PT Semen Padang

Dua Meriam Jepang di Lapangan Golf Semen Padang, Saksi Bisu Perang Dunia II

Dua meriam tua peninggalan Jepang masih berdiri di Lapangan Golf PT Semen Padang, menyimpan jejak perang dan sejarah Indarung.

Penulis: rilis biz | Editor: afrizal
TribunPadang.com
MERIAM- Salah satu meriam peninggalan Jepang yang masih berdiri di kawasan Lapangan Golf PT Semen Padang, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. Meriam ini menjadi saksi sejarah pendudukan Jepang dan Perang Dunia II di Sumatera Barat. 

DUA unit meriam peninggalan Jepang masih berdiri kokoh di kawasan Lapangan Golf PT Semen Padang, Kelurahan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

Meriam tersebut menjadi saksi sejarah pendudukan Jepang dan Perang Dunia II di Sumatera Barat.

Lapangan golf yang kini menjadi kawasan olahraga dan rekreasi itu dulunya merupakan area tambang tanah liat PT Semen Padang seluas sekitar 50 hektare.

Seiring waktu, kawasan tersebut direklamasi dan berubah menjadi ruang hijau, namun posisi dua meriam tua itu tidak pernah dipindahkan.

Berdasarkan pengamatan, masing-masing meriam memiliki panjang sekitar lima meter dengan diameter laras sekitar 60 sentimeter.

Keduanya dipasang sejajar dari arah timur ke barat dengan jarak sekitar 30 meter. 

Salah satu meriam mengarah ke Bukit Batu Kapur PT Semen Padang, sementara meriam lainnya menghadap ke kawasan Pabrik Indarung VI.

Baca juga: PT Semen Padang Gelar Akademi Jago Bangunan di Bengkulu, Perkuat Kompetensi Tukang

Pada salah satu meriam masih terbaca kode “O.F. 3 INCH. 20 CWT. MK III” serta angka 1916 yang menunjukkan meriam tersebut diproduksi pada era Perang Dunia I dan kemudian digunakan kembali oleh Jepang saat menduduki Hindia Belanda.

Tokoh masyarakat Indarung, Dharmansyah Siroen, menyebutkan dudukan beton meriam tersebut dibuat melalui kerja paksa masyarakat pribumi pada masa pendudukan Jepang. 

Menurutnya, sejak kawasan itu ditambang hingga menjadi lapangan golf, posisi meriam tidak pernah bergeser.

Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan perusahaan memilih merawat peninggalan sejarah tersebut. 

“Meriam ini kami pandang sebagai bagian dari nilai sejarah yang patut dijaga,” ujarnya.

Keberadaan dua meriam tua tersebut menjadi pengingat bahwa kawasan Indarung pernah menjadi bagian dari sistem pertahanan Jepang pada masa Perang Dunia II, khususnya untuk melindungi kawasan industri strategis PT Semen Padang. (rls)

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved