Longsor di Lembah Anai

Update Jalan Putus Sicincin-Padang Panjang Ditarget Rampung Jelang Libur Nataru

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar akan kembut perbaikan jalan Sicincin-Padang Panjang yang putus akibat cuaca ekstrem j

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Emil Mahmud
Padang.tribunnews.com/Rahmat Panji
PERBAIKAN JALAN RUSAK - PPK 1.1 BPJN Sumbar Noor Arias Syamsu, mengatakan ruas jalan yang terdampak akibat cuaca ekstrem di ruas Sicincin-Padang Panjang ada enam titik, dengan kerusakan yang variatif. Ia menerangkan, jalan nasional yang rusak parah atau amblas berada di KM 63+500 atau kerap disebut mega mendung oleh masyarakat setempat. 

TRIBUNPADANG.COM, TANAH DATAR - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar akan kembut perbaikan jalan Sicincin-Padang Panjang yang putus akibat cuaca ekstrem jelang libur natal dan tahun baru atau Nataru.

PPK 1.1 BPJN Sumbar Noor Arias Syamsu, mengatakan ruas jalan yang terdampak akibat cuaca ekstrem di ruas Sicincin-Padang Panjang ada enam titik, dengan kerusakan yang variatif.

Ia menerangkan, jalan nasional yang rusak parah atau amblas berada di KM 63+500 atau kerap disebut mega mendung oleh masyarakat setempat.

Di KM 63+500 jalan amblas sepanjang 150 meter dengan kedalman 3,5 meter sampai 4 meter.

“Jalan di KM 63 ini amblas sekira dini hari Jumat (28/11/2025). Awalnya bahu jalan tergerus sejak sore Kamis (27/11/2025), akibat kenaikan debit air lembah anai,” ujar Noor Arias Syamsu yang akrab disapa Aris, ditemui, Jumat (28/11/2025).

Ruas jalan lain yang mengalami kerusakan berada di KM 64+500, kondisi ruas jalan tersebut amblas setengah sepanjang 20 meter.

Kedalaman jalan amblas tersebut mencapai 6 meter hingga 7 meter.

“Kondisinya di KM 64, kalau debit air kembali tinggi bisa amblas keseluruhan nantinya,” ujar Aris.

Sehingga, menurutnya ruas itu harus segera diperbaki karena terancam putus total.

Selain dua ruas jalan yang berkategori rusak parah, ada pula empat titik jalan lagi yang mengalami kerusakan dengan status ringan dan sedang.

Rinciannya dua titik bahu jalan amblas ke sungai termasuk di Silaiang Kariang dan dua titik ada keretakan di badan jalan yang berpotensi amblas.

Baca juga: Operasi Terpadu Kemanusiaan di Sumatera Kerahkan 4.000 Prajurit TNI

“Melihat situasi dan jumlah kerusakan kita butuh waktu panjang untuk memperbaiki ruas jalan ini,” ujarnya. 

Kendati demikian pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan dengan cepat, supaya jalan bisa digunakkan untuk libur nataru.

Pihaknya menargetkan pengerjaan di KM 63+500 kawasan mega mendung akan rampung dalam tujuh hari ke depan.

Pengerjaan bisa berjalan tepat waktu bahkan lebih cepat dengan catatan debit air dan cuaca tidak terlalu ekstrem.

Selain itu, pihaknya berharap agar antusias masyarakat untuk melihat akses jalan bisa ditahan terlebih dahulu karena menggangu proses pengerjaan.

“Beri kami waktu dan kepercayaan, supaya kami bisa melakukan pekerjaan dengan cepat dan efektif,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Jalan amblas di Mega Mendung, Silaiang, Tanah Datar, Sumbar menjadi wisata bencana bagi sejumlah masyarakat, Jumat (28/11/2025).

Jalan amblas yang terjadi pada dini hari tadi, sejatinya sudah menjadi konsumsi publik melalui pemberitaan di media sosial pemerintah dan juga media mainstream.

BANJIR BANDANG- Penampakan alat berat di lokasi banjir bandang yang melanda kawasan Jembatan Kembar, elurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025).
BANJIR BANDANG- Penampakan alat berat di lokasi banjir bandang yang melanda kawasan Jembatan Kembar, elurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Jumat (28/11/2025). (Dokumentasi/Polres Padang Panjang)

Baca juga: Update Data Korban Bencana di Sumbar, BPBD: 61 Orang Meninggal dan 90 Hilang

Penyebab Jalan Amblas

Jalan ini diketahui amblas akibat cuaca ekstrem yang melanda daerah tersebut, sehingga membuat debit air meningkat dan menggerus badan jalan.

Amblasnya jalan ini, membuat kendaraan rida dua, roda empat hingga pejalan kaki tidak bisa melintas untuk sementara waktu.

Bahkan di dekat Anai Land (pemandian malibo anai) sudah diberi penanda bahwa jalan tidak bisa dilalui.

Hanya saja masyarakat dari Kota Pariaman hingga Padang Pariaman tetap datang ke lokasi untuk melihat langsung peristiwa tersebut.

Kebanyakan masyarakat yang datang membawa pasangan, bahkan keluarganya (termasuk anak) untuk melihat kondisi jalan.

Beberapa masyarakat juga dengan senang hati menerobos pembatas terakhir yang dipasang petugas agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Beberapa diantaranya, menyebut datang hanya untuk sekedar mengambil gambar untuk media sosial dan memastikan situasi.

Pilihan masyarakat ini ternilai berani, mengingat pembatas terakhir yang berjarak 50 meter dari ruas jalan amblas, sudah berlobang pada bagian bawah jalan.

Namun, mereka tidak segan untuk tetap sekedar mengambil video potrait atau bahkan berswafoto dengan jarak dua mter dari lokasi jalan putus.

PPK 1.1 Balai Pelaksanaan Jalan Nasional) Sumbar Noor Arias Syamsu, sangat menyayangkan antusias masyarakat ini.

Hal ini ia sampaikan mengingatbkondisi cuaca ekstrem masih terjadi di daerah tersebut, persentase jalan amblas masih terbuka lebar.

Ia takut nanti antusiasnya masyarakat ini justru menghadirkan korban jiwa, terlebih ada masyarakat yang datang membawa keluarga dan anak.

Ia menilai kehadiran warga di lokasi membuat proses pengerjaan terganggu, padahal per hari ini sejumlah alat berat dan material pembangunan akan dipasok ke lokasi.

“Kalau masyarakat ramai seperti ini, susah para pengendara untuk melintas. Sedangkan kondisi jalan masih licin, nanti ada gangguan kendaraan bisa membahayakan masyarakat yang tidak berkepentingan,” ujarnya.

Ia berharap agar masyarakat bisa bekerjasama dalam persoalan ini, agar pekerjaan bisa berjalan dengan lancar.

“Insyaallah jika masyarakat bisa memberi kepercayaan pada kami proses perbaikan akan kami lakukan secepat dan sebaik mungkin,” ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved