Pemko Padang
Padang Siapkan PLTSa Regional, Olah 500 Ton Sampah Jadi Energi
Langkah ini diambil sebagai solusi atas meningkatnya volume sampah di Kota Padang yang kini mencapai 700 hingga 800 ton per hari.
Penulis: Arif Ramanda Kurnia | Editor: Muhammad Afdal Afrianto
Ringkasan Berita:
- Pemko Padang siapkan PLTSa untuk atasi 700–800 ton sampah per hari
- Sekitar 70 persen sampah masih ditimbun di TPA tanpa pengolahan
- PLTSa ditargetkan olah 450–500 ton sampah per hari
- Dirancang jadi pusat pengolahan sampah regional beberapa daerah
- Proyek didukung investasi Danantara dan kolaborasi teknologi RDF
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersiap melakukan terobosan besar dalam pengelolaan lingkungan dengan merancang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berskala regional.
Langkah ini diambil sebagai solusi atas meningkatnya volume sampah di Kota Padang yang kini mencapai 700 hingga 800 ton per hari.
Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen masih ditangani dengan cara ditimbun di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tanpa pengolahan teknologi.
Baca juga: Fadly Amran Hadiri Halal Bihalal di Koto Tangah, Tekankan Pentingnya Silaturahmi Warga Padang
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengatakan pihaknya melihat potensi pengolahan sampah sebesar 450 hingga 500 ton per hari untuk mendukung operasional PLTSa ke depan.
“PLTSa ini tidak hanya untuk Kota Padang, tetapi juga dirancang menjadi pusat pengolahan sampah regional,” ujar Fadly dilansir dari Kominfo Padang, Minggu (29/3/2026).
Sejumlah daerah seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Pariaman, hingga Solok direncanakan dapat mengirimkan sampah ke fasilitas tersebut.
Untuk mendukung proyek ini, Pemko Padang tengah memproses pembebasan lahan seluas belasan hektare di kawasan Air Dingin yang akan dijadikan lokasi pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern.
Dukungan juga datang dari Kementerian Lingkungan Hidup. Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air KLH, Tulus Laksono, menilai metode sanitary landfill sudah tidak lagi relevan bagi kota besar dengan keterbatasan lahan.
“Sampah harus memiliki nilai ekonomi. Pengolahan menjadi energi merupakan solusi yang ideal,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, proyek ini direncanakan mendapat dukungan penuh dari lembaga pengelola investasi nasional, Danantara, dengan skema pendanaan 100 persen sebagai bagian dari percepatan proyek strategis nasional.
Baca juga: Pengurus PSTS Tabing Dikukuhkan, Targetkan Tampil di Liga 4 Sumbar Lewat Pembinaan Usia Dini
Dalam kajian teknisnya, Pemko Padang akan mengombinasikan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) dan PLTSa untuk mengoptimalkan pengolahan sampah.
Selain itu, sektor swasta seperti PT Medco juga mulai melirik peluang investasi pada proyek tersebut, mengingat potensi energi terbarukan di Sumatera Barat.
Saat ini, Kota Padang berada di peringkat ke-8 nasional kategori “Menuju Kota Bersih”. Kehadiran PLTSa diharapkan mampu meningkatkan capaian tersebut sekaligus memperkuat pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Pemko Padang terus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk sinkronisasi anggaran serta finalisasi desain teknis pembangunan fasilitas di TPA Air Dingin.
| Fadly Amran Hadiri Halal Bihalal di Koto Tangah, Tekankan Pentingnya Silaturahmi Warga Padang |
|
|---|
| Wali Kota Padang Fadly Amran Tutup Gebyar Ramadan 1447 H di Masjid Raya Gantiang |
|
|---|
| Jalur 2 Arah Jalan Pemuda Tak Sebatas Wacana, Bus Trans Padang Disiapkan Beroperasi |
|
|---|
| Pemko Padang Siapkan 4,6 Ha Lahan Huntap untuk Korban Banjir Bandang di Lambung Bukit |
|
|---|
| Warga Huntara Lubuk Buaya Padang Masih Menunggu Hunian Tetap |
|
|---|