Banjir Bandang di Agam
Akses Terputus, Relawan Gendong Bantuan Masuk ke Subarang Aie Agam yang Masih Terisolir
Pasokan bantuan untuk korban bencana di Jorong Subarang Aie, Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Mona Triana
Ringkasan Berita:
- Relawan terus menyalurkan bantuan ke Subarang Aie yang masih terisolir akibat banjir bandang sejak 27 November 2025.
- Bantuan harus digendong dan ditandu karena akses ke lokasi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki melalui medan berat dan jembatan darurat.
- Jalur utama masih tertutup lumpur dan batu besar, sehingga warga harus memutar jauh melewati lintasan berbatu dan licin.
- Meski terisolir, warga masih bertahan dengan stok pangan hasil panen, sementara alat berat terus bekerja membuka akses.
TRIBUNPADANG.COM, AGAM – Pasokan bantuan untuk korban bencana di Jorong Subarang Aie, Nagari Salareh Air Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, terus disalurkan oleh relawan gabungan.
Hingga Rabu (3/12/2025), kawasan tersebut masih terisolir akibat banjir bandang yang menerjang pada Kamis sore (27/11/2025).
Pantauan TribunPadang.com di lokasi, para relawan terpaksa mengangkut bantuan berupa sembako dan pakaian dengan cara digendong dan ditandu oleh dua hingga tiga orang.
Baca juga: Jenazah Pria Ditemukan di Subarang Aia, Korban Baru Banjir Bandang Salareh Aia Timur Agam
Pasalnya, akses menuju lokasi hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Jorong terdekat, yakni Koto Alam.
Medan menuju Subarang Aie sangat berat. Relawan dan warga harus melalui lintasan berbatu besar, lumpur, serta jembatan darurat berupa batang pohon pinang yang kecil dan licin.
Untuk menyeberang, warga sampai harus berpegangan pada tali penyangga. Jembatan darurat ini menjadi satu-satunya akses sementara yang bisa digunakan.
Waktu tempuh ke jorong itu kini mencapai sekitar 25 menit berjalan kaki. Padahal sebelumnya, warga hanya butuh dua menit dengan kendaraan atau lima menit berjalan kaki untuk sampai ke lokasi.
Baca juga: 40 Warga Subarang Aie Agam Ditemukan Meninggal, Total 62 Dilaporkan Hilang Akibat Banjir Bandang
Kondisi ini terjadi karena jalur utama masih tertutup lumpur tebal.
Warga pun harus memutar cukup jauh, mencari pijakan batu-batu besar untuk bisa melintas.
Dua alat berat masih bekerja siang malam untuk memindahkan batu besar dan menutup genangan lumpur agar jalur bisa dilalui kembali.
Wali Jorong Subarang Aie, Herlan, menyebut hingga kini kampungnya belum bisa dijangkau kendaraan sama sekali.
Baca juga: Salurkan Bantuan ke Jorong Subarang Aia Agam, Warga Meniti Jembatan Darurat dari Batang Pinang
“Sampai saat ini kampung kami masih terisolir. Akses dari Koto Alam terputus akibat jembatan rusak, sementara jalan dari arah Batung Kambing (Lubuk Basung) tertutup longsor,” ujarnya.
Meski begitu, Herlan menuturkan masyarakat masih mampu bertahan karena sebagian besar merupakan petani dan memiliki cadangan pangan.
“Karena daerah kami mayoritas petani padi, masyarakat bertahan dengan sisa hasil panen itu,” ungkapnya.
Hingga siang tadi, pantauan TribunPadang.com menunjukkan bantuan terus berdatangan ke wilayah terdampak, meski dengan upaya ekstra dari relawan di lapangan.
| Pengungsi Banjir Bandang di Palembayan, Agam Mulai Terserang Demam, Flu dan Penyakit Kulit |
|
|---|
| Percepatan Pembersihan Material & Pencarian, Catat Skema Jam Operasional Akses Jalan ke Salareh Aie |
|
|---|
| Tiga Korban Banjir Bandang di Malalak Timur Kembali Ditemukan, Total Korban Kini Menjadi 10 Orang |
|
|---|
| Ratusan Pengungsi Banjir Bandang di Malalak Agam Terisolir Akibat Jalan Penghubung Putus |
|
|---|
| Tujuh Warga Tewas Akibat Banjir Bandang di Malalak Timur Agam, Sementara Sembilan Masih Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/BANJIR-BANDANG-DI-AGAM-Relawan-mengangkut-bantuan-secara-ditandu.jpg)