Presiden Promosikan Bipang Ambawang, Mendag Minta Maaf Karena Telah Menimbulkan Kesalahpahaman

Presiden Joko Widodo (Jokowi) silaturahmi dengan perwakilan keluarga awak KRI Nanggala-402 di Lanudal Juanda, Sidoarjo, Kamis (29/4/2021).

TRIBUNPADANG.COM - Terkait pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mempromosikan sejumlah kuliner khas daerah Indonesia, menuai polemik karena menyebut bipang (babi panggang) Ambawang.

Diketahui, bipang Ambawang merupakan kuliner khas dari Kalimantan Barat.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman.

Ia mengatakan tak ada maksud apapun dalam pernyataan Jokowi yang mempromosikan sejumlah kuliner khas nusantara.

Baca juga: Apa Itu Bipang Ambawang yang Dipromosikan Jokowi jadi Kuliner Lebaran? Babi Panggang?

Baca juga: Jokowi Lantik Nadiem Makarim jadi Mendikbud-Ristek, Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi

"Meskipun demikian, kami dari Kemendag selaku penanggungjawab dari acara tersebut, sekali lagi memastikan tidak ada maksud apapun dari pernyataan Bapak Presiden."

"Kami mohon maaf sebesar-besarnya bila terjadi kesalahpahaman," ujar Lutfi dalam pernyataannya yang disiarkan YouTube Kementerian Perdagangan, Sabtu.

Meski Lutfi telah meminta maaf atas polemik yang muncul, ia mendapat kritikan dari politisi PDIP, Mufti Anam.

Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam. (HandOut/Istimewa)

Mufti menilai seharusnya promosi khas kuliner Indonesia yang menyebut bipang Ambawang, tak dikaitkan dengan konteks mudik.

Menurutnya, akan lebih tepat jika promosi itu terkait Hari Bangga Buatan Indonesia (HBBI).

“Presiden Jokowi adalah pecinta kuliner lokal, pecinta UMKM. Tapi tentu beliau tidak hafal nama puluhan ribu jenis kuliner di tanah air."

Halaman
1234

Berita Populer