Pemprov Sumbar Telah Anggarkan Rp 23 Miliar dari Dana Belanja Tidak Terduga untuk Insentif Nakes

Penulis: Rizka Desri Yusfita
Editor: Mona Triana
Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi saat ditemui, Senin (12/7/2021).

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 23 miliar untuk insentif bagi tenaga kesehatan (nakes).

Sebelumnya, Provinsi Sumbar ditegur oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena dinilai tidak menganggarkan insentif untuk nakes.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar Arry Yuswandi menjelaskan, yang  dimaksud oleh Kemendagri tidak menganggarkan itu karena tidak diambil dari APBD. 

Baca juga: Update Corona di Sumbar, Rabu 21 Juli 2021: Tambah 539 Kasus, Kini Sudah 65.153 Warga Terinfeksi

Baca juga: Cuaca Sumbar Hari Ini, Berpotensi Hujan Ringan Arah ke Solok Hingga Dharmasraya

Baca juga: Idul Adha 2021, Wagub Sumbar Audy Joinaldy Sumbang 7 Ekor Sapi dan 7 Ekor Kambing

Sementara, Provinsi Sumbar menganggarkan dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

"Sebenarnya kita di Sumbar menganggarkan lewat dana BTT, harapan pemerintah pusat bukan lewat itu, tapi refocusing APBD yang biasa," katanya, Kamis (22/7/2021).

Provinsi Sumbar, kata Arry, sudah menganggarkan dana sebesar Rp 23 miliar kurang lebih sesuai kebutuhan hingga bulan Juni lalu. 

Baca juga: Suasana Malam Takbiran Idul Adha di Masjid Raya Sumbar, Hanya Ada Sekitar 20 Jemaah

Baca juga: Nomor Call Center BKSDA Sumbar, Warga Diharapkan Melapor jika Bertemu Satwa Dilindungi

Baca juga: Kasus Positif Corona Sumbar Bertambah 641, Total 61.350 Warga Terinfeksi dan 1.335 Meninggal Dunia

Saat ini masih dalam proses verifikasi berjalan.

Insentif itu diajukan ke Kemenkes lewat aplikasi dan diverifikasi lalu di cek kembali.

"Setelah itu tinggal dibayarkan. Target pembayaran Juli ini sudah dibayarkan," terang Arry. (*)