China Masters 2025
Hari Ini Perempat Final China Masters 2025 -Momentum Revans Fajar/Fikri Terhadap Goh/Izzuddin
Wakil Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri patut mewaspadai Wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada perempat final
TRIBUNPADANG.COM, SHENZHEN - Wakil Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri patut mewaspadai Wakil Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin pada perempat final China Masters 2025.
Dijadwalkan duel delapan besar antara Goh/Izzuddin vs Fajar/Fikri akan tersaji di fase delapan besar di Shenzhen Arena, Shenzhen, China, Jumat (19/9/2025) hari ini.
Dari sisi Fajar/Fikri, laga tersebut akan beraroma balas dendam menyusul pernah takluk di turnamen terdahulu.
Sebelumnya, Fajar/Fikri pernah dikalahkan Goh/Izzuddin pada turnamen debut di Japan Open 2025 beberapa bulan lalu.
Sementara dari sisi Goh/Izzuddin, mereka juga tak sepenuhnya bisa leluasa menatap laga tersebut dengan santai.
Kepercayaan diri Goh/Izzuddin sedang diuji semenjak progres penampilan mereka menukik dalam beberapa turnamen terakhir.
Sorotan tajam publik Neger Jiran hingga pengamat Malaysia mulai mengarah pada ganda independen itu seiring penampilan yang terus menurun.
Baca juga: Update Fajar/Fikri Lewati Babak 16 besar China Masters 2025, Gagalkan Misi Revans Liang/Wang
Di babak awal China Masters 2025 lalu pun, Goh/Izzuddin nyaris digoyahkan debut kombinasi baru Indonesia, Muhammad Rian Ardianto/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.
Diakui Izzuddin, mereka benar memang sedang dalam fase yang turun.
"Kekalahan di Kejuaraan Dunia sedikit mempengaruhi kami," kata Izzuddin yang bersama Goh mengalahkan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Taiwan) di 16 besar, dikutip Bolasport dari New Straits Times.
"Tetapi kami berusaha belajar dari kesalahan tersebut."
"Kami memang sedang kesulitan di beberapa turnamen terakhir tetapi kami terus berupaya untuk membangun kembali kepercayaan diri kami. Ini kemenangan yang bagus dan mari kita lihat nanti selanjutnya bagaimana," tandasnya.
Kemenangan Goh/Izzuddin atas Lee/Yang didapat dengan skor yang diwarnai setting.
Mereka nyaris dipaksa rubber game saat terkejar dsri unggul match point 20-17 sebelum akhirnya menuntaskan laga dengan skor akhir 21-16, 22-20.
"Kami terlalu berpikir banyak di poin krusial dan terlalu memikirkan untuk berpegang pada taktik rencana permainan kami, jadi kami malah ragu-ragu dengan pukulan kami," jelas Goh Sze Fei.
"Dibandingkan dengan di Paris (Kejuaraan Dunia), kami lebih sabar menjelang akhir game dan berhasil mengendalikan tekanan," ujar dia.
Upaya Goh/Izzuddin yang sedang mencoba mengembalikan kepercayaan diri mereka patut diwaspadai Fajar/Fikri.
Pada pertemuan terakhir, duet anyar Indonesia itu kalah juga diselingi skor setting yang intens, 13-21, 21-17, 20-22.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Ciamik-Benar.jpg)