Akses berita terupdate se-indonesia lewat aplikasi TRIBUNnews

Penjelasan BMKG Soal Gempa Tapanuli Utara: Akibat Aktivitas Sesar Besar Sumatra Segmen Renun

Penulis: Nandito Putra
Editor: Mona Triana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Gempa Bumi - Terjadi gempa bumi di Tapanuli Utara Magnitudo 6,0, Sabtu (1/10/2022) dini hari.

TRIBUNGPADANG.COM, PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa M 6,0 yang mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, merupakan gempa dangkal.

Plt Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan gempa tersebut dipicu karena aktivitas sesar besar Sumatra segmen Renun. 

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukan bahwa gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip," kata Daryono dalam keterangan resminya.

Baca juga: Gempa M 6,0 Guncang Tapanuli Utara Sumut, Disusul Dua Gempa M 5,1 dan M 5,0

Setelah gempa pertama, Daryono mengatakan BMKG mencatat telah terjadi 24 kali gempa susulan atau aftershock.

Daryono melanjutkan, gempa susulan dengan magnitudo terbesar M5,1 dan terkecil M2,5.

Daryono mengimbau kepada masyarakat di daerah sekitar pusat gempa untuk tetap tenang. 

"Hindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa dan pastikan tempat tinggal Anda tidak mengalami kerusakan sebelum kembali ke dalam rumah," kata Daryono.

(TribunPadang.com/Nandito Putra)