Kesehatan

Waspada Virus Nipah, BKK Padang Perketat Pengawasan di Bandara dan Pelabuhan

Sebagai langkah pencegahan, BKK Padang memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional, termasuk bandara dan pelabuhan.

Tayang:
Penulis: Fajar Alfaridho Herman | Editor: Rezi Azwar
(Shutterstock)
VIRUS NIPAH- Ilustrasi virus nipah dan gejala terinfeksi virus corona. Sebagai langkah pencegahan, BKK Padang memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional, termasuk bandara dan pelabuhan. 

Ia juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk rutin mencuci tangan pakai sabun dan menjaga kebersihan lingkungan.

Kontak langsung dengan hewan ternak yang diduga sakit, seperti babi dan kuda, sebaiknya dihindari. Jika tidak dapat dihindari, penggunaan APD menjadi keharusan.

Bagi masyarakat yang baru melakukan perjalanan dari luar negeri, khususnya dari wilayah yang dilaporkan terdapat kasus Virus Nipah, Magdalena mengimbau agar memantau kondisi kesehatan secara mandiri dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala demam, batuk, atau gangguan pernapasan, serta melaporkan riwayat perjalanan kepada petugas kesehatan.

Pakar Unand: Fatalitas Tinggi

Menyusul kemunculan kembali penyakit Virus Nipah di India, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menerbitkan Surat Edaran kewaspadaan kepada seluruh jajaran kesehatan di Indonesia.

Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah itu ditandatangani Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Murti Utami pada 30 Januari 2026, dan ditujukan kepada seluruh kepala dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota hingga kepala puskesmas.

Dalam edaran tersebut dijelaskan, Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus Nipah dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. 

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.) dan dapat menular ke manusia secara langsung maupun melalui hewan perantara seperti babi, serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Baca juga: Wako Padang Dampingi Komisi IX DPR RI Tinjau RSUD dr Rasidin, Bahas Layanan Kesehatan Usai Banjir

“Hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi penyakit Virus Nipah pada manusia di Indonesia,” kata Murti Utami dalam keterangan resminya yang dilansir dari TribunNews.com, Senin (2/2/2026).

Menanggapi hal tersebut, Pakar Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand), dr. Mohamad Reza, Ph.D, menyebut Virus Nipah memiliki karakteristik mirip dengan sejumlah virus zoonotik berbahaya lainnya.

“Virus Nipah ini sama seperti COVID-19, Ebola, dan beberapa virus lain yang berasal dari hewan dan kemudian ‘melompat’ ke manusia. Reservoir utamanya adalah kelelawar, dan pada kasus Nipah, faktor perantaranya sering kali adalah babi,” ujar Reza kepada TribunPadang.com.

Ia menjelaskan, wabah pertama Virus Nipah tercatat pada 1998 di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara. Nama Nipah sendiri diambil dari Sungai Nipah di Negeri Sembilan, Malaysia, lokasi awal ditemukannya kasus.

Meski tidak pernah menimbulkan pandemi berskala besar, Reza menegaskan tingkat kematian Virus Nipah tergolong sangat tinggi.

Baca juga: Warga Kuranji Padang Cemaskan Wabah Penyakit, Sungai Kian Surut hingga Limbah Berbau Busuk

“Fatality rate Virus Nipah itu sangat tinggi, berkisar antara 40 hingga 75 persen. Artinya, dari 100 orang yang terinfeksi, bisa sampai setengah bahkan tiga perempatnya meninggal dunia,” ungkapnya.

Dari sisi klinis, gejala Virus Nipah pada tahap awal menyerupai influenza, seperti demam, meriang, dan rasa tidak enak badan. Namun pada fase lanjut, virus ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut dan radang otak (ensefalitis) yang mematikan.

“Dulu bahkan sempat disangka sebagai Japanese Encephalitis karena gejalanya mirip, tapi fatalitasnya ternyata jauh lebih tinggi,” jelas Reza.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved