Penanganan Covid

Sumatera Barat Waspadai Kemungkinan Lonjakan Kasus Covid-19 di Sekolah, dan Momentum Tahun Baru

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Emil Mahmud
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Sumbar Mahyeldi

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 saat pembelajaran tatap muka di sekolah serta pada momentum tahun baru yang biasanya menimbulkan keramaian.

Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut, saat ini penyebaran kasus Covid-19 di Sumbar sudah jauh melandai.

"Akan tetapi sesuai arahan presiden, Sumbar harus tetap mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 saat pembelajaran tatap muka di sekolah dimulai juga mengantisipasi keramaian saat tahun baru," kata Gubernur Sumbar mahyeldi, Selasa (26/10/2021).

Menurut Mahyeldi, kemungkinan penyebaran Covid-19 di sekolah yang harus diwaspadai adalah di kantin saat siswa istirahat.

Karenanya, imbuh Mahyeldi nantinya pihak sekolah diingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama memantau lokasi yang dinilai rawan penyebaran virus corona.

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar hingga 26 Oktober 2021 Pagi: Tambah 17 Warga Positif Covid-19, Sembuh 61 Orang

Ilustrasi: Pasien Covid-19 di Indonesia (TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA)

Baca juga: UPDATE Corona Sumbar hingga 15 Oktober 2021 Pagi: Tambah 7 Warga Positif Covid-19, Sembuh 16 Orang

Sementara untuk momentum perayaan tahun baru akan di evaluasi kembali agar tidak muncul banyak kerumunan yang bisa menjadi cluster penyebaran Covid-19.

Mahyeldi mengatakan Pemprov Sumbar sudah mengambil langkah untuk mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.

Di antaranya, dengan mewajibkan tempat wisata pusat kuliner dan mal menyertakan syarat telah divaksin untuk masyarakat yang ingin mengaksesnya.

"Saat ini di Sumbar dari semua indikator terkait Covid-19 hanya capaian vaksinasi yang dinilai masih relatif rendah karena itu upaya untuk meningkatkan capaian itu terus dilakukan dengan berbagai cara dan melibatkan berbagai pihak," tutur Mahyeldi. 

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo menyampaikan positifity rate Indonesia sudah di bawah standar WHO, tetapi trend hampir di semua negara mengalami lonjakan kasus positif Covid-19. 

Hal ini karena mulai longgarnya protokol kesehatan karena itu ia mengingatkan lonjakan sekecil apapun harus hati-hati dan di waspadai. 

"Sekecil apapun kenaikan kasus tetap harus di waspadai. Untuk itu gubernur menyampaikan kepada Bupati, Wali kota, Kapolda, Danrem dan lain-lain agar tetap mengawasi dan berhati-hati. Saya mengingatkan semuanya agar memaksimalkan platform pedulilindungi," tegasnya. (TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)