Penanganan Covid

Keterisian Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Sumbar, Kadinkes Arry Yuswandi Sebut di Atas 50 Persen

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Arry Yuswandi saat diwawancara awak media, Kamis (14/1/2021)

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rizka Desri Yusfita

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengungkapkan, keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Sumbar mencapai lebih dari 50 persen.

Arry menjelaskan dari 21 rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumbar untuk tempat tidur, kapasitas yang tersedia sebanyak 1.032 unit dan terpakai mencapai 526 unit.

Sementara, BOR tempat tidur isolasi RS Covid-19 adalah 54,37 persen dan ruang ICU sudah 40,85 persen.

Menurut Arry keterisian tempat tidur isolasi dan tempat tidur intensive care unit (ICU) di rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19 di Sumbar mengalami penurunan.

Baca juga: UPDATE Andani Eka Putra Positif Covid-19, Jubir Satgas: Semoga Cepat Sembuh Prajurit Tangguh

Baca juga: BREAKING NEWS - Andani Eka Putra Dikabarkan Positif Covid-19, Jasman: Semoga Segera Sembuh

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi saat ditemui, Senin (4/1/2021) (TribunPadang.com/Rizka Desri Yusfita)

"Sebelumnya BOR rumah sakit rujukan 53,68 persen, berarti tidak banyak kasus sedang dan berat. Kalau tinggi biasanya diatas 70 persen, itu dibuat merah oleh pusat," ungkap Arry.

Arry menyebut hal itu berdasarkan data kemarin.

RS rujukan hanya diprioritaskan untuk pasien dengan kondisi kasus sedang dan berat.

Kemudian untuk jumlah ventilator, Arry mengatakan Sumbar mendapat bantuan dari BNPB sebanyak 16 unit.

Sebelumnya, RS M Djamil juga telah menerima bantuan 5 unit ventilator beberapa waktu lalu.

"Nantinya ventilator itu akan didistribusikan ke rumah rakit yang membutuhkan," tambah Arry, Minggu (13/6/2021).

Untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan, Arry menyebut Gubernur sudah menginstruksikan bupati wali kota untuk menambah tempat tidur di rumah sakit rujukan.

Selain itu ia juga meminta warga Sumbar agar tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Hal yang paling tepat tetap ikuti protokol kesehatan, sediakan tempat isolasi di nagari, dan vaksinasi mesti digencarkan," jelas Arry. (*)
 

Berita Populer