Citizen Journalisn

Tabuik Diving Club (TDC): Menyulap Lahan yang Gersang di Pariaman, Menjadi World Class Green Tourism

Editor: Emil Mahmud
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Seorang pelaku pariwisata Ridwan Tulus (kanan) tampak bersama rekannya melakukan aksi transplantasi terumbu karang di Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)

Oleh Ridwan Tulus, Pelaku Pariwisata

PENULIS sempat bereaksi setelah mendapat laporan dari rekan anggota Tabuik Diving Club - Pariaman terkait kondisi yang terjadi di taman mangrove.

Mengingat taman mangrove yang selama ini dipelihara dan dijaga diduga telah dirusak orang untuk dibuat jalan atas inisiatif dari legislatif setempat untuk dibuat jalan.

Setelah mendapat informasi yang lengkap, penulis langsung menelepon wali kotanya untuk mengkomfirmasikan hal tersebut.

Dan alhamdulillah wali kota langsung meresponnya dengan secara baik dan cukup tanggap dalam hal ini.

Mendengar hal ini membuat saya lega. Dan, beliaupun berkenan saat penulis meminta agar dapat membahas hal ini secara langsung di salah satu televisi atau TV lokal dan menegaskan proyek tersebut dibatalkan.

Hingga, penulis mengajak perwakilan dari TDC dan sekjen dari Green Tourism Institute untuk talk show bersama.

Terumbu karang dan rumput laut di perairan Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (ISTIMEWA/DOK.FOTO:TOMI TAMBIJO)

Memberi Warna buat Pariaman

Hingga kini, penulis cukup sedih melihat Pariaman. Daerah yang kaya akan seni budaya dan keindahan alamnya tapi tidak berhasil membawa kunjungan wisatawan dunia kecuali lokal.

Dan, semenjak kehadiran Konservasi Penyu diPariaman saya mulai memberikan perhatian khusus buat Pariaman. Yakni, sekaligus ingin membantu eksistensi dari konservasi tersebut.

Halaman
1234