Kue Inti, Jajanan Tradisional Bukittinggi yang Kini Jarang Ditemui

Kue Inti merupakan salah satu jajanan khas Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar) Kuliner gorengan berbentuk bulat ini dibuat dengan bahan utama

Penulis: Muhammad Fuadi Zikri | Editor: Mona Triana
TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri
Kue Inti, Jajanan Tradisional Bukittinggi yang Kini Jaring Ditemui 

Laporan Reporter TribunPadang.com, Muhammad Fuadi Zikri

TRIBUNPADANG.COM, BUKITTINGGI - Kue Inti merupakan salah satu jajanan khas Kota Bukittinggi, Sumatra Barat (Sumbar).

Kuliner gorengan berbentuk bulat ini dibuat dengan bahan utama tepung beras.

Di bagian dalamnya terdapat isian campuran kelapa parut dengan gula yang dicairkan.

Sehingga dengan perpaduan itu, kue inti memiliki cita rasa tersendiri nan khas.

Rasa legit yang dihasilkan tepung beras lumer dengan isiannya yang manis saat kunyah.

Baca juga: PPDB SD dan SMP di Bukittinggi Berakhir, Tahun Ajaran Baru Dimulai 11 Juli 2022

Baca juga: Mulai Besok Kunjungan Tatap Muka Lapas Bukittinggi Dibuka Kembali, Pengunjung Tetap Dibatasi

Salah seorang pembuat inti, Azmi Laila menyabut sebagian orang ada yang menggunakan tepung beras ketan sebagai bahan utama.

Untuk isiannya sendiri sekarang sudah bervariasi, mulai dari cokelat, keju, hingga durian.

"Originalnya, isiannya itu dari kelapa dicampur gula atau gula aren," ujarnya kepada TribunPadang.com, Rabu (6/7/2022).

Baca juga: POPULER SUMBAR: Ribuan Biker HDCI Ngumpul di Bukittinggi, Pengumuman Hasil Seleksi PPDB SMA 2022

Kuliner Kota Jam Gadang yang satu ini, kini sudah mulai jarang ditemui dipasaran. 

Hanya beberapa pedagang saja yang menjualnya namun tak pula dengan jumlah yang banyak.

Terkadang juga dijajakan di beberapa pameran kuliner dan bazar UMKN yang cukup serius di gelar di Kota Bukittinggi.

Lanjut Azmi, kue inti adalah menu wajib jika sedang menggelar 'alek' (pesta) baik maupun buruk di Bukittinggi.

Kue Inti, Jajanan Tradisional Bukittinggi yang Kini Jaring Ditemui
Kue Inti, Jajanan Tradisional Bukittinggi yang Kini Jaring Ditemui (TribunPadang.com/Muhammad Fuadi Zikri)

Kuliner ini disandingkan dengan minuman kopi atau teh oleh para tamu.

"Kalau ada acara-acara, inti wajib ada. Sebagai cemilan lah," ucapnya.

Ia menyebut kuliner ini memang mulai jarang ditemui di Kota Bukittinggi.

Menurutnya kuliner tradisional ini kalah saing dengan kuliner modern yang sekarang menjamur.

"Kalau saya membuatnya kalau ada pesanan. Satu lagi kalau ada bazar baru saya buat," katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved