Masjid Muhammadan Dijuluki Masjid Dakwah Publik Sumbar, Jamaah yang Datang Ada dari Luar Negeri

Penulis: Panji Rahmat
Editor: Mona Triana
Masjid Muhammadan

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rahmat Panji

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Masjid Muhammadan yang terletak di Jalan Pasar Batipuh, Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang berdiri sejak tahun 1792.

Menurut cerita terdahulu, masjid ini terbuat dari kapur, pasir dan gula serta menggunakan putih telur sebagai perekatnya.

Namun, kini masjid yang berdiri di kawasan Kampung Kaliang ini sudah diganti dengan semen tanpa mengurangi atau mengubah bentuk aslinya.

Saat memasuki masjid bercorak hijau putih ini, dapat terlihat sebuah jendela berbentuk seperti mimbar dan ditutupi kain hijau berlambang bulan dan bintang.

Baca juga: Masjid Muhammadan Kota Padang Lakukan Program Khatam Alquran di Bulan Ramadhan 1442 Hijriah 

Baca juga: Masjid Muhammadan Ditetapkan Jadi Cagar Budaya dan Masjid Tertua di Kota Padang

Baca juga: Masjid Muhammadan di Padang, Didirikan Muslim Asal India 2 Abad Lalu, Serak Gulo Jadi Tradisi

Pantauan TribunPadang.com, simbol bulan dan bintang memang banyak ditemukan pada masjid ini.

Masjid Muhammadan memiliki denah berukuran lebar 15 meter, panjang 25 meter, bangunannya terdiri dari tiga lantai dan mampu menampung 1.500 jamah jika digunakan seluruh lantainya. 

Masjid Muhammadan merupakan masjid dakwah publik Sumatera Barat (Sumbar).

Seksi dakwah Masjid Muhammadan Amrurrohman (36)  sewaktu diwawancara pihak TribunPadang.com Kamis (15/4/2021) mengatakan, dakwah dilakukan setiap malam Jumat.

Baca juga: Masjid Muhammadan, Bangunan Bersejarah yang Jadi Objek Wisata Religius di Kota Padang

Baca juga: Hadiri Tradisi Serak Gulo di Padang Ribuan Warga Penuhi Halaman Masjid Muhammadan

Baca juga: POPULER PADANG - Tradisi Serak Gulo di Masjid Muhammadan| Penyebab Hama Wereng Serang Padi

Kegiatan dakwah telah dilakukan sejak tahun 1990an di Masjid Muhammadan.

"Acara dakwah ini dilakukan setelah maghrib sampai Jumat pagi," tambahnya.

Acara tersebut diisi dengan ceramah, pengajian, cerita sahabat dan hadist nabi.

Acara dakwah dibuka untuk umum, untuk perbaikan diri seluruh umat islam.

"Pada masa sekarang pengaruh media sosial terhadap kehidupan umat islam sangat besar akibatnya," terang Amrurrohman.

Baca juga: KISAH Dai Binaan UPZ Baznas Semen Padang, Rosman Jual Kerbau Demi Dakwah di Pedalaman Mentawai

Baca juga: Alami Kebakaran, Pendirian Panti Asuhan Al Falah Berawal dari Dakwah ke Mentawai Tahun 1978

Baca juga: Dakwah Mesut Oezil Bikin Fans Ucap Astagfirullah, Ternyata Ini Penyebabnya

Melalui cerita sahabat tersebut masyarakat bisa mendapat pencerahaan.

"Agar jamaah memiliki panduan atau idola dari para sahabat tersebut," katanya.

Dakwah ini biasanya dihadiri  250-300 jamaah dari seluruh Sumbar bahkan luar negeri.

Menurut Sulaiman (32) marbot Masjid Muhammadan mengatakan sebelum adanya locdown akibat Covid-19 jamaah bisa berasal dari luar negeri.

"Saya pernah lihat jamaah dari Australi, India dan Arab, pada tahun sebelum adanya pandemi Covid-19," terangnya. (*)