Banjir di Padang

Rumah Rusak Dua Kali Diterjang Banjir di Padang, Amidar Berharap Ada Bantuan Perbaikan

Warga Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Amidar (60), mengharapkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat menerjangnya

Tayang:
Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: Rahmadi
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
BANTUAN KORBAN BANJIR - Amidar (60), warga RT 02/RW 06, Kelurahan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menceritakan pengalamannya saat banjir bercampur lumpur menerjang rumahnya pada Kamis (21/5/2026) malam. Amidar menceritakan bahwa air masuk ke dalam kamar seketika ia merebahkan badan di kasur setelah seharian bekerja di sawah milik warga. 

Ringkasan Berita:
  • Lansia di Kuranji panik saat air lumpur masuk ke kamar tengah malam.
  • Cucu sempat ajak mengungsi, tapi korban memilih bertahan di rumah.
  • Dentuman keras terdengar saat banjir merendam permukiman warga.
  • Rumah dan sawah warga di Kampung Guo dipenuhi lumpur banjir.
  • Korban mengaku trauma, banjir besar kembali datang dalam waktu dekat.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Warga Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Amidar (60), mengharapkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang rusak akibat menerjangnya bencana banjir Padang pada Kamis (21/5/2026) malam.

Luapan air merusak bangunan tempat tinggal yang ia huni bersama anak dan cucunya tersebut.

Amidar berjalan perlahan di antara tumpukan lumpur sisa banjir Padang saat menerima kedatangan TribunPadang.com pada Jumat (22/5/2026).

Pakaian lusuh dan kaki yang penuh lumpur menandai kondisi pascabanjir yang melanda rumah sederhananya di RT 02/RW 06.

Rumah sederhana yang berada di RT 02/RW 06, Kelurahan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) itu menjadi tempat ia berteduh bersama anak dan cucunya setelah banjir melanda pada Kamis (21/5/2026) malam.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Padang dan 7 Wilayah di Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Sedang-Lebat

Lantai rumah tampak masih basah dan berlumpur. Perabotan di dalam rumah juga terlihat berantakan akibat terjangan air bercampur lumpur yang masuk secara tiba-tiba.

Amidar bercerita, malam itu dirinya baru saja hendak beristirahat usai bekerja di sawah milik warga.

Kondisi tubuhnya yang lelah membuat ia memilih tetap tinggal di rumah meski cucunya sempat mengajak mengungsi.

"Kejadian saat saya mau tidur usai pulang dari sawah. Cucu saya mengajak saya mengungsi ke rumah keluarga yang lain karena lebih tinggi. Karena saat itu masih hujan, saya tetap tidur dan saya sampaikan ke cucu saya bahwa tidak banjir," kata Amidar kepada TribunPadang.com di rumahnya.

Namun, ketenangan itu hanya berlangsung sesaat. 

Baca juga: Air Datang Cepat, Barang Elektronik Warga Kuranji Padang Rusak Dikepung Banjir Semalam

Setelah mencoba menenangkan cucunya dan membaringkan badan di kasur, air tiba-tiba masuk ke dalam rumah.

"Baru saat saya meletakkan kepala ke bantal, air tiba-tiba masuk ke kamar saya. Warnanya keruh dan membawa lumpur," ujarnya.

Air terus masuk dengan cukup deras hingga menggenangi rumahnya.

"Air di rumah saya setinggi betis. Sementara air di luar cukup dalam dan tinggi," jelasnya.

Di tengah kepanikan itu, Amidar juga mendengar suara dentuman keras dari luar rumah.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved