Banjir di Padang

Satu Bulan Jembatan Unand–Limau Manih Putus, Warga dan Mahasiswa Harus Memutar Dua Kilometer

Sudah satu bulan berlalu sejak banjir bandang melanda aliran Sungai Batu Busuk, namun jembatan di Koto Panjang, Limau Manih, Kota Padang

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rahmadi
Padang.tribunnews.com/Panji Rahmat
JEMBATAN KOTO PANJANG - Sudah satu bulan berlalu sejak banjir bandang melanda aliran Sungai Batu Busuk, namun jembatan di Koto Panjang, Limau Manih, Kota Padang, hingga kini belum mendapat perhatian pemerintah, Senin (22/12/2025). Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan penyangga aktivitas ekonomi dan pendidikan. 

Pemerintah akan mengintegrasikan seluruh data kerusakan untuk diajukan ke pemerintah pusat guna mendapatkan dukungan anggaran.

Proses ini juga melibatkan para praktisi dan akademisi dari berbagai universitas untuk memastikan akurasi data.

Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi 2026

JALAN PUTUS- Akses jalan penghubung Kapalo Koto-Lambung Bukit di Kecamatan Pauh, Kota Padang, terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, pada Senin (15/12/2025).
JALAN PUTUS- Akses jalan penghubung Kapalo Koto-Lambung Bukit di Kecamatan Pauh, Kota Padang, terputus dan tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat, pada Senin (15/12/2025). (TribunPadang.com/Arif Ramanda Kurnia)

Hendri menambahkan bahwa fase Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) dijadwalkan baru akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.

Baca juga: Rumah Hasil Tani Alizar Hilang Disapu Galodo Padang, Hanya Bisa Tertawa Meski Sesak Menahan Air Mata

“Fase rehab dan rekon membutuhkan anggaran besar, makanya data harus dikirim ke pusat terlebih dahulu untuk menetapkan kebutuhan dana yang diperlukan,” jelasnya.

Data Kerusakan Dampak Bencana di Kota Padang

BANJIR- Penampakan kondisi rumah masyarakat yang kini dipenuhi lumpur yang terbawa saat banjir bandang yang melanda kawasan Guo, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025).
BANJIR- Penampakan kondisi rumah masyarakat yang kini dipenuhi lumpur yang terbawa saat banjir bandang yang melanda kawasan Guo, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Kota Padang, berikut adalah rincian kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut:

Sektor Perumahan:

- 195 unit rumah hanyut.

- 424 unit rumah mengalami kerusakan (ringan hingga berat).

Baca juga: Semen Padang Turun Tangan Bersihkan Kayu di Pantai Parupuk, Wamenhut Target 3 Hari Bersih

Infrastruktur Publik:

- 9 jembatan rusak berat.

- 12 titik jalan rusak berat.

- 3 kantor pemerintahan rusak berat.

Baca juga: Penghuni Huntara di Batu Busuak Padang Adakan Mandoa, Berharap Diberi Keselamatan

Sumber Daya Air dan Sanitasi:

- 1 intake rusak berat.

- 23 titik bendungan dan Irigasi Desa (DI) rusak berat.

- 2 unit tebing sungai rusak berat.

Baca juga: Cara Bobon Santoso Pulihkan Mental Korban Banjir di Padang, Masak Besar Ribuan Porsi

- 9 drainase rusak berat.

- 9 lokasi Pamsimas di empat kecamatan rusak berat. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved