Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Terkait Rekonstruksi dan Ekshumasi Korban Tragedi Kanjuruhan : Ketum PSSI Diperiksa, Sebagai Saksi

Editor: Emil Mahmud
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, serta jajaran lainnya tiba di Komnas HAM, Jakarta, 13 Oktober 2022, lalu.

MENJELANG rekonstruksi dan ekshumasi Korban, Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, mendapatkan pemanggilan dari pihak Kepolisian pada Selasa (18/10/2022) hari ini.

Pemanggilan tersebut datang dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur.

Mochamad Iriawan bakal menjalani pemeriksaan terkait Tragedi Kanjuruhan.

Status pria yang sering disapa Iwan Bule itu adalah sebagai saksi.

Pada kesempatan ini, Mochamad Iriawan bukanlah satu-satunya yang dipanggil.

Semua pihak yang terkait dengan Tragedi Kanjuruhan juga mendapatkan perlakuan serupa.

"Besok (Selasa, 18 Oktober 2022) rencananya akan dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi termasuk di dalamnya dari PSSI yaitu antara lain bendahara Arema FC," kata perwakilan Kepolisian, Nurul Azizah, di Mabes Polri, Jakarta, Senin (17/10/2022), dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.

"Kemudian korlap dari steward, departemen kompetisi PT LIB yang merupakan pemeriksaan tambahan, kemudian Komisioner Direktorat Kompetisi PSSI."

"Selanjutnya adalah Ketua Umum PSSI, kemudian Komisi Banding PSSI dan sekretaris Pengarsipan," ujarnya.

Setelah pemeriksaan berakhir, Nurul menambahkan bahwa akan diadakan rekonstruksi dan ekshumasi korban Tragedi Kanjuruhan.

Rekonstruksi dijdawalkan terlaksana di lapangan Mapolda Jatim pada Rabu (19/20/2022).

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, serta jajaran lainnya tiba di Komnas HAM, Jakarta, 13 Oktober 2022, lalu.

"Selanjutnya, juga direncanakan pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2022 akan dilaksanakan ekshumasi."

"Lokasi di Malang, Jawa timur," tuturnya.

Sementara itu, sebelumnya Mochamad Iriawan sempat mendapatkan desakan untuk mengundurkan diri dari jabatan Ketum PSSI.

Sampai sejauh ini desakan tersebut muncul dari berbagai pihak.

Mochamad Iriawan dinilai menjadi salah satu sosok yang paling bertanggung jawab atas terjadinya Tragedi Kanjuruhan, yang telah menelan korban jiwa sebanyak 132 orang.(BolaSport.com)

Berita Terkini