh dokter dan 38,63 persen oleh bidan. Tidak terdapat persalinan yang ditolong oleh non-tenaga kesehatan.

Dari sisi fasilitas tempat melahirkan, sebanyak 64,16 persen perempuan melahirkan di rumah sakit, sementara 22,35 persen melahirkan di tempat praktik tenaga kesehatan.

Secara keseluruhan, data BPS menunjukkan bahwa peningkatan Usia Harapan Hidup di Kota Bukittinggi berlangsung seiring dengan perbaikan indikator kesehatan dan akses layanan kesehatan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved