Berita Populer Padang
3 Berita Populer Padang: 2 Bocah Tenggelam di Ulak Karang Utara dan Dampak Kenaikan BBM Non Subsidi
“Dilaporkan dua orang anak tenggelam di kawasan Ujung Karang. Saat ini korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujar Hendri.
Ringkasan Berita:
- Pencarian dua bocah hanyut di pantai kawasan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang dihentikan sementara.
- Kenaikan harga BBM non-Subsidi yang terjadi secara mendadak cukup berdampak terhadap perencanaan operasional pengusaha di Padang.
- Pengisian BBM Pertamina Dex di SPBU Ampang Padang, terpantau sepi sejak setelah harga BBM Non Subsidi naik.
TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Berikut tiga berita Populer Padang yang telah tayang selama 24 jam terakhir di Tribun Padang.
Ada berita terkait pencarian dua bocah yang dilaporkan hanyut di pantai kawasan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.
Kemudian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mengalami kenaikan dan berdampak terhadap perencanaan operasional pengusaha.
Selanjutnya, pantauan pengisian BBM Pertamina Dex di SPBU Ampang terpantau sepi sejak harganya naik.
Baca berita selengkapnya:
1. Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Belakang Kampus Bung Hatta Dihentikan Sementara
Proses pencarian dua bocah hanyut di pantai kawasan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang di hari pertama berakhir.
Pencarian dilanjutkan pada Minggu (19/4/2026) pagi hari, sebab pada pencarian pertama hasilnya nihil atau tidak ditemukan.
Diketahui, dua orang dilaporkan tenggelam saat berenang di pantai yang berada tak jauh dari Kampus Universitas Bung Hatta (UBH) tersebut pada Sabtu (18/4/2026) siang sekira pukul 12:40 WIB.
Baca juga: Breaking News 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belakang Kampus Bung Hatta
Korban diketahui bernama Rasyid (8) serta Zafran Al Malik Akbar (9) yang merupakan warga Kelurahan Gunung Pangilun.
Komandan Regu (Danru) Tim Sar Kelas A Padang, Tri Desyu mengatakan hasil pencarian di hari pertama masih nihil.
Kejadian tepatnya ujar Tri, berlokasi di belakang Kampus UBH di Ulak Karang Utara, Kota Padang.
"Pencarian di hari pertama, hasilnya masih nihil," katanya saat memberikan keterangan kepada TribunPadang.com.
Pencarian Dilanjutkan Minggu Pagi
Saat proses pencarian, Tim SAR kelas A Padang juga dibantu kepolisian, PMI, dubalang dan relawan kemanusian lainnya.
Dengan usaha pencarian yang telah dilakukan sejak pihaknya sampai di lokasi korban hanyut sekira pukul 13:20 WIB, akhirnya dihentikan pukul 18:00 WIB.
"Pada pukul 18:00 WIB tim gabungan sudah kita tarik ke darat, sebelumnya perahu karet yang kita gunakan dua unit, dengan total personel 16 orang" terangnya.
Penyisiran juga dilakukan di pinggir pantai, di lokasi tenggelamnya korban dan menggali informasi dari saksi mata dan masyarakat di sekita pantai.
"Pencarian kita lanjutkan besok, sekira pukul 07:30 WIB," pungkasnya.
Korban Warga Gunung Pangilun
Dua orang anak dilaporkan tenggelam saat berenang di kawasan Pantai Ujung Karang, tepatnya di belakang Kampus Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (18/4/2026) siang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.40 WIB.
“Dilaporkan dua orang anak tenggelam di kawasan Ujung Karang. Saat ini korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan,” ujar Hendri.
Baca juga: Breaking News: Mobil Avanza Masuk Jurang di Lembah Anai, Korban Dievakuasi ke RS Padang Panjang
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun, korban diketahui berjumlah dua orang, yakni Rasyid (8) serta Zafran Al Malik Akbar (9) yang merupakan warga Kelurahan Gunung Pangilun.
Enam Anak Berenang
Menurut Hendri, peristiwa itu bermula saat enam anak berenang di lokasi tersebut.
Empat orang berada di bagian tengah laut, sementara dua lainnya berada di pinggir pantai.
“Dengan kondisi ombak yang tidak bersahabat serta air yang keruh, empat anak yang berada di tengah berusaha kembali ke pinggir. Namun dalam situasi tersebut, dua anak diduga terseret ombak dan hilang,” jelasnya.
Mendapat laporan kejadian, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Padang langsung bergerak ke lokasi bersama tim rescue untuk melakukan pencarian.
“Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, pihak kelurahan, KSB, serta nelayan setempat saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban,” katanya.
Korban Masih Dicari
Hingga berita ini diturunkan, kondisi kedua korban masih belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan di sekitar lokasi kejadian.
Baca juga: Breaking News: Puluhan Massa Aksi Geruduk Balai Kota Padang, Buntut Kasus Kematian Pengamen Karim
Sementara itu, pantauan TribunPadang.com di lokasi pencarian sekitar pukul 15.20 WIB, tampak warga ramai ingin melihat proses pencarian.
Bahkan sejumlah warga juga tampak berusaha membantu dengan cara menyisir dari tepi pantai.
2. Harga Dexlite dan Pertamina Dex Naik, Hantam Biaya Operasional Pengusaha di Padang
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diumumkan PT Pertamina (Persero) per Sabtu (18/4/2026) menuai keluhan dari masyarakat, khususnya pengguna BBM jenis Solar dan Dexlite.
Berdasarkan data terbaru, sejumlah BBM mengalami kenaikan signifikan.
Pertamax Turbo kini dibanderol Rp20.250 per liter dari sebelumnya Rp13.650 per liter, atau naik sekitar Rp6.600.
Baca juga: Jangan Solar yang Naik, Pusing Jadinya, Keluh Pengendara di Padang Saat Dexlite Rp24.650
Sementara Pertamina Dex melonjak menjadi Rp24.950 per liter dari harga sebelumnya Rp15.100 per liter, meningkat sekitar Rp9.850.
Sementara Dexlite kini menjadi Rp24.650.
Di sisi lain, beberapa jenis BBM lainnya belum mengalami perubahan harga.
Pertamax masih dijual Rp12.900 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar tetap di angka Rp6.800 per liter.
Hantam Biaya Operasional
Seorang pengguna BBM jenis Dexlite, Arya, mengaku kenaikan harga yang terjadi secara mendadak cukup berdampak terhadap perencanaan operasionalnya.
“Karena kenaikannya baru hari ini, sebelumnya kami masih merencanakan pembelian di harga lama sekitar Rp15 ribu. Sekarang sudah di kisaran Rp24 ribu, tentu sangat terasa,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut tetap harus menggunakan BBM dengan kualitas tinggi karena kebutuhan operasional kapal miliknya.
“Kami butuh bahan bakar diesel yang bagus untuk mesin kapal. Tidak bisa pakai yang subsidi, jadi pilihannya Dexlite atau Pertamina Dex,” katanya.
Arya menambahkan, penggunaan BBM tersebut diperuntukkan bagi kapal pribadi yang digunakan untuk aktivitas surfing di kawasan Mentawai.
Menurutnya, meski kenaikan harga cukup signifikan, pihaknya tidak mengurangi volume pembelian.
“Kami tetap ambil seperti biasa. Rencananya sekitar 10.000 liter, tapi karena keterbatasan tangki di SPBU, diambil bertahap,” jelasnya.
Ia juga menilai kenaikan harga ini sejalan dengan tren harga minyak dunia yang turut mengalami peningkatan.
“Kalau melihat kondisi global, harga minyak memang naik. Jadi mau tidak mau kami mengikuti,” ujarnya.
Baca juga: Harga BBM Non Subsidi di Padang Naik, Pertamax Turbo dan Dex di Padang Ikut Berubah
Pilih Solar Eceran
Sementara itu, warga lainnya, Rustiawan, mengaku kenaikan harga BBM non-subsidi justru semakin menyulitkan masyarakat kecil, terutama yang bergantung pada Solar dan Dexlite.
“Kalau naiknya setinggi ini tentu sangat menyusahkan. Biasanya kami masih sanggup dengan harga lama, tapi kalau sudah di atas Rp20 ribu, berat,” katanya.
Ia menyebut, keterbatasan pasokan solar subsidi di SPBU kerap memaksa masyarakat beralih ke BBM non-subsidi.
“Karena solar kadang ada kadang tidak, kami terpaksa pakai Dexlite. Tapi dengan harga sekarang, kami lebih memilih membeli solar eceran yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Arya dan Rustiawan berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga BBM, agar tidak semakin membebani masyarakat, khususnya pengguna Solar dan Dexlite di daerah tersebut.
PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia, terhitung mulai Sabtu, 18 April 2026.
Truk Antre Solar
Pantauan TribunPadang.com, Sabtu (18/4/2026) siang di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Simpang Kampus, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, geliat aktivitas pengisian bahan bakar tetap ramai meski ada kenaikan harga.
Baca juga: Harga BBM Non Subsidi di Padang Naik, Pertamax Turbo dan Dex di Padang Ikut Berubah
Sekitar pukul 14.37 WIB, tidak terlihat adanya antrean kendaraan di jalur pengisian Dexlite maupun Pertamax Turbo.
Suasana di jalur tersebut cenderung lengang dibandingkan jalur lainnya.
Pemandangan kontras justru terlihat di jalur pengisian Solar dan Pertalite.
Antrean panjang kendaraan tampak mengular hingga mendekati pintu masuk SPBU.
Truk-truk besar berbahan bakar solar mendominasi antrean di satu sisi, sementara deretan sepeda motor dan mobil pribadi memenuhi antrean Pertalite.
Beberapa pengendara sepeda motor juga terlihat tetap memilih mengisi Pertamax, meskipun volume antreannya tidak sepanjang jalur Pertalite.
Respon Warga dan Pengendara
Seorang pengendara, Cacan mengaku sudah mengetahui adanya kenaikan harga tersebut sesaat setelah memasuki area SPBU.
"Saya tahu ada harga naik dari papan informasi di depan tadi. Petugas juga sempat memberi tahu kalau ada penyesuaian harga mulai hari ini," ujar Cacan saat ditemui di lokasi.
Dari papan informasi SPBU Kayu Gadang, tercatat harga Pertamax Turbo kini menyentuh angka Rp 20.250 per liter, sementara Dexlite naik menjadi Rp 24.650 per liter.
Cacan mengaku tidak merasa keberatan secara pribadi karena jenis BBM yang ia gunakan tidak termasuk dalam daftar yang mengalami kenaikan harga.
"Yang terpenting itu jangan Solar yang naik. Kalau Solar sampai naik, kami yang di lapangan ini pusing jadinya karena berdampak ke mana-mana," tambahnya lagi.
Menurut Cacan, jenis BBM yang mengalami kenaikan hari ini jarang digunakan oleh masyarakat umum, melainkan lebih banyak dikonsumsi oleh kalangan kelas atas atau kendaraan plat merah.
Lega Pertamax dan Pertalite Tetap Stabil
Senada dengan Cacan, seorang pengendara motor lainnya bernama Annisa juga merasa lega karena harga Pertamax dan Pertalite tetap stabil.
"Syukurlah Pertamax tidak ikut naik hari ini, apalagi Pertalite. Kalau yang naik cuma tiga jenis itu (Pertamax Turbo, Dexlite, Dex), saya tidak terganggu karena memang tidak memakai itu," jelas Annisa.
Irfan, seorang sopir truk yang sedang mengantre solar juga mengatakan jangan sampai harga solar yang naik.
Mengisi solar harus melewati antrean yang sangat panjang.
"Solar kalau naik tentu terasa sekali tekanannya ditambah antreannya panjang begini. Kami harap setidaknya stoknya selalu ada," pungkas Irfan.
Daftar Harga Terkini
Mengutip pertaminapatraniaga.com berikut daftar Harga BBM di Sumatera Barat per 18 April 2026
Pertamina Dex Rp24.950
Dexlite Rp24.650
Pertamina Bio Solar Rp6.800
Pertamax Turbo Rp20.250
Pertamax Rp12.900
Pertalite Rp10.00
3. Cuma 1 Pajero, Antrean di Jalur Pertamina Dex di SPBU Ampang Padang Sepi
PT Pertamina (Persero) resmi menaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina Dex, Dexlite hingga Pertamax Turbo per Sabtu (18/4/2026).
Kebijakan ini berlaku untuk seluruh daerah di Indonesia, termasuk di SPBU 13.251.510 Ampang, Kota Padang.
Kenaikan BBM, dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia.
Sementara, harga Pertalite dan Solar subsidi tidak mengalami perubahan dan tetap di harga lama.
Baca juga: Harga Dexlite dan Pertamina Dex Naik, Hantam Biaya Operasional Pengusaha di Padang
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 14.37 WIB, tampak aktivitas di SPBU tersebut sama seperti hari biasa jelang kenaikan.
Namun, kendaraan mengantre cukup panjang pada BBM bersubsidi Pertalite di SPBU Ampang tersebut.
Akan tetapi, antreannya tidak sampai mengular ke bagian jalan, dan masih berada di kawasan SPBU Ampang tersebut.
Antrean terbanyak kedua, terlihat pada bagian solar. Banyak kendaraan roda empat ke atas yang berjejer.
Sedangkan untuk pengisian BBM Pertamina Dex, terpantau sepi sejak pukul 14.37 WIB hingga 15.01 WIB.
Selama TribunPadang.com di lokasi, hanya terlihat satu unit mobil Pajero yang mengisi pada BBM Pertamina Dex tersebut.
Baca juga: Jangan Solar yang Naik, Pusing Jadinya, Keluh Pengendara di Padang Saat Dexlite Rp24.650
Pengawas SPBU 13.251.510 Ampang, Erik mengatakan kenaikan harga BBM berlaku sejak Sabtu (18/4/2026) pukul 00:01 WIB dini hari.
Hingga Sabtu sore usai kenaikan, kendaraan yang mengisi BBM tersebut tampak sepi. Bahkan sebelumnya, memang tidak banyak kendaraan yang mengisi BBM tersebut.
"Ditambah harga naik, makin sepi kendaraan yang mengisi Pertamina Dex. Rata-rata orang yang mengisi Pertamina Dex karena uangnya berlebih, atau yang bawa mobil Pajero," katanya saat memberikan keterangan di lokasi.
Keluhan Masyarakat
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang diumumkan PT Pertamina (Persero) per Sabtu (18/4/2026) menuai keluhan dari masyarakat, khususnya pengguna BBM jenis Solar dan Dexlite.
Berdasarkan data terbaru, sejumlah BBM mengalami kenaikan signifikan.
Pertamax Turbo kini dibanderol Rp20.250 per liter dari sebelumnya Rp13.650 per liter, atau naik sekitar Rp6.600.
Baca juga: Jangan Solar yang Naik, Pusing Jadinya, Keluh Pengendara di Padang Saat Dexlite Rp24.650
Sementara Pertamina Dex melonjak menjadi Rp24.950 per liter dari harga sebelumnya Rp15.100 per liter, meningkat sekitar Rp9.850.
Sementara Dexlite kini menjadi Rp24.650.
Di sisi lain, beberapa jenis BBM lainnya belum mengalami perubahan harga.
Pertamax masih dijual Rp12.900 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar tetap di angka Rp6.800 per liter.
Hantam Biaya Operasional
Seorang pengguna BBM jenis Dexlite, Arya, mengaku kenaikan harga yang terjadi secara mendadak cukup berdampak terhadap perencanaan operasionalnya.
“Karena kenaikannya baru hari ini, sebelumnya kami masih merencanakan pembelian di harga lama sekitar Rp15 ribu. Sekarang sudah di kisaran Rp24 ribu, tentu sangat terasa,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut tetap harus menggunakan BBM dengan kualitas tinggi karena kebutuhan operasional kapal miliknya.
“Kami butuh bahan bakar diesel yang bagus untuk mesin kapal. Tidak bisa pakai yang subsidi, jadi pilihannya Dexlite atau Pertamina Dex,” katanya.
Arya menambahkan, penggunaan BBM tersebut diperuntukkan bagi kapal pribadi yang digunakan untuk aktivitas surfing di kawasan Mentawai.
Menurutnya, meski kenaikan harga cukup signifikan, pihaknya tidak mengurangi volume pembelian.
“Kami tetap ambil seperti biasa. Rencananya sekitar 10.000 liter, tapi karena keterbatasan tangki di SPBU, diambil bertahap,” jelasnya.
Ia juga menilai kenaikan harga ini sejalan dengan tren harga minyak dunia yang turut mengalami peningkatan.
“Kalau melihat kondisi global, harga minyak memang naik. Jadi mau tidak mau kami mengikuti,” ujarnya.
Baca juga: Harga BBM Non Subsidi di Padang Naik, Pertamax Turbo dan Dex di Padang Ikut Berubah
Pilih Solar Eceran
Sementara itu, warga lainnya, Rustiawan, mengaku kenaikan harga BBM non-subsidi justru semakin menyulitkan masyarakat kecil, terutama yang bergantung pada Solar dan Dexlite.
“Kalau naiknya setinggi ini tentu sangat menyusahkan. Biasanya kami masih sanggup dengan harga lama, tapi kalau sudah di atas Rp20 ribu, berat,” katanya.
Ia menyebut, keterbatasan pasokan solar subsidi di SPBU kerap memaksa masyarakat beralih ke BBM non-subsidi.
“Karena solar kadang ada kadang tidak, kami terpaksa pakai Dexlite. Tapi dengan harga sekarang, kami lebih memilih membeli solar eceran yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Arya dan Rustiawan berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga BBM, agar tidak semakin membebani masyarakat, khususnya pengguna Solar dan Dexlite di daerah tersebut.
PT Pertamina (Persero) resmi melakukan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia, terhitung mulai Sabtu, 18 April 2026.
Truk Antre Solar
Pantauan TribunPadang.com, Sabtu (18/4/2026) siang di SPBU Pertamina Kayu Gadang, Simpang Kampus, Kelurahan Pasa Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, geliat aktivitas pengisian bahan bakar tetap ramai meski ada kenaikan harga.
Baca juga: Harga BBM Non Subsidi di Padang Naik, Pertamax Turbo dan Dex di Padang Ikut Berubah
Sekitar pukul 14.37 WIB, tidak terlihat adanya antrean kendaraan di jalur pengisian Dexlite maupun Pertamax Turbo.
Suasana di jalur tersebut cenderung lengang dibandingkan jalur lainnya.
Pemandangan kontras justru terlihat di jalur pengisian Solar dan Pertalite.
Antrean panjang kendaraan tampak mengular hingga mendekati pintu masuk SPBU.
Truk-truk besar berbahan bakar solar mendominasi antrean di satu sisi, sementara deretan sepeda motor dan mobil pribadi memenuhi antrean Pertalite.
Beberapa pengendara sepeda motor juga terlihat tetap memilih mengisi Pertamax, meskipun volume antreannya tidak sepanjang jalur Pertalite.
Respon Warga dan Pengendara
Seorang pengendara, Cacan mengaku sudah mengetahui adanya kenaikan harga tersebut sesaat setelah memasuki area SPBU.
"Saya tahu ada harga naik dari papan informasi di depan tadi. Petugas juga sempat memberi tahu kalau ada penyesuaian harga mulai hari ini," ujar Cacan saat ditemui di lokasi.
Dari papan informasi SPBU Kayu Gadang, tercatat harga Pertamax Turbo kini menyentuh angka Rp 20.250 per liter, sementara Dexlite naik menjadi Rp 24.650 per liter.
Cacan mengaku tidak merasa keberatan secara pribadi karena jenis BBM yang ia gunakan tidak termasuk dalam daftar yang mengalami kenaikan harga.
"Yang terpenting itu jangan Solar yang naik. Kalau Solar sampai naik, kami yang di lapangan ini pusing jadinya karena berdampak ke mana-mana," tambahnya lagi.
Menurut Cacan, jenis BBM yang mengalami kenaikan hari ini jarang digunakan oleh masyarakat umum, melainkan lebih banyak dikonsumsi oleh kalangan kelas atas atau kendaraan plat merah.
Lega Pertamax dan Pertalite Tetap Stabil
Senada dengan Cacan, seorang pengendara motor lainnya bernama Annisa juga merasa lega karena harga Pertamax dan Pertalite tetap stabil.
"Syukurlah Pertamax tidak ikut naik hari ini, apalagi Pertalite. Kalau yang naik cuma tiga jenis itu (Pertamax Turbo, Dexlite, Dex), saya tidak terganggu karena memang tidak memakai itu," jelas Annisa.
Irfan, seorang sopir truk yang sedang mengantre solar juga mengatakan jangan sampai harga solar yang naik.
Mengisi solar harus melewati antrean yang sangat panjang.
"Solar kalau naik tentu terasa sekali tekanannya ditambah antreannya panjang begini. Kami harap setidaknya stoknya selalu ada," pungkas Irfan.
Daftar Harga Terkini
Mengutip pertaminapatraniaga.com berikut daftar Harga BBM di Sumatera Barat per 18 April 2026
Pertamina Dex Rp24.950
Dexlite Rp24.650
Pertamina Bio Solar Rp6.800
Pertamax Turbo Rp20.250
Pertamax Rp12.900
Pertalite Rp10.000
BERITA POPULER PADANG
Populer Padang hari ini
Populer Padang 24 jam terakhir
populer Padang
Padang
Harga Dexlite
harga Dexlite Sumbar
Harga BBM Non Subsidi
dampak harga BBM naik
| 3 Berita Populer Padang: Pengendalian Inflasi di Momen Idul Adha, Pohon Timpa Rumah dan 3 Kendaraan |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Aksi Peduli Karim Lanjut, Standar Hewan Kurban dan Pencuri Diamankan Warga |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Rumah Disambar Petir, Penertiban Bangunan Liar dan Harga BBM Naik |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: SPBU Kurangi Stok BBM, Harga MinyaKIta Stabil dan Tiket GOR H Salim Turun |
|
|---|
| 3 BERITA POPULER PADANG: Wanita Nyaris Lompat Jembatan, Pelantikan Sekda Baru dan Reses DPRD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/PENCARIAN-Perahu-karet-milik-Kantor-SAR-Kelas-A2.jpg)