Banjir di Pasaman

Rumah Warga Rusak Akibat Banjir di Pasaman Sumbar, Normalisasi Sungai Perlu Segera Dilakukan

Satu unit rumah warga di kampung kubu sungkai, Jorong III Rambah, Nagari lansek Kadok, Kecamatan Rao selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat ...

Penulis: Ahmad Romi | Editor: Fuadi Zikri
Dokumentasi/Antoni
BANJIR DI PASAMAN: Rumah warga di Nagari Lansek Kadok, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat rusak akibat banjir yang terjadi pada Kamis (27/2/2025) dini hari. 

TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN BARAT - Satu unit rumah warga di kampung kubu sungkai, Jorong III Rambah, Nagari lansek Kadok, Kecamatan Rao selatan, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat rusak parah akibat banjir.

Dimana banjir yang terjadi pada Kamis (27/2/2025) dini hari tadi mengakibatkan beberapa bagian rumah milik Masrijal (52) roboh dan hancur.

Wali Nagari Lansek Kadok Antoni kepada tribunpadang.com mengatakan bahwa selain rusaknya bagian rumah tersebut, yang paling berbahaya adalah kabel PLN yang ikut lepas.

"Benar, beberapa bagian rumah ini runtuh dan ambruk. Tapi kita minta pihak PLN untuk turun, karena kabel listrik di rumah itu juga ikut jatuh dibawa bagian rumah yang ambruk," ungkapnya.

Karena menurutnya hal itu jika tidak segera ditangani, maka ditakutkan akan memakan korban jiwa apabila aliran listrik menyentuh air.

Kemudian, Antoni juga menyebut selain rumah warga yang rusak parah, beberapa fasilitas umum lainnya juga sudah terdampak.

"Jembatan yang di depan masjid itu juga sudah miring, takutnya jika tidak segera ditangani, maka bisa saja akan ambruk sehingga akan membuat akses warga terputus," jelasnya.

Baca juga: Longsor di Pangkalan Lima Puluh Kota, Lalu Lintas Sumbar-Riau Tersendat

Kemudian, rumah warga yang berada di sepanjang aliran sungai di daerah itu juga sudah sangat terancam dikarenakan erosi yang terus terjadi.

"Kita berharap memang segera bisa dilakukan normalisasi sungai, sehingga ketika hujan air tidak lagi masuk ke pemukiman warga," harapnya.

Di samping itu, ia juga berharap agar dilakukan pembangunan penahan tebing di sepanjang aliran sungai khususnya di sekitaran pemukiman warga.

"Kita takutnya nanti rumah warga amblas, karena permukaan tanah yang terus digerus air dan konturnya tentu sudah sangat rentan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa banjir mulai terjadi sekitar pukul 05.00 WIB pagi tadi dan merendam sekitar 30 unit rumah warga.

Dimana hal itu diakibatkan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi sejak Kamis (27/2/2025) dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Hingga sekarang hujan masih terus terjadi, dengan intensitas sedang.

Untuk ketinggian air, Antoni menyebut di pemukiman warga air mencapai tinggi sekitar satu meter.

Sedangkan untuk warga tidak ada yang mengungsi dan kondisi warga masih aman.

_____
Baca berita terbaru di Saluran TribunPadang.com dan Google News

Sumber: Tribun Padang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved