25 Contoh Soal PPPK Teknis 2024 Penata Layanan Operasional, Lengkap dengan Kunci Jawaban

Konten ini berisi kumpulan contoh soal PPPK Teknis materi penata layanan operisional. Latihan soal PPPK Teknis 2024 membantu meningkatkan kecepatan

Editor: afrizal
TribunPadang.com/Canva
Contoh Soal PPPK Teknis 2024 Penata Layanan Operasional, Lengkap dengan Kunci Jawaban 

Konten ini berisi kumpulan contoh soal PPPK Teknis materi penata layanan operisional

TRIBUNPADANG.COM, PADANG- Menjelang pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024, persaingan untuk posisi Penata Layanan Operasional semakin ketat.

Pelamar perlu mempersiapkan diri dengan matang agar dapat bersaing dengan baik dengan mempelajari contoh soal PPPK Teknis 2024

Di tengah persaingan yang semakin ketat, tidak ada salahnya bagi pelamar untuk mencari berbagai sumber belajar, termasuk buku panduan, forum diskusi, dan kelompok belajar. 

Baca juga: Contoh Soal PPPK Teknis dan Kunci Jawabannya, Jabatan Teknik Pengairan Ahli Pertama Kementrian PUPR

Salah satu strategi yang efektif adalah dengan mempelajari dan memahami contoh soal PPPK Teknis 2024 untuk penata layanan operasional.

Dalam konteks ini, kompetensi teknis menjadi kunci utama bagi calon pelamar untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Soal-soal yang dirancang untuk menguji kompetensi ini tidak hanya mencakup aspek pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan dalam pekerjaan sehari-hari.

Dengan memahami contoh soal yang ada dapat melatih kemampuan analisis dan penalaran logis yang dibutuhkan dalam posisi ini.

Selain itu, latihan soal PPPK Teknis 2024 juga membantu meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam menjawab, yang merupakan faktor krusial saat ujian berlangsung.

Baca juga: Contoh Soal PPPK Teknis dan Kunci Jawabannya, Jabatan Penata Penanggulangan Bencana BNPB

Melansir akun youtube Arra Alesha, simak beberapa contoh soal yang representatif, disertai dengan kunci jawaban, sehingga peserta dapat mengetahui jawaban di setiap pertanyaan.

Melalui contoh soal yang akan dibahas, diharapkan calon pelamar dapat mengasah keterampilan dan meningkatkan kepercayaan diri.

Contoh soal PPPK Teknis 2024 Penata Layanan Operasional

1. Pemerintah Kota X sedang mengembangkan sistem informasi layanan terpadu untuk meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Dalam tahap implementasi, ditemukan bahwa beberapa instansi masih menggunakan sistem legacy yang tidak kompatibel dengan sistem baru. Sebagai Penata Layanan Operasional, langkah terbaik yang harus diambil adalah:

A. Memaksa semua instansi untuk segera beralih ke sistem baru tanpa mempertimbangkan dampaknya

B. Membiarkan instansi tersebut tetap menggunakan sistem lama tanpa integrasi

C. Mengembangkan middleware untuk mengintegrasikan sistem legacy dengan sistem baru

D. Menunda implementasi sistem baru hingga semua instansi siap beralih

E. Membuat sistem baru terpisah untuk instansi yang masih menggunakan sistem legacy

Jawaban : C

Baca juga: Contoh Soal PPPK 2023 Tenaga Teknis Jabatan Analis Sumber Daya Manusia Ahli Pertama & Kunci Jawaban

2. Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Y melakukan analisis data transaksi layanan selama 5 tahun terakhir. Analisis menunjukkan bahwa 30 persen keluhan masyarakat terkait dengan lamanya waktu pemrosesan dokumen. Jika Anda diminta untuk memberikan rekomendasi berbasis data untuk mengatasi masalah ini, pendekatan yang paling tepat adalah:

A. Menambah jumlah pegawai front office untuk mempercepat proses pelayanan

B. Melakukan automatisasi proses verifikasi dokumen menggunakan kecerdasan buatan

C. Membatasi jumlah layanan yang diberikan per hari untuk mengurangi beban kerja

D. Memperpanjang jam kerja kantor untuk mengakomodasi lebih banyak layanan 

E. Mengalihkan semua layanan ke platform online tanpa opsi tatap muka

Jawaban : B

3. Pemerintah Provinsi Z berencana mengimplementasikan sistem Single Sign-On (SSO) untuk seluruh layanan publik online. Dalam proses perencanaan, ditemukan bahwa beberapa OPD memiliki kekhawatiran terkait keamanan data. Sebagai Penata Layanan Operasional, strategi terbaik untuk mengatasi kekhawatiran ini sambil tetap mendorong adopsi SSO adalah:

A. Mengabaikan kekhawatiran dan memaksa semua OPD untuk mengadopsi sistem SSO

B. Membiarkan OPD yang khawatir untuk tetap menggunakan sistem terpisah 

C. Mengimplementasikan sistem SSO dengan fitur keamanan berlapis dan melakukan sosialisasi intensif

D. Menunda implementasi SSO hingga semua OPD setuju

E. Membuat dua sistem paralel: SSO dan non-SSO

Jawaban : C

Baca juga: 8 Contoh Soal PPPK 2023 Tenaga Kesehatan untuk Jabatan Perawat Lengkap dengan Kunci Jawaban

4. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Q mengalami lonjakan signifikan dalam pengajuan izin usaha online. Sistem database yang ada mengalami overload, menyebabkan kelambatan dan kadang crash. Sebagai solusi jangka pendek sambil menunggu upgrade infrastruktur, tindakan yang paling tepat adalah:

A. Membatasi jumlah pengajuan izin online per hari

B. Mengalihkan sebagian pengajuan ke proses manual

C. Menerapkan sistem antrian digital dengan estimasi waktu tunggu

D. Memperpanjang waktu proses izin untuk mengurangi beban sistem

E. Menonaktifkan layanan online sementara waktu

Jawaban : C

5. Pemerintah Kabupaten R ingin mengimplementasikan dashboard kinerja layanan real-time untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Namun, ditemukan bahwa data dari berbagai OPD memiliki format yang berbeda-beda. Langkah paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah:

A. Memaksa semua OPD untuk mengubah format data mereka ke standar baru

B. Membuat dashboard terpisah untuk setiap format data OPD

C. Mengimplementasikan data lake dengan ETL tools untuk standarisasi data

D. Menunda implementasi dashboard hingga semua OPD menyeragamkan format data

E. Membatasi dashboard hanya untuk OPD dengan format data yang sudah sesuai

Jawaban: C

6. Dinas Kesehatan Kota S menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan data pasien dari berbagai puskesmas dan rumah sakit untuk pelaporan kinerja layanan kesehatan. Beberapa fasilitas kesehatan menggunakan sistem elektronik, sementara yang lain masih manual. Solusi paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah:

A. Mewajibkan semua fasilitas kesehatan untuk beralih ke sistem elektronik dalam waktu 1 bulan

B. Membuat tim khusus untuk menginput data manual ke sistem elektronik pusat

C. Mengembangkan API gateway dengan kemampuan input data manual dan integrasi otomatis

D. Menerapkan sistem pelaporan terpisah untuk fasilitas manual dan elektronik 

E. Menunda pelaporan kinerja hingga semua fasilitas menggunakan sistem yang sama

Jawaban: C

7. Dalam upaya meningkatkan efisiensi layanan, Pemerintah Provinsi U ingin mengimplementasikan sistem prediksi kebutuhan layanan menggunakan machine learning. Data historis menunjukkan pola yang tidak konsisten akibat berbagai faktor eksternal. Pendekatan yang paling tepat untuk mengembangkan model prediksi yang akurat adalah: 

A. Menggunakan simple linear regression berdasarkan tren umum

B. Menerapkan ensemble method dengan kombinasi algoritma machine learning

C. Fokus hanya pada data dari periode tertentu yang dianggap paling representatif

D. Mengabaikan faktor eksternal dan hanya menggunakan data internal untuk prediksi

E. Mengandalkan penilaian ahli daripada model machine learning

Jawaban : B

8. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota V menghadapi tantangan dalam mengelola berbagai platform media sosial untuk layanan informasi publik. Beberapa platform menunjukkan engagement yang rendah, sementara yang lain overload dengan pertanyaan. Strategi pengelolaan konten dan interaksi yang paling efektif adalah:

A. Fokus hanya pada platform dengan engagement tertinggi dan meninggalkan yang lain

B. Membuat konten yang identik untuk semua platform tanpa mempertimbangkan karakteristik masing-masing

C. Mengimplementasikan strategi omnichannel dengan personalisasi konten per platform

D. Mengalihkan semua interaksi ke satu platform untuk kemudahan pengelolaan E. Mengurangi frekuensi posting untuk mengurangi beban pengelolaan

Jawaban : C

8. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi W ingin meningkatkan akurasi dalam prediksi kebutuhan pegawai untuk berbagai posisi di pemerintahan. Data historis menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti pergantian kebijakan, fluktuasi ekonomi, dan tren demografi mempengaruhi kebutuhan pegawai secara signifikan. Pendekatan analisis data yang paling komprehensif untuk menghasilkan prediksi akurat adalah:

A. Menggunakan simple time series analysis berdasarkan data rekrutmen historis

B. Menerapkan regresi logistik untuk memprediksi kebutuhan per posisi

C. Mengembangkan model machine learning dengan integrasi data eksternal dan internal

D. Fokus pada analisis deskriptif untuk memahami tren masa lalu tanpa melakukan prediksi

E. Mengandalkan estimasi manual dari kepala departemen tanpa analisis data

Jawaban : C

10. Pemerintah Provinsi Z menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan data dari berbagai sumber untuk sistem informasi layanan terpadu. Data yang diterima sering tidak konsisten dan memiliki format yang berbeda-beda. Solusi paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah:

A. Membangun data warehouse terpusat

B. Mengimplementasikan sistem ETL (Extract, Transform, Load)

C. Menerapkan standarisasi format data di semua instansi

D. Menggunakan teknik machine learning untuk harmonisasi data

E. Membuat tim khusus untuk entri data manual

Jawaban : B

11. Sebuah kota besar menerapkan sistem informasi layanan terpadu untuk manajemen transportasi publik. Sistem ini mengintegrasikan data dari bus, kereta, dan lalu lintas real-time. Namun, pengguna melaporkan ketidakakuratan informasi jadwal. Analisis menunjukkan bahwa masalah utamanya adalah:

A. Overload server karena volume data yang besar

B. Keterlambatan update data dari kendaraan ke sistem pusat

C. Kesalahan algoritma prediksi waktu tempuh

D. Interferensi sinyal GPS di area tertentu

E. Kurangnya sinkronisasi waktu antar subsistem

Jawaban : E

12. Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota A mengimplementasikan sistem pengelolaan database layanan baru. Setelah migrasi, ditemukan bahwa beberapa data historis tidak dapat diakses. Investigasi menunjukkan bahwa:

A. Data rusak selama proses migrasi

B. Perbedaan struktur database lama dan baru

C. Kegagalan backup sebelum migrasi

D. Kesalahan indeksasi pada database baru

E. Ketidakcocokan versi software database

Jawaban : B

13. Pemerintah Daerah B menghadapi tantangan dalam memastikan integritas data pada sistem informasi layanan terpadu mereka. Untuk mengatasi ini, mereka memutuskan untuk mengimplementasikan:

A. Sistem blockchain untuk semua transaksi data

B. Mekanisme validasi data berbasis Al

C. Sistem audit log terpusat dengan digital signature D. Replikasi data real-time ke multiple data center

E. Enkripsi end-to-end untuk semua data dalam transit dan at rest

Jawaban : C

14. Dalam upaya meningkatkan efisiensi pelaporan kinerja layanan, Kementerian X mengembangkan dashboard analytics yang mengintegrasikan data dari berbagai unit layanan. Namun, beberapa unit melaporkan bahwa data mereka tidak tercermin dengan akurat di dashboard. Analisis menunjukkan bahwa masalah utamanya adalah:

A. Ketidaksesuaian definisi metrik antar unit

B. Keterlambatan update data real-time

C. Kesalahan dalam query database

D. Overload sistem pada jam-jam sibuk

E. Incompatibilitas format data dari beberapa unit

Jawaban : A

15. Dalam evaluasi proyek pengembangan sistem pelayanan perizinan online di Kota S, ditemukan bahwa meskipun sistem telah berjalan lancar, waktu proses perizinan masih belum memenuhi target. Analisis menunjukkan bottleneck terjadi pada proses verifikasi dokumen. Solusi yang paling efektif untuk mengatasi masalah ini adalah:

A. Menambah jumlah staf verifikator dokumen 

B. Memperpanjang jam kerja tim verifikasi dokumen

C. Mengimplementasikan sistem verifikasi otomatis berbasis Al untuk dokumen standar

D. Menyederhanakan persyaratan dokumen untuk mengurangi beban verifikasi

E. Outsourcing proses verifikasi dokumen ke pihak ketiga

Jawaban : C

16. Dalam mengevaluasi efektivitas sistem informasi layanan terpadu, Tim Evaluasi Kinerja Pemerintah Daerah D menemukan bahwa meskipun waktu layanan telah membaik, tingkat kepuasan masyarakat tidak meningkat secara signifikan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa faktor utama penyebabnya adalah:

A. Kurangnya pelatihan staf dalam menggunakan sistem baru

B. Kompleksitas antarmuka pengguna sistem

C. Ketidakmampuan sistem dalam menangani kasus-kasus khusus

D. Ekspektasi masyarakat yang meningkat seiring perbaikan sistem

E. Ketidaksesuaian antara metrik kinerja sistem dan kebutuhan riil masyarakat

Jawaban : E

17. Pemerintah Kota X menghadapi masalah penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir. Sebagai Penata Layanan Operasional, pendekatan pemecahan masalah kreatif apa yang paling efektif untuk mengatasi situasi ini?

A. Membangun insinerator baru untuk membakar sampah

B. Menerapkan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat

C. Menutup tempat pembuangan dan membuka lokasi baru

D. Mengekspor sampah ke kota tetangga

E. Menggali lubang yang lebih dalam untuk menampung sampah

Jawaban : B

18. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ingin mengembangkan layanan berbasis teknologi untuk mempercepat proses pembuatan e-KTP. Inovasi teknologi apa yang paling tepat untuk diterapkan?

A. Sistem antrian online

B. Chatbot untuk menjawab pertanyaan umum

C. Aplikasi mobile untuk pembaruan data pribadi

D. Kios self-service untuk pengambilan e-KTP

E. Integrasi blockchain untuk keamanan data

Jawaban : C

19. Dalam upaya meningkatkan efisiensi pelayanan publik, Pemerintah Daerah Y ingin mengimplementasikan best practice dari negara lain. Berikut ini adalah contoh best practice yang paling relevan dan aplikatif untuk konteks Indonesia, kecuali:

A. E-government portal Singapura

B. Sistem manajemen kinerja pegawai negeri Jepang

C. Model pelayanan satu atap Korea Selatan

D. Sistem demokrasi langsung Swiss

E. Digitalisasi arsip nasional Estonia

Jawaban : C

20. Sebuah kota besar di Indonesia mengalami masalah kemacetan parah. Sebagai Penata Layanan Operasional, anda diminta untuk mengusulkan solusi inovatif berbasis teknologi. Manakah dari berikut ini yang paling efektif dan berkelanjutan?

A. Pembangunan jalan layang otomatis

B. Penerapan sistem transportasi pod personal

C. Implementasi sistem manajemen lalu lintas cerdas

D. Penggunaan drone untuk pengiriman barang

E. Pembatasan kendaraan bermotor dengan plat ganjil-genap

Jawaban : C

21. Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan di daerah terpencil, manakah dari inovasi berikut yang paling tepat untuk diimplementasikan?

A. Pembangunan rumah sakit mini di setiap desa

B. Pengiriman tim dokter keliling secara berkala

C. Implementasi sistem telemedicine dengan Al diagnostik

D. Pelatihan intensif untuk dukun beranak tradisional

E. Distribusi obat-obatan gratis melalui drone

Jawaban : C

22. Pemerintah Provinsi Z ingin menerapkan sistem smart city untuk meningkatkan efisiensi layanan perkotaan. Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan komponen kunci dalam implementasi smart city?

A. Jaringan sensor Internet of Things (IoT)

B. Platform analitik big data

C. Aplikasi mobile untuk layanan publik

D. Sistem keamanan siber yang canggih

E. Pembangunan gedung pencakar langit

Jawaban : E

23. Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan publik, manakah dari inovasi berikut yang paling efektif dan inklusif?

A. Survei online bulanan

B. Rapat umum tahunan di balai kota

C. Platform demokrasi digital dengan verifikasi blockchain

D. Kotak saran digital di setiap sudut kota

E. Referendum untuk setiap kebijakan baru

Jawaban : C

24. Sebuah kota menghadapi masalah pencemaran udara yang serius. Sebagai Penata Layanan Operasional, anda diminta untuk mengusulkan solusi inovatif yang menggabungkan teknologi dan kebijakan publik. Manakah dari berikut ini yang paling komprehensif?

A. Pemasangan filter udara raksasa di pusat kota 

B. Penerapan pajak karbon progresif berbasis lot

C. Pelarangan total kendaraan bermotor pribadi

D. Penanaman pohon dengan drone di seluruh kota

E. Relokasi industri ke luar kota

Jawaban : B

25. Dalam rangka meningkatkan efisiensi birokrasi, Pemerintah Daerah X ingin menerapkan sistem kecerdasan buatan (Al) dalam proses pengambilan keputusan. Apa tantangan etis terbesar yang harus diatasi dalam implementasi sistem ini?

A. Keamanan data pribadi warga

B. Potensi bias dalam algoritma Al

C. Ketergantungan pada teknologi asing

D. Hilangnya pekerjaan pegawai negeri

E. Tingginya biaya implementasi dan pemeliharaan

Jawaban :B

Selamat belajar dan memahami kumpulan contoh soal PPPK Teknis materi penata layanan operisional. (MG/TorikMuhammad)

Sumber: Tribun Padang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved