4 Daerah di Sumatera Barat yang Tak Punya Kebun Sawit, Cek Mana Saja?

Sumatera Barat dikenal sebagai salah satu lumbung sawit di Indonesia, hampir semua kabupaten kota di Sumbar punya kebun sawit.

Tayang:
Penulis: Rahmadisuardi | Editor: Rahmadi
Istimewa/Kompas.com
KELAPA SAWIT SUMBAR - Ilustrasi kebun sawit. Di tengah masifnya pembukaan lahan sawit di Pasaman Barat atau Dharmasraya, ada 4 daerah di Sumatera Barat yang tercatat memiliki nol hektar alias tidak punya perkebunan kelapa sawit rakyat sama sekali. 

Alasan Mengapa Tidak Ada Sawit? Selain faktor luas lahan yang terbatas di area perkotaan, faktor geografis dan kesesuaian lahan menjadi alasan utama.

Daerah seperti Bukittinggi dan Padang Panjang berada di dataran tinggi yang secara teknis tidak ideal untuk produktivitas kelapa sawit yang lebih maksimal di dataran rendah.

Meskipun tanpa sawit, daerah-daerah ini tetap menjadi penopang ekonomi Sumbar lewat sektor lain seperti pariwisata, pendidikan, dan pusat kuliner.

Berikut adalah daftar lengkap luas kebun sawit rakyat di Sumatera Barat menurut data BPS 2024 (angka sementara) yang dirangkum TribunPadang.com:

Daftar Luas Kebun Sawit di Sumatera Barat per Kabupaten/Kota:

  1. Pasaman Barat: 127.429,00 Ha
  2. Pesisir Selatan: 43.358,80 Ha
  3. Dharmasraya: 34.339,79 Ha
  4. Agam: 19.870,00 Ha
  5. Sijunjung: 10.754,75 Ha
  6. Solok Selatan: 10.028,00 Ha
  7. Pasaman: 5.441,60 Ha
  8. Lima Puluh Kota: 3.640,25 Ha
  9. Padang Pariaman: 1.201,00 Ha
  10. Kota Sawah Lunto: 138,90 Ha
  11. Kota Pariaman: 55,80 Ha
  12. Kota Padang: 24,12 Ha
  13. Tanah Datar: 23,00 Ha
  14. Solok: 18,50 Ha
  15. Kota Solok: 6,00 Ha

Baca juga: Harga Emas Antam Turun Rp 9.000 Hari Ini, Harga per Gram di Angka Rp 2.596.000

Sementara itu, beberapa wilayah seperti Kepulauan Mentawai, Kota Padang Panjang, Bukittinggi, dan Payakumbuh tercatat belum memiliki areal perkebunan sawit rakyat yang signifikan.

Tingginya angka luasan lahan di wilayah seperti Pasaman Barat dan Dharmasraya menunjukkan bahwa komoditas ini menjadi tulang punggung ekonomi bagi masyarakat setempat.

Selain menyerap banyak tenaga kerja, industri sawit juga mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar wilayah perkebunan.

Pemerintah daerah pun terus berupaya meningkatkan tata kelola perkebunan agar produktivitas sdm dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga.

Bagi para petani, memantau data luasan dan perkembangan harga TBS (Tandan Buah Segar) secara berkala menjadi kunci dalam menjaga kestabilan pendapatan mereka.(*)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved