Antre Truk di SPBU

Solar Langka di Padang, Gubernur Sumbar Mahyeldi: Kita Akan Minta Penjelasan Pertamina

Gubernur Sumbar Mahyeldi saat ditemui, Rabu (16/6/2021).

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota Padang, Sumatera Barat.

Akibat kelangkaan itu, terjadi antrean panjang di jalan raya di sekitar SPBU yang masih menyediakan solar.

Di antaranya SPBU Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji dan SPBU Air Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Baca juga: Solar Langka di Padang, Ketua DPRD Sumbar Menduga Terjadi Penimbunan: Ada Mafia di Sana

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Pasar Ambacang By Pass Padang, Sopir Sebut Gara-gara Solar Langka

Terkait hal itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan pihaknya sudah menugaskan Dinas Perdagangan Provinsi Sumbar untuk meninjau ke lapangan. 

"Itu adalah langkah-langkah kita dalam beberapa hari ini. Kalau memang terjadi kelangkaan solar, tentu mau tidak mau harus kita sediakan," tegas Mahyeldi saat ditemui TribunPadang.com, Rabu (16/6/2021).

Mahyeldi menyebutkan, yang menyediakan BBM jenis solar adalah Pertamina. 

Menurutnya, Pertamina yang akan dievaluasi, bagaimana perkembangannya, ketersediaan solar tersebut, apa penyebab kelangkaan dan segala macamnya. 

"Kita akan minta penjelasan Pertamina, karena memang mereka yang menyediakan," tutur Mahyeldi.

Baca juga: Antre Panjang Pengisian Solar di SPBU Pasar Ambacang Padang Sudah Terjadi Sejak 10 Hari Terakhir

Baca juga: Antrean Panjang di SPBU Pasar Ambacang By Pass Padang, Sopir Sebut Gara-gara Solar Langka

Selain itu, pihaknya juga akan mempertanyakan apakah kelangkaan solar karena memang ada faktor lainnya.

"Apakah ada (faktor bermain), kita tidak tahu, itu perlu kita pelajari, teliti dulu, sehingga ada langkah kongret untuk itu. Jadi Dinas Perdagangan sudah kita minta untuk evaluasi," ujar Mahyeldi.

Dalam situasi sekarang ini, Mahyeldi meminta masyarakat menyikapi hal ini dengan pikiran yang jernih. 

"Mudah-mudah dalam beberapa hari ini akan dapat infromasi dan akan kita lakukan-langkah langkah," sebut Mahyeldi. (*)

Berita Populer