Dampak Rupiah Melemah

Dampak Rupiah Melemah: Harga Oli di Padang Naik hingga Rp15 Ribu per Botol, Konsumen Mengeluh

"Sekarang harga oli sudah naik. Semua merek oli rata-rata mengalami kenaikan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per botolnya," ujar Didid.

Tayang:
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia
HARGA OLI- Salah satu bengkel yang menjual oli kendaraan di Kawasan Anduriang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (9/6/2026). Di Kota Padang, Sumatera Barat, harga oli dan berbagai suku cadang kendaraan bermotor dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan. 

Ringkasan Berita:
  • Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak nyata pada sektor usaha mikro.
  • Di Kota Padang, Sumatera Barat, harga oli dan berbagai suku cadang kendaraan bermotor dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
  • Semua merek oli rata-rata mengalami kenaikan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per botolnya.
  • Harga oli kini berada pada rentang harga Rp65.000 hingga Rp70.000 per botol.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir mulai berdampak nyata pada sektor usaha mikro. Di Kota Padang, Sumatera Barat, harga oli dan berbagai suku cadang kendaraan bermotor dilaporkan mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kondisi ini praktis dikeluhkan oleh para pelaku usaha perbengkelan di Kota Bingkuang tersebut. 

Pasalnya, lonjakan harga modal memaksa mereka memutar otak agar bisnis tetap berjalan tanpa kehilangan pelanggan setia.

Salah satu pemilik bengkel di Kawasan Anduriang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Didid membenarkan adanya fenomena kenaikan harga tersebut.

Baca juga: 3.700 Rider Trail dari Sumatra hingga Jawa Jajal Jalur Ekstrem Jelabar Chapter 3 di Solok Selatan

Saat ditemui di bengkelnya pada Selasa (9/6/2026), Didid mengungkapkan bahwa hampir seluruh merek pelumas kendaraan mengalami penyesuaian harga.

Menurutnya, kenaikan harga oli terjadi secara merata. Tidak tanggung-tanggung, lonjakan harga per botolnya berada di kisaran belasan ribu rupiah.

"Sekarang harga oli sudah naik. Semua merek oli rata-rata mengalami kenaikan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per botolnya," ujar Didid.

Oli yang biasanya bisa dibawa pulang konsumen dengan harga Rp50.000, kini mau tidak mau harus ditebus dengan merogoh kocek lebih dalam.

"Biasanya oli yang harganya Rp 50.000, sekarang sudah naik menjadi Rp65.000 atau bahkan Rp70.000 per botol," imbuhnya sembari memperlihatkan stok oli di etalase bengkelnya.

Siasat Bengkel Agar Pelanggan Tak Kabur

Menyikapi situasi yang dilematis ini, Didid mengaku tidak bisa langsung menaikkan tarif jasa servis secara ugal-ugalan. 

Ia memilih untuk melihat situasi dan kondisi pasar terlebih dahulu agar para pelanggan tidak lari ke bengkel kompetitor.

Dirinya memilih untuk tetap fleksibel dan memberikan kelonggaran harga jika ada konsumen yang menawar jasa servis berkala. Langkah ini diambil demi menjaga loyalitas pelanggan di tengah masa sulit.

"Untuk penyesuaian harga, kami cek situasi dulu. Takutnya pelanggan nanti malah lari kalau harga servis langsung dinaikkan tinggi," jelas Didid.

Baca juga: Niat Jemput Warga Sakit, Longboat Dihantam Ombak di Mentawai: Dua Orang Selamat, Satu Masih Hilang

Ia mencontohkan, jika tarif normal jasa servis motor berada di angka Rp55.000, dirinya tidak keberatan jika konsumen meminta potongan harga sedikit. 

Keringanan tersebut dinilai sebagai bentuk subsidi silang agar roda usahanya tetap berputar.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved