Menikmati Kue Singgang, Jajanan Khas Minangkabau yang Mengenyangkan, Dibakar di Atas Tungku

Penulis: Rima Kurniati
Editor: Mona Triana
Kue Singgang jajan khas Minangkabau yang mengenyangkan

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rima Kurniati

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sumatera Barat terkenal akan kelezatan kuliner yang dimiliki seperti ada rendang, dendeng, kripik, amping dadih dan lainnya.

Nah, di Kota Padang ada jajanan yang wajib dicoba yaitu kue singgang, jajanan satu ini keberadaannya mulai langka.

Kue singgang bisa ditemukan Jalan Korong Gadang, Sungai Sapih, Kuranji, Padang.

Baca juga: Cicipi Lompong Sagu, Cemilan Panggang Khas Minang yang Mulai Langka, Dibakar Pakai Sabut Kelapa

Baca juga: Resep & Cara Memasak Rendang Daging Sapi Asli Padang, Menu Istimewa di Hari Raya Idul Fitri 2021

Penjual kue singgang, Pak Eri mengatakan kue singgang diolah dari bahan alami, bebas pengawet sehingga sehat untuk tubuh.

Kue singgang dibuat dengan cara dibakar di atas tungku dan menggunakan bara, paling lama sepuluh menit.

"Bahan utamanya tepung beras, gula pasir, parutan kelapa, bahan alami," kata Pak Eri, Jumat (4/6/2021).

Menurutnya, jajan ini juga bikin kenyang, cukup makan dua biji sudah membuat perut kenyang.

Baca juga: Cicip Rinuak Kuliner Khas Danau Maninjau, Menparekraf Sandiaga Uno Minta Agam Kembangkan Desa Wisata

Baca juga: Usaha Kuliner Franchise Duba Kebab Menjanjikan, Empat Bulan Balik Modal

Baca juga: Tugu Gempa Padang Segera Dijadikan Pusat Kuliner Baru dan Fasilitasi Pedagang Kaki Lima

"Sangat pas disantap saat hangat, perpaduan bahan-bahannya masih terasa," ungkapnya.

Menurutnya, kue singgang satunya dijual Rp 1500, sementara jika beli Rp 10 ribu bisa dapat delapan.

Ia sudah jualan kue singgang bertahun-tahun dan selalu diminati pembeli.

"Buka setelah zuhur sampai malam, setelah isya sekitar jam 10an," ungkapnya.

Pak Eri mengatakan dalam satu hari ia bisa menjual sekitar 300 kue singgang.

"Pembeli lumayan banyak juga, orang disini ada beli, ada juga orang lewat lalu nampak dan beli," ungkapnya. (*)