Objek Wisata Kawasan Timur Padang Dikembangkan, Wako:Goa Kelelawar Hingga Agrowisata Manggis di Pauh

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Mona Triana
Wali Kota Padang Hendri Septa meresmikan Taman Muaro Lasak yang pembangunannya didukung oleh Bank Nagari, Kamis (19/8/2021) pagi.

Laporan Wartawan  TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota Padang akan mengembangkan destinasi objek wisata kawasan timur Kota Padang.

Walikota Padang Hendri Septa mengatakan pengembangan ini berupa perbaikan infrastruktur akses ke lokasi dan promosi objek wisata.

Terdapat beberapa objek wisata potensial yang akan dikembangkan, seperti objek wisata Goa Kelalawar di Kecamatan Lubuk Begalung.

Baca juga: Ungkap Kasus Peredaran Ganja di Kota Padang, Kapolresta Kombes Pol Imran Amir: Masih Ada Pelaku Lain

Baca juga: Tonoik Terekam Kamera CCTV, Sikat Motor CB 150 di Kosan Mahasiswa Kota Padang

Baca juga: Seorang Pelaku Curanmor di Kota Padang Diringkus, Motor Curian Terjaring saat Razia Balapan Liar

"Lalu, ada juga di Lubuk Kilangan, saya bersama warga hari Jumat pagi melihat objek wisata dekat Semen Padang, ada pemadangan air sungai jernih dan bisa diminum. Ada juga potensi air terjun," kata Hendri Septa, usai buka palatihan bagi pelaku pengelola desa wisata atau Pokdarwis Padang, Senin (30/8/2021). 

Selanjutnya, wisata Kota Tua dan Batang Harau dikembangkan dengan cara dicat yang sudah bekerja sama dengan PT Dulux Cat Indonesia.

"Kita akan bekerja sama juga dengan komunitas cagar budaya disana, bagaimana mewujudkan wisata kota tua," ungkapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS : BPBD Kota Padang Terima Laporan, Ada Orang Tenggelam di Pantai Pasir Jambak

Baca juga: Silek Art Festival 2021 di Kota Padang, Bentuk Pengembangan Kebudayaan Minangkabau

Baca juga: Dahan Pohon Berukuran Besar Mendadak Patah, Menimpa Bengkel dan Mobil Milik Warga Kota Padang

Selain itu, pengembangan objek wisata pantai yang ada di sepanjang pesisir Kota Padang.

"Kemudian potensi agrowisata buah manggis di Pauh, mudahan-mudahan dalam waktu dekat bisa jadi rujukan wissata bagi wisatawan lokal dan mancanegara," ungkapnya.

Hendri Septa mengungkapkan, pengembangan objek wisata ini juga bersama pelaku pengelolaan desa wisata atau Pokdarwis.

"Kita siapakan infrastruktur agar wisatawan mudah ke sana dan juga meningkatkan promosi wisata," ungkapnya. (*)