Berita Populer Padang
POPULER PADANG: Kebutuhan Sapi Masih Bergantung Provinsi Tetangga dan Hikmah Kurban Teladani Ibrahim
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengungkapkan bahwa pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah tahun ini, Provinsi Sumbar belum mampu memenuhi k
TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Simak sejumlah berita populer Padang yang dirangkum dalam 24 jam terakhir tayang di TribunPadang.com.
Pertama, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengungkapkan bahwa pada perayaan Idul Adha 1446 ini Sumbar belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan sapi kurban secara mandiri.
Akibat keterbatasan tersebut, Pemprov Sumbar masih harus mendatangkan sapi dari provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Lampung.
Ribuan jamaah memadati Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Jumat (6/6/2025), untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 H.
Dalam khutbah bertajuk "Meneladani Nabi AS dalam Perjuangan dan Pengorbanan", Ustaz Fardi Rahman menggambarkan perjalanan hidup Nabi sebagai sosok teladan dalam dakwah, kesungguhan, dan pengorbanan demi meraih ridha Allah SWT.
Baca berita selengkapnya berikut ini:
1. Kebutuhan Sapi Kurban Idul Adha 1446 H, Sumbar Masih Bergantung pada Provinsi Tetangga
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, mengungkapkan bahwa pada perayaan Idul Adha 1446 Hijriah tahun ini, Provinsi Sumbar belum mampu memenuhi kebutuhan pasokan sapi kurban secara mandiri.
Akibat keterbatasan tersebut, Pemprov Sumbar masih harus mendatangkan sapi dari provinsi tetangga seperti Sumatera Utara dan Lampung.
"Kita belum bisa memenuhi sendiri pasokan sapi kurban. Oleh karena itu, kita masih disuplai dari Sumatera Utara dan Lampung. Jadi, untuk saat ini memang belum bisa kita penuhi sepenuhnya," ujar Mahyeldi kepada wartawan, Jumat (6/6/2025).
Mahyeldi menambahkan, ke depannya, Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan sapi kurban dari dalam daerah sendiri, khususnya dari 19 kabupaten dan kota yang ada di Sumbar.
Baca juga: Sapi Kurban Presiden di Pasaman Barat Sumbar Diserahkan kepada Panitia Masjid Almukminin
"Ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita. Oleh karena itu, ke depan kita harus mampu memenuhi kebutuhan sapi kurban dan konsumsi daging harian masyarakat dari produksi daerah sendiri," jelasnya.
Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, juga akan mengambil langkah serius dalam membenahi sektor peternakan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan sapi lokal.
"Selain kita serius membenahi sektor pertanian, kita juga akan serius mengembangkan sektor peternakan," tegasnya.
Saat ditanya mengenai total kebutuhan sapi untuk kurban tahun ini, Mahyeldi mengaku belum menerima data pasti.
"Untuk jumlah kebutuhan sapi tahun ini, saya belum mendapat informasi yang pasti. Namun, tahun lalu kita membutuhkan sekitar 6.000 ekor sapi," pungkasnya.
2. Salat Idul Adha di PT Semen Padang, Khatib Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim
Ribuan jamaah memadati Lapangan Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, Jumat (6/6/2025), untuk menunaikan Salat Idul Adha 1446 H.
Takbir dan tahmid menggema mengiringi salat dua rakaat yang dipimpin Ustaz Riko Febrianto sebagai imam, dan H. Fardi Rahman, Lc., M.Sy. sebagai khatib.
Jajaran manajemen perusahaan turut hadir, di antaranya Plt Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan dan Umum Oktoweri, serta Komisaris Khairul Jasmi.
Kehadiran para pimpinan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk terus menjalin kedekatan dengan masyarakat dan karyawan, termasuk dalam momentum keagamaan.
Baca juga: Idul Adha 1446 H, Semen Padang Tebar Manfaat Lewat 34 Sapi Kurban
Dalam sambutannya, Pri Gustari menyampaikan bahwa Idul Adha adalah momen spiritual yang sarat makna, khususnya tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan.
Ia mengajak jamaah untuk meneladani keteguhan iman Nabi AS dan ketaatan Nabi Ismail AS terhadap perintah Allah SWT.
"Peristiwa yang dialami Nabi dan Ismail mengajarkan pentingnya ketaatan mutlak kepada Allah serta kesiapan untuk berkorban demi kemaslahatan yang lebih besar. Mari jadikan Idul Adha sebagai sarana memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, dan membangun solidaritas sosial,” ujarnya.
Pri menambahkan, sebagai bagian dari SIG sekaligus industri strategis nasional, PT Semen Padang yang merupakan produsen semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara sejak 1910, memiliki tanggung jawab sosial untuk senantiasa hadir bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program sosial dan keagamaan, seperti pembangunan masjid, santunan anak yatim, dukungan dakwah Islam, serta pemberdayaan ekonomi umat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan UPZ Baznas Semen Padang.
Baca juga: Momen Hari Lingkungan Hidup, Semen Padang Donasikan Tong Sampah Terpilah di Ulakan Padang Pariaman
Tahun ini, perusahaan menyalurkan 34 ekor sapi kurban ke sejumlah wilayah operasional, seperti Lubuk Kilangan, Pauh, dan Lubuk Begalung, serta ke perwakilan di Dumai, Aceh, dan Bengkulu.
“Ini adalah agenda rutin tahunan sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus bagian dari syiar Islam. Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat,” tutur Pri.
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan dan doa demi keberlangsungan serta inovasi PT Semen Padang sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Barat.
Keteladanan dan Pengorbanan Nabi
Dalam khutbah bertajuk "Meneladani Nabi AS dalam Perjuangan dan Pengorbanan", Ustaz Fardi Rahman menggambarkan perjalanan hidup Nabi sebagai sosok teladan dalam dakwah, kesungguhan, dan pengorbanan demi meraih ridha Allah SWT.
Ia menuturkan, berbagai ujian yang dihadapi Nabi —dari keluarganya yang menyembah berhala, konfrontasi dengan Raja Namrud, hingga perintah menyembelih anaknya, Ismail—menjadi bukti pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang istiqamah dan berserah diri.
Baca juga: Pererat Ukhuwah, PT Semen Padang Ajak Warga Salat Iduladha di Plaza Kantor Pusat
Tiga momen utama disorot dalam khutbah tersebut. Pertama, perjuangan Nabi melawan kesyirikan dan tirani, termasuk peristiwa pembakaran oleh Namrud yang justru menjadi mukjizat ketika api menjadi dingin dan menyelamatkannya.
Kedua, kisah penyembelihan Ismail yang menunjukkan kepatuhan total kepada Allah. Saat Nabi hendak menyembelih putranya, pisau tak mampu melukai leher Ismail. Allah kemudian menggantinya dengan seekor domba jantan sebagai bentuk kasih sayang dan ujian keimanan.
“Peristiwa kurban ini menjadi simbol ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT,” ujar Ustaz Fardi.
Ketiga, perintah Allah kepada Nabi untuk membangun Ka'bah dan menyeru umat manusia agar menunaikan ibadah haji. Seruan itu dikabulkan Allah hingga terdengar ke seluruh penjuru dunia, bahkan oleh generasi yang belum lahir.
“Kisah Nabi mengajarkan kita pentingnya memiliki salimul aqidah (akidah yang lurus) dan matinul khuluq (akhlak yang kokoh). Kita diajak menjadi pribadi yang siap berkorban dan senantiasa menegakkan nilai-nilai Islam,” tutup dai yang dikenal luas di Sumatera Barat ini. (rls)
3 Berita Populer Padang: Pencuri Beraksi, 8 Anggota Polda Sumbar Terima Umrah Gratis, Info Cuaca |
![]() |
---|
3 Berita Populer Padang: Update Kondisi Robohnya Gapura, Tuntutan Hukuman Mati Dadang Iskandar |
![]() |
---|
3 Berita Populer Padang: Damkar Tegaskan Layanan Gratis dan Harga Emas Stabil |
![]() |
---|
2 Berita Populer Padang: Pekerja Lepas PT SUMA Alami Kecelakaan Kerja dan KSB Gelar Jaselisa |
![]() |
---|
3 BERITA POPULER PADANG: Kebakaran Ruko Tewaskan 1 Orang dan Tanggapan Gubernur Terkait Laka Kereta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.