Presiden Promosikan Bipang Ambawang, Mendag Minta Maaf Karena Telah Menimbulkan Kesalahpahaman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) silaturahmi dengan perwakilan keluarga awak KRI Nanggala-402 di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Kamis (29/4/2021).

"Mendag Lutfi mestinya paham kalau mau bikin gerakan seperti itu, jangan malah bekerja tidak teliti sehingga membuat Pak Jokowi terpojok,” tutur Mufti dalam pernyataan yang diterima Tribunnews.com, Sabtu.

Lebih lanjut, Mufti menilai evaluasi menyeluruh perlu dilakukan terhadap kinerja Kementerian Pemandangan.

Ia pun mempertanyakan langkah teknis sebelum video promosi kuliner khas nusantara tersebut ditayangkan.

"Kenapa tidak dicek script-nya, kenapa tidak dicek sebelum dipublikasikan?"

"Apa ada maksud ingin mendiskreditkan Presiden?" tandasnya.

Baca juga: Pergantian Nama Puncak Paku jadi Puncak Jokowi Tuai Pro Kontra, Arsitek Ungkap Hal Ini

Baca juga: Bupati Pessel akan Ubah Nama Puncak Paku Jadi Puncak Jokowi, Sandiaga Uno: Sangat Cerdas

Maman Imanulhaq Terkejut

Wakil Sekretaris Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), KH Maman Imanulhaq. (Istimewa)

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR I, Maman Imanulhaq, mengaku kaget saat mendengar Presiden Jokowi mempromosikan kuliner bipang Ambawang di tengah momen mudik menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 H.

Ia pun menyayangkan pernyataan Jokowi yang menyebut bipang Ambawang bisa jadi satu di antara kuliner yang bisa dipesan secara online saat ini.

"Bagaimana mungkin dalam konteks ucapan lebaran, imbauan jangan mudik dan oleh-oleh khas lebaran sangat tidak etis Presiden malah menyebutkan makanan yang haram dikonsumsi umat Islam," katanya pada Sabtu (8/5/2021), dilansir Tribunnews.

"Tapi apapun jenis kulinernya, yang berbahan bahkan ada unsur babi nya itu adalah haram."

Halaman
1234

Berita Populer