Presiden Promosikan Bipang Ambawang, Mendag Minta Maaf Karena Telah Menimbulkan Kesalahpahaman

Editor: Mona Triana
Presiden Joko Widodo (Jokowi) silaturahmi dengan perwakilan keluarga awak KRI Nanggala-402 di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Kamis (29/4/2021).

Sebagai informasi, bertepatan dengan Lebaran, yakni tanggal 13 Mei 2021, umat Kristiani juga merayakan kenaikan Isa Al Masih.

Karena itu, Ngabalin menilai pernyataan Jokowi tak salah.

"Kalau dilihat dari orang mulai berlibur, kan bukan orang Islam yang hanya menggunakan waktu liburnya."

"Yang mudik ini bukan hanya orang Islam," papar Ngabalin.

"Tidak ada yang perlu difilter, pernyataan itu tidak ada yang salah, salahnya di mana?" tandasnya.

Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner khas daerah Indonesia, menuai polemik karena menyebut bipang (babi panggang) Ambawang.

Diketahui, bipang Ambawang merupakan kuliner khas dari Kalimantan Barat.

"Untuk Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang rindu kuliner khas daerah atau yang biasanya mudik membawa oleh-oleh, tidak perlu ragu untuk memesannya secara online," kata Jokowi dalam video yang dilihat Tribunnews.com, Sabtu (8/5/2021).

"Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Semarang, siomay Bandung, empek-empek Palembang, bipang Ambawang dari Kalimantan, dan lain-lainnya tinggal pesan, dan makanan kesukaan akan diantar sampai ke rumah," imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polemik Bipang Ambawang yang Dipromosikan Jokowi: Mendag Kena Sentil hingga Ngabalin Nilai Tak Salah,