Idul Fitri 2026

Ada Layanan Motor Pengantar BBM di Jalur Mudik Sumbar, Pesan Lewat Call Center 135

Pertamina Siagakan Motoris Pengantar BBM di Jalur Mudik Sumbar, Pemudik Bisa Pesan Lewat Call Center 135

Penulis: Muhammad Afdal Afrianto | Editor: afrizal
TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto
LAYANAN MOTOR- Pertamina Patra Niaga, menghadirkan layanan motoris di jalur mudik di Sumatera Barat, Sabtu (14/3/2026). Layanan tersebut disiagakan untuk membantu pemudik yang kehabisan bahan bakar di jalur mudik Sumatera Barat. 
Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga menyiagakan layanan motoris pengantar bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah jalur mudik di Sumatera Barat
  • Layanan motoris ini merupakan layanan darurat pengantaran BBM menggunakan sepeda motor bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar 
  • Layanan motoris tersebut disiagakan di tiga titik strategis di Sumatera Barat, yakni di SPBU Padang Panjang, SPBU Air Putih di Kabupaten Limapuluh Kota, serta SPBU Lubuk Selasih di Kabupaten Solok

TRIBUNPADANG.COM, PADANG PANJANGPertamina Patra Niaga menyiagakan layanan motoris pengantar bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah jalur mudik di Sumatera Barat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Layanan motoris ini merupakan layanan darurat pengantaran BBM menggunakan sepeda motor bagi pemudik yang kehabisan bahan bakar saat terjebak kemacetan atau berada jauh dari SPBU.

Sales Area Manager Retail Sumatera Barat Pertamina Patra Niaga, Fakhri Rizal Hasibuan, mengatakan layanan tersebut disiapkan sebagai tambahan layanan energi selama masa arus mudik dan balik Lebaran.

“Pada Satgas Ramadan dan Idul Fitri kali ini kami menyiapkan layanan tambahan energi berupa motoris. Motoris ini membawa BBM menggunakan jeriken berkapasitas lima liter untuk produk Pertamax dan Dex Series,” kata Fakhri kepada TribunPadang.com, Sabtu (14/3/2026).

Baca juga: Pertamina Jamin Stok BBM di Sumbar Aman Selama Ramadan, Siapkan Layanan Motoris di Jalur Mudik

Ia menyampaikan, layanan motoris tersebut disiagakan di tiga titik strategis di Sumatera Barat, yakni di SPBU Padang Panjang, SPBU Air Putih di Kabupaten Limapuluh Kota, serta SPBU Lubuk Selasih di Kabupaten Solok.

Menurutnya, lokasi tersebut dipilih karena berada di jalur yang berpotensi mengalami kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Ketiga titik ini kami proyeksikan untuk mengantisipasi jika terjadi kemacetan di jalur-jalur krusial seperti Sitinjau Lauik, Lembah Anai, dan Kelok Sembilan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pemudik yang kehabisan bahan bakar dapat mengakses layanan ini melalui Call Center Pertamina di nomor 135.

Setelah menerima laporan, pihak call center akan menghubungi SPBU terdekat untuk memverifikasi pesanan dan memastikan titik lokasi konsumen sebelum motoris dikirim.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sumbagut Cek Takaran BBM dan LPG di 15 SPBU dan 2 SPPBE Jelang Ramadan

“Setelah dikonfirmasi, petugas motoris akan mengantarkan BBM ke lokasi pemesan,” katanya.

Setiap motoris akan menggunakan satu unit sepeda motor dengan membawa dua jirigen berkapasitas masing-masing lima liter.

Fakhri menambahkan, layanan motoris tersebut tidak dikenakan biaya tambahan. Harga BBM yang dibayarkan tetap sama seperti harga di SPBU.

“Tidak ada biaya tambahan. Harga BBM sesuai dengan harga yang berlaku di SPBU,” jelasnya.

Adapun metode pembayaran juga cukup fleksibel. 

Konsumen dapat melakukan pembayaran menggunakan aplikasi MyPertamina, tunai, maupun kartu debit.

Layanan motoris ini juga beroperasi selama 24 jam mengikuti operasional SPBU di lokasi tersebut.

“SPBU di Padang Panjang, Air Putih, dan Lubuk Selasih beroperasi 24 jam, sehingga layanan motoris juga siap melayani kapan saja jika ada permintaan,” ujarnya.

Ia memperkirakan waktu kedatangan motoris ke lokasi pemesan berkisar antara dua hingga tiga jam, tergantung jarak dan kondisi lalu lintas.

Menurut Fakhri, keberadaan layanan motoris ini lebih difokuskan sebagai langkah antisipasi di titik-titik yang rawan kemacetan selama arus mudik.

“Motoris ini kami siagakan di wilayah yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas. Namun layanan ini tentu akan berjalan jika ada permintaan dari konsumen,” katanya.

Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, titik kemacetan arus mudik di Sumbar kerap terjadi di kawasan Kelok Sembilan.

Namun pada tahun ini, potensi kepadatan lalu lintas juga diperkirakan terjadi di kawasan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik pasca bencana yang sempat melanda wilayah dan jalur tersebut.

“Kami siagakan layanan ini sebagai langkah antisipasi agar pemudik tetap bisa melanjutkan perjalanan dengan aman,” tutupnya.

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved