Kabupaten Dharmasraya
Refleksi 22 Tahun Dharmasraya, Pemkab Fokus Rawat Harmonisasi Antaretnik dan Nilai Religius
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersiap menyambut hari jadinya yang ke-22 dengan kemeriahan
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersiap menyambut hari jadinya yang ke-22 dengan kemeriahan yang kental akan nuansa keberagaman.
Salah satu agenda utamanya adalah gelaran Festival Budaya Nusantara yang akan dipusatkan di Lapangan Matador, Koto Baru, pada 4 Januari 2026 mendatang.
Festival ini bukan sekadar perayaan biasa, melainkan panggung bagi empat etnik besar yang mendiami Bumi Mekar Sembah Sujud, yakni Minangkabau, Jawa, Sunda, dan Batak.
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Jasman menegaskan bahwa festival ini merupakan cermin nyata dari harmonisasi multikultural di Dharmasraya.
"Pemerintah daerah ingin menghadirkan ruang kebersamaan. Kami ingin memperkuat toleransi dan merawat keberagaman ini sebagai modal sosial utama dalam pembangunan daerah," ungkapnya dilansir resmi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Hari Ini Selasa, 30 Desember 2025: Hujan Petir Melanda Dharmasraya
Tak hanya soal seni budaya, perayaan HUT ke-22 ini juga mengombinasikan aktivitas fisik dan spiritual.
Berikut adalah rangkaian agenda pentingnya:
4 Januari 2026 (Pagi): Jalan Santai di Koto Baru sebagai ajang silaturahmi warga.
4 Januari 2026 (Sore/Malam): Zikir dan Doa Bersama di Masjid Agung Dharmasraya untuk memohon keberkahan daerah.
7 Januari 2026 (Siang): Festival Nasyid yang akan berlangsung di Pulau Punjung.
7 Januari 2026 (Malam): Puncak acara berupa "Muhasabah Suka dan Duka".
Baca juga: Tak Ada Pesta Tahun Baru 2026 di Bukittinggi, Wali Kota Terbitkan Surat Edaran Peringatan Nataru
Puncak peringatan pada 7 Januari malam di Halaman Kantor Bupati Dharmasraya diprediksi akan menyedot ribuan massa. Pasalnya, Pemkab menghadirkan penyanyi religi legendaris Haddad Alwi serta penceramah kondang Ustadz Riza Muhammad.
Acara bertajuk "Muhasabah Suka dan Duka" ini dirancang sebagai momentum refleksi bagi masyarakat dan pemerintah atas perjalanan kabupaten selama 22 tahun terakhir.
Bagi masyarakat Dharmasraya dan sekitarnya, rangkaian acara ini terbuka untuk umum dan diharapkan menjadi sarana hiburan sekaligus pemersatu lintas etnis di Sumatera Barat.
"Kami berharap melalui rangkaian HUT ini, semangat kebersamaan, harmoni sosial, dan nilai-nilai religiusitas masyarakat kita semakin menguat," tutup Jasman. (*)
| Bupati Dharmasraya Lobi Pemprov Sumbar, Dana Rehab Jalan Provinsi Rp4,6 Miliar Disiapkan 2026 |
|
|---|
| Haddad Alwi dan Ustadz Riza Muhammad Bakal Hadir di HUT ke-22 Dharmasraya |
|
|---|
| Gebrakan Nikahpedia di Dharmasraya, Pasutri Baru Langsung Kantongi 9 Dokumen Usai Akad Nikah |
|
|---|
| Bupati dan Wakil Bupati Hadiri HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan Dharmasraya |
|
|---|
| Pengurus Baru DPD LPM Dharmasraya Periode 2025–2030 Dikukuhkan, Ketua Yulius Monti Lobiah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/FESTIVAL-Pemerintah-Kabupfddd.jpg)