Berita Pesisir Selatan

Seorang Ibu Rumah di Pesisir Selatan Dijemput Polisi, Sedang Duduk Santai di Depan Teras Rumah

Penulis: Rezi Azwar
Editor: Emil Mahmud
Tiga orang masing-masing dua laki-laki serta satu ibu rumah tangga (IRT), yang diamankan polisi atas dugaan melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba baru-baru ini di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan (Pessel).

Laporan Wartawan TribunPadang.com, Rezi Azwar

TRIBUNPADANG.COM, PESISIR SELATAN - Polres Pesisir Selatan mengamankan seorang ibu rumah tangga (IRT) bersama dua laki-laki atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu.

Sebelumnya, terduga pelaku tersebut diamankan pada Sabtu tanggal 20 Februari 2021 sekitar pukul 16.00 WIB. sedang duduk di teras rumahnya.

Seorang IRT yang diamankan berinisial M (36) warga yang beralamat di Tanjung Pondok, Kecamatan Koto Bada Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat atau Sumbar.

Selain itu juga diamankan 2 pelaku lainnya berinisial AA (36) dan GY (26), hingga ketiganya berurusan dengan pihak kepolisian lantaran adanya laporan masyarakat bahwa mereka diduga bertransaksi narkoba.

"Mereka kami amankan di Kampung Talang Bungo Kenagarian Tanjung Pondok, Kecamatan Koto Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan," kata Kasat Narkoba Polres Pessel AKP Hidup Mulia, Minggu (21/2/2021).

AKP Hidup Mulia mengatakan pelaku diamankan di sebuah, saat semua pekaku sedang berada di teras rumah.

Selanjutnya, dilakukan penggeledahan di depan saksi-saki dan ditemukan 2 paket diduga narkoba jenis sabu.

"Hingga saat ini, kami masih memintai keterangan pelaku, untuk mencari tahu asal usul barang haram tersebut," kata AKP Hidup Mulia.

Sampai saat ini pihaknya, masih melakukan pengembangan dan telah membawa pelaku serta barang bukti ke Polres Pesisir Selatan.

Baca juga: UPDATE Kasus Guru MAN 1 Padang Pariaman Dirampok Modus Mobil Travel, 3 Pelaku Ditangkap

Update Kasus Ibu Guru di Padang Dirampok

Sementara itu, kasus berbeda hingga kini dari pengembangan pihak kepolisian satu persatu pelaku penyekapan dan perampokan guru MAN 1 Padang Pariaman dengan modus mobil travel berhasil diungkap kasusnya. 

Setelah sebelumnya MM (35) dan IL (35) berhasil dicokok pada waktu yang berbeda pekan lalu, Kamis (18/2/2021) lalu polisi kembali mengamankan seorang pelaku. 

Pelaku ketiga yang diamankan polisi memiliki usia lebih tua dari 2 pelaku lainnya. 

Pelaku berinisial S atau biasa dipanggil Za berusia 47 tahun. 

Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Ardiansyah Rolindo saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan pelaku S diamankan di daerah Siak, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

"Ia, kita amankan pelaku yang melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap guru MAN 1 Padang Pariaman," kata Ardiansyah Rolindo, Sabtu (20/2/2021).

Pelaku pun diserahkan pada Polsek Koto Tangah karena lokasi tindak pidana terjadi di wilayah hukum Polsek Koto Tangah. 

Baca juga: Wanita Beberkan Ikut Kawanan Rampok Ibu Guru di Padang, Ngaku Status Janda Dapat Jatah Rp 4 Juta

Baca juga: Wanita yang Ikut Merampok Guru MAN 1 Padang Pariaman Dalam Mobil Travel Bertugas Tarik Uang di ATM

Mardianto Padang menjelaskan, setelah diamankan di Siak, Riau, pelaku pun dibawa ke Polres Padang Pariaman.

Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian dengan kekerasan dengan modus mobil travel liar di wilayah Polsek koto Tangah.

Aksi perampokan tersebut terjadi tepatnyanya di Simpang Muara Penjalinan, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumbar.

"Satreskrim Polres Padang Pariaman menyerahkan pelaku ke Polsek Koto Tangah, karena locus delikti berada di wilkum Polsek Koto Tangah," ujarnya.

Saat ini masih ada 1 pelaku lagi yang sedang dalam pengejaran polisi.

Diberitakan sebelumnya, perampokan guru MAN 1 Padang Pariaman di atas mobil travel dilakukan oleh 4 orang. 

Selasa (16/2/2021) lalu, polisi menangkap seorang perempuan inisial IL (35) tahun.

Penangkapan IL menyusul setelah sebelumnya polisi menangkap seorang pria inisial MM (35) yang menjadi otak perampokan.

Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Ipda Maedianto Padang menambahkan pelaku diamankan saat sedang jual sendal jepit di Pasar Siak.

"Tidak ada perlawanan saat diamankan," kata Mardianto Padang.

Baca juga: Seorang Perampok Guru MAN 1 Padang Pariaman Ternyata Perempuan, Ngaku Terima Rp 4 Juta

Baca juga: Ini Peran Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Bermodus Mobil Travel Liar, Telah Diamankan Polisi

Baca juga: Polisi Amankan Seorang Perempuan Diduga Pelaku Kejahatan, Sekap dan Aniaya Seorang Guru

Kanit Reskrim Polsek Koto Tangah, Ipda Mardianto Padang, menuturkan IL ditangkap Selasa (16/2/2021) kemarin.

Perempuan ini diamankan di rumah yang baru dikontraknya sekitar 2 minggu di Durian Taruang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Dalam aksi perampokan ini, IL berperan menarik yang dari ATM milik korban.

Penarikan uang ATM dilakukan di kawasan Aia Pacah, Koto Tangah.

Kala itu dirinya menarik uang milik korban sebesar Rp 10 juta.

Pelaku ini mengaku mendapat bagian Rp 4 juta dari MM yang menjadi otak perampokan.

Baca juga: Seorang Ibu Guru Kena Rampok Dalam Mobil Tujuan Padang Pariaman, Korban Mengira Kendaraan Travel

Baca juga: Kasus Ibu Guru di Padang Kena Rampok, Polisi Perkirakan Pelaku 4 Orang, Termasuk 1 Perempuan

"Saat ini sudah diamankan 2 pelaku, dan 2 pelaku lagi yang masih DPO (daftar pencarian orang). Pelaku lainnya sedang dalam pengejaran, identitasnya sudah kita kantongi," katanya kata Mardianto Padang, Rabu (17/2/2021).

Polisi juga menyita satu unit HP dan satu unit mobil Avanza BA 1483 BX warna silver yang digunakan pelaku saat beraksi.

Sementara MM yang menjadi otak perampokan sudah lebih dulu diamankan polisi. 

Warga Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai ini diamankan Jumat (12/2/2021) lalu sekitar pukul 07.00 WIB di Salimpauang, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar

"Kita berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap seorang guru bernama Nurlela (44) warga Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumbar," kata Ipda Mardianto Padang, Sabtu (13/2/2021).

Pelaku melancarkan aksinya bermoduskan travel liar.

"Awalnya sesuai laporan Polisi yang masuk pada Selasa 2 Februari 2021 yang masuk ke Polsek Koto Tangah terkait adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan," katanya.

Setelah dilakukan penyelidikan, berhasil ditemukan satu orang.

Diketahui informasi pelaku berkat kerja sama tukar informasi dengan Polsek Batang Anai dan dibantu Satreskrim Polresta Padang.

"Saat ini pekaku sudah diamankan dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, karena saat diamankan pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas serta terukur," katanya Sabtu (13/2/2021) lalu. 

Kaki sebelah kanan pelaku dihadiahi timah panas sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Pelaku berperan sebagai sopir dalam perkara tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut," katanya.

Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku diketahui bahwa aksinya dilakukan sebanyak 4 orang.

"Pelaku terdiri dari 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Sedangkan yang diamankan baru 1 orang laki-laki," katanya.

Seorang Ibu Guru Kena Rampok Dalam Mobil Tujuan Padang Pariaman, Korban Mengira Kendaraan Travel

Aksi Rampok Modus Gembos Ban Terekam CCTV SPBU di Padang, Pelaku Perhatikan Korban dan Telepon Teman

Berkat Kunci Cadangan, Sopir Truk Bikin 5 Perampok Lari Terbirit-birit, Mobil Pelaku Ditabrak

Aksi Rampok Modus Gembos Ban Terekam CCTV SPBU di Padang, Pelaku Perhatikan Korban dan Telepon Teman

Diberitakan sebelumnya, Nurlela, menjadi korban tindak kejahatan di dalam sebuah mobil dalam perjalanan Selasa (2/2/2021).

Dari penjelasan Kepala MAN 1 Padang Pariaman, Amrizon, -- kepala sekolah tempat korban mengajar -- semula korban yang mengira kendaraan yang dinaikinya adalah jasa angkutan mobil travel.

Dikatakan, selang beberapa menit perjalanan dalam mobil, mendadak korban mendapat perlakuan kasar oleh kawanan pelaku rampok tersebut.

Lanjutnya, korban yang masih berada di bawah ancaman pelaku juga mengalami perlakuan kasar ketika secara paksa anting emas diambil di telinga hingga mengalami sakit.

Begitu pula, imbuhnya ketika kawanan pelaku rampok memaksa korban agar memberitahukan nomor/kode PIN dari kartu Anjungan Tunai Mandiri atau ATM miliknya.

"Sedangkan untuk ATM (korban) dimintai nomor pin oleh pelaku sembari mereka (kawanan pelaku) terus keliling dan jalan-jalan mencari mesin ATM," katanya.

Pada saat, para pelaku mendapatkan ATM dan ternyata korban memberikan kode pin yang salah, lantas korban mendapatkan kekerasan lagi.

Diduga, kepala korban sempat dibenturkan oleh kawanan rampok ke mobil tersebut.

Setelah diberikan pin dan ternyata salah, kepala korban dibenturkan ke dinding mobil oleh kawanan pelaku rampok tersebut.

Kejadian mengenaskan setelah pelaku mendapat kode yang benar dari pin ATM milik korban, seketika saldo tabungan korban dikuras sampai habis.(*)