Banjir di Padang

Kota Padang Diterjang Bencana Beruntun Akibat Cuaca Ekstrem, Banjir hingga Tanah Amblas

Ilham Wahab memastikan bahwa hingga kini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangkaian bencana ini.

Tayang:
Penulis: Panji Rahmat | Editor: Rezi Azwar
TribunPadang.com/Muhammad Iqbal
BANJIR- Petugas gabungan saat mengevakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (25/11/2025). Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengonfirmasi bahwa rentetan peristiwa dimulai dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menerjang Padang sejak dini hari, 22 November 2025, hingga pagi hari pada 23 November 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Kota Padang dilanda erangkaian bencana hidrometeorologi selama beberapa hari terakhir, mulai dari angin kencang hingga tanah amblas.
  • Kejadian ini terjadi antara 22 hingga 24 November 2025, menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan rumah warga.
  • BPBD Sumbar memastikan hingga kini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangkaian bencana ini.

TRIBUNPADANG.COM, PADANG  – Ibu Kota Sumatera Barat, Kota Padang, dilanda serangkaian bencana hidrometeorologi selama beberapa hari terakhir, mulai dari angin kencang hingga tanah amblas. 

Kejadian ini terjadi antara 22 hingga 24 November 2025, menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan rumah warga.

Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, mengonfirmasi bahwa rentetan peristiwa dimulai dengan cuaca ekstrem berupa angin kencang yang menerjang Padang sejak dini hari, 22 November 2025, hingga pagi hari pada 23 November 2025.

"Angin kencang tersebut menyebabkan pohon-pohon tumbang di banyak lokasi di Kota Padang, yang kemudian menghambat akses jalan dan merusak sejumlah rumah warga," jelas Ilham Wahab.

Baca juga: Banjir Batu Busuak, PT Semen Padang Kirim Relawan Bantu Warga Terdampak

Dampak angin kencang dirasakan luas di berbagai kecamatan, termasuk Koto Tangah yang meliputi Kelurahan Balai Gadang, Koto Panjang Ikur Koto, Pasia Nan Tigo, Lubuk Minturun, Batipuh Panjang, dan Dadok Tunggul Hitam. 

Selain itu, kerusakan juga terjadi di Kelurahan Kampung Pondok dan Purus di Kecamatan Padang Barat, Kelurahan Pisang di Pauh, serta di Lubuk Begalung, Kuranji, dan Nanggalo.

Banjir dan Tanah Amblas Menyusul

JALAN AMBLAS: Kondisi jalan retas dan amblas di Bukit Peti-peti, RT 01 RW 01, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumbar amblas akibat hujan deras, Senin (24/11/2025). Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton sebut jalan retak diperkiran sepanjang 50 meter dan tidak bisa dilewati kendaraan masyarakat di satu arah.
JALAN AMBLAS: Kondisi jalan retas dan amblas di Bukit Peti-peti, RT 01 RW 01, Kelurahan Teluk Bayur, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Provinsi Sumbar amblas akibat hujan deras, Senin (24/11/2025). Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton sebut jalan retak diperkiran sepanjang 50 meter dan tidak bisa dilewati kendaraan masyarakat di satu arah. (BPBD Padang)

Setelah badai angin berlalu, wilayah Padang kembali diuji dengan bencana lain. 

Pada 24 November 2025, banjir genangan melanda Kelurahan Gunung Pangilun di Kecamatan Nanggalo, setelah hujan intensitas tinggi turun tanpa henti.

"Laporan yang kami terima, banjir genangan terjadi pada pagi hari, pukul 04.35 WIB. Bahkan, beberapa wilayah seperti Tabing Banda Gadang juga terdampak banjir pada 23 dan 24 November," tambah Ilham.

Baca juga: Banjir Setinggi Lutut Kembali Genangi Badan Jalan di Depan TPU Tunggul Hitam Padang

Tidak hanya banjir, bencana gerakan tanah juga terjadi pada hari yang sama di Kecamatan Padang Selatan. 

Tercatat, peristiwa tanah amblas terjadi dua kali, yaitu di Kelurahan Teluk Bayur pada pukul 07.41 WIB, dan disusul di Kelurahan Mata Air pada pukul 14.13 WIB. 

Hujan deras dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama tanah amblas di kedua lokasi tersebut, yang mengakibatkan teras rumah warga amblas dan jalan mengalami keretakan.

Ilham Wahab memastikan bahwa hingga kini, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangkaian bencana ini.

Baca juga: Sejumlah Kecamatan di Padang Terendam, Puluhan KK di Lambung Bukit Dievakuasi Akibat Banjir Bandang

"Meskipun tidak ada korban jiwa, BPBD Kota Padang bergerak cepat melakukan evakuasi warga terdampak banjir dan membersihkan material pohon tumbang. Kami juga telah melaporkan dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk menindaklanjuti kerusakan infrastruktur seperti jalan retak, dengan meneruskan data ke Dinas Bina Marga Cipta Karya Tata Ruang," ujarnya.

Selain upaya mitigasi dari pemerintah daerah, Ilham Wahab mengapresiasi respons cepat dari masyarakat. 

"Masyarakat di lokasi tanah amblas menunjukkan semangat gotong royong yang luar biasa. Mereka langsung bahu-membahu menimbun teras rumah warga yang berlubang akibat amblas," tuturnya. (TribunPadang.com/Panji Rahmat)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved