Dampak Rupiah Melemah
Hadapi Pelemahan Rupiah, Pemko Padang Awasi Distribusi Bahan Pokok untuk Cegah Lonjakan Harga
Pemerintah Kota Padang memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
Ringkasan Berita:
- Pemko Padang gandeng distributor untuk menjaga harga bahan pokok tetap terkendali.
- Pelemahan rupiah mulai terasa, tetapi harga di pasar masih dinilai terkendali.
- Pasar Raya Padang menjadi fokus pengawasan distribusi kebutuhan masyarakat.
- Dinas Perdagangan terus memantau pergerakan harga cabai, bawang, dan daging.
- Operasi pasar dan pasar murah siap digelar jika harga melonjak tajam.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Kota Padang memperkuat koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menekan inflasi sekaligus memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia di pasar-pasar Kota Padang.
Pemerintah menilai kelancaran distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga harga tetap terkendali.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, mengakui pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi harga sejumlah bahan pokok di Kota Padang.
Meski demikian, ia menegaskan kenaikan harga yang terjadi masih dalam kategori fluktuatif dan belum berdampak signifikan terhadap stabilitas harga kebutuhan masyarakat.
Baca juga: Harga Oli dan Suku Cadang Naik, Bengkel di Padang Tetap Ramai Pelanggan
"Dampaknya ada, tetapi kenaikan harga masih fluktuatif di pasaran," kata Fizlan Setiawan kepada TribunPadang.com, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir, di antaranya cabai, bawang, dan daging. Namun, kenaikan tersebut masih berada dalam batas harga yang dianggap wajar.
"Untuk dampak yang signifikan memang tidak terlalu. Tetapi ada peningkatan harga pada beberapa bahan pokok seperti cabai, bawang, dan daging. Namun ini masih dalam batas standar harga bahan pokok," jelasnya.
Fizlan mencontohkan harga suatu komoditas yang hari ini berada di angka Rp45 ribu per kilogram dapat naik menjadi Rp47 ribu per kilogram pada hari berikutnya.
Menurutnya, kondisi tersebut masih tergolong fluktuasi harga yang lazim terjadi di pasaran.
Baca juga: PT Semen Padang Kenalkan Sepablock untuk Huntap BNPB di Padang Panjang
Karena itu, Dinas Perdagangan Kota Padang terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap perkembangan harga bahan pokok agar tidak mengalami lonjakan yang berlebihan.
Selain melakukan pengawasan harga, Pemerintah Kota Padang juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas harga di tengah pelemahan nilai tukar rupiah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam distribusi kebutuhan pokok.
"Untuk menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi di Kota Padang, kami selalu berkoordinasi dengan stakeholder, termasuk distributor yang memasok barang ke Pasar Raya Padang dan pasar-pasar lainnya di Kota Padang," ujarnya.
Lebih lanjut, Fizlan mengatakan pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah lanjutan apabila terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali.
Baca juga: Pelemahan Rupiah Pengaruhi Harga Bahan Pokok, Disdag Padang: Jika Tak Terkendali, Kita Operasi Pasar
Menurutnya, operasi pasar dan pasar murah akan digelar jika harga bahan pokok mengalami kenaikan yang signifikan.
"Jika terjadi kenaikan yang sangat signifikan dan harga tidak bisa dikendalikan, maka kami akan melakukan operasi pasar dan pasar murah," tutupnya. (*)
| Harga Oli dan Suku Cadang Naik, Bengkel di Padang Tetap Ramai Pelanggan |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Pengaruhi Harga Bahan Pokok, Disdag Padang: Jika Tak Terkendali, Kita Operasi Pasar |
|
|---|
| Harga Sparepart dan Pelumas Naik, Warga Kuranji Padang Tetap Servis Motor: Takut Tambah Rusak |
|
|---|
| Harga MinyaKita Melonjak Rp18.000 di Pasar Pagi Lubuk Lintah Padang, Pedagang: Modal Juga Naik |
|
|---|
| Harga Oli Motor di Padang Naik Rp70.000, Pemilik Bengkel Siasati Harga Jasa agar Pelanggan Tak Kabur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/harga-minyak-kita-di-padang-962026.jpg)