Berita Pesisir Selatan

Seorang Ibu Rumah di Pesisir Selatan Dijemput Polisi, Sedang Duduk Santai di Depan Teras Rumah

Tiga orang masing-masing dua laki-laki serta satu ibu rumah tangga (IRT), yang diamankan polisi atas dugaan melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba baru-baru ini di wilayah hukum Polres Pesisir Selatan (Pessel).

Dalam aksi perampokan ini, IL berperan menarik yang dari ATM milik korban.

Penarikan uang ATM dilakukan di kawasan Aia Pacah, Koto Tangah.

Kala itu dirinya menarik uang milik korban sebesar Rp 10 juta.

Pelaku ini mengaku mendapat bagian Rp 4 juta dari MM yang menjadi otak perampokan.

Baca juga: Seorang Ibu Guru Kena Rampok Dalam Mobil Tujuan Padang Pariaman, Korban Mengira Kendaraan Travel

Baca juga: Kasus Ibu Guru di Padang Kena Rampok, Polisi Perkirakan Pelaku 4 Orang, Termasuk 1 Perempuan

"Saat ini sudah diamankan 2 pelaku, dan 2 pelaku lagi yang masih DPO (daftar pencarian orang). Pelaku lainnya sedang dalam pengejaran, identitasnya sudah kita kantongi," katanya kata Mardianto Padang, Rabu (17/2/2021).

Polisi juga menyita satu unit HP dan satu unit mobil Avanza BA 1483 BX warna silver yang digunakan pelaku saat beraksi.

Sementara MM yang menjadi otak perampokan sudah lebih dulu diamankan polisi. 

Warga Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai ini diamankan Jumat (12/2/2021) lalu sekitar pukul 07.00 WIB di Salimpauang, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar

"Kita berhasil mengamankan pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap seorang guru bernama Nurlela (44) warga Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang, Sumbar," kata Ipda Mardianto Padang, Sabtu (13/2/2021).

Pelaku melancarkan aksinya bermoduskan travel liar.

"Awalnya sesuai laporan Polisi yang masuk pada Selasa 2 Februari 2021 yang masuk ke Polsek Koto Tangah terkait adanya tindak pidana pencurian dengan kekerasan," katanya.

Setelah dilakukan penyelidikan, berhasil ditemukan satu orang.

Diketahui informasi pelaku berkat kerja sama tukar informasi dengan Polsek Batang Anai dan dibantu Satreskrim Polresta Padang.

"Saat ini pekaku sudah diamankan dan dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara, karena saat diamankan pelaku melakukan perlawanan sehingga petugas melakukan tindakan tegas serta terukur," katanya Sabtu (13/2/2021) lalu. 

Kaki sebelah kanan pelaku dihadiahi timah panas sehingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Pelaku berperan sebagai sopir dalam perkara tindak pidana pencurian dengan kekerasan tersebut," katanya.

Berdasarkan keterangan sementara dari pelaku diketahui bahwa aksinya dilakukan sebanyak 4 orang.

"Pelaku terdiri dari 3 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Sedangkan yang diamankan baru 1 orang laki-laki," katanya.

Seorang Ibu Guru Kena Rampok Dalam Mobil Tujuan Padang Pariaman, Korban Mengira Kendaraan Travel

Aksi Rampok Modus Gembos Ban Terekam CCTV SPBU di Padang, Pelaku Perhatikan Korban dan Telepon Teman

Berkat Kunci Cadangan, Sopir Truk Bikin 5 Perampok Lari Terbirit-birit, Mobil Pelaku Ditabrak

Aksi Rampok Modus Gembos Ban Terekam CCTV SPBU di Padang, Pelaku Perhatikan Korban dan Telepon Teman

Diberitakan sebelumnya, Nurlela, menjadi korban tindak kejahatan di dalam sebuah mobil dalam perjalanan Selasa (2/2/2021).

Dari penjelasan Kepala MAN 1 Padang Pariaman, Amrizon, -- kepala sekolah tempat korban mengajar -- semula korban yang mengira kendaraan yang dinaikinya adalah jasa angkutan mobil travel.

Dikatakan, selang beberapa menit perjalanan dalam mobil, mendadak korban mendapat perlakuan kasar oleh kawanan pelaku rampok tersebut.

Lanjutnya, korban yang masih berada di bawah ancaman pelaku juga mengalami perlakuan kasar ketika secara paksa anting emas diambil di telinga hingga mengalami sakit.

Begitu pula, imbuhnya ketika kawanan pelaku rampok memaksa korban agar memberitahukan nomor/kode PIN dari kartu Anjungan Tunai Mandiri atau ATM miliknya.

"Sedangkan untuk ATM (korban) dimintai nomor pin oleh pelaku sembari mereka (kawanan pelaku) terus keliling dan jalan-jalan mencari mesin ATM," katanya.

Pada saat, para pelaku mendapatkan ATM dan ternyata korban memberikan kode pin yang salah, lantas korban mendapatkan kekerasan lagi.

Diduga, kepala korban sempat dibenturkan oleh kawanan rampok ke mobil tersebut.

Setelah diberikan pin dan ternyata salah, kepala korban dibenturkan ke dinding mobil oleh kawanan pelaku rampok tersebut.

Kejadian mengenaskan setelah pelaku mendapat kode yang benar dari pin ATM milik korban, seketika saldo tabungan korban dikuras sampai habis.(*)

Berita Populer