Kunci Jawaban

Soal dan Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 131 Kurikulum Merdeka

Soal dan kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 131 Kurikulum Merdeka membahas Aktivitas 21 peninggalan sejarah pengaruh kerajaan Islam.

Editor: Rizka Desri Yusfita
Freepik
Soal dan kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 131 Kurikulum Merdeka membahas Aktivitas 21 peninggalan sejarah pengaruh kerajaan Islam. 

TRIBUNPADANG.COM - Berikut soal dan kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 131 Kurikulum Merdeka.

Soal dan kunci jawaban IPS kelas 8 halaman 131 Kurikulum Merdeka membahas Aktivitas 21 peninggalan sejarah pengaruh kerajaan Islam.

Lembar Aktivitas 21: Aktivitas Kelompok

1. Bentuklah kelompok dengan anggota 4-5 orang!

2. Setiap kelompok membuat artikel yang mengulas peninggalan sejarah pengaruh kerajaan Islam di Indonesia!

3. Pilih salah satu topik di antara peninggalan berikut ini:

a. Masjid peninggalan yang berada di daerah tertentu
b. Tradisi yang berupa peninggalan dan pengaruh dari masa Islam masa itu
c. Makam-makam
d. Kesenian dan kebudayaan peninggalan masa Islam

4. Carilah informasi beserta gambar dari peninggalan tersebut di internet atau literatur lainnya dengan mencantumkan sumber perolehan data tersebut!

Baca juga: Kunci Jawaban IPS Kelas 8 Halaman 79 80, Kegiatan Ekonomi Berdasarkan dengan Karakteristik Wilayah

Berikut adalah pilihan topik yang telah dirangkum dari beberapa sumber.

Lihat kunci jawaban!

a. Topik Masjid peninggalan yang berada di daerah tertentu

Masjid Menara Kudus

Masjid ini menjadi salah satu bangunan masjid tua di Indonesia.

Dibangun oleh salah satu Wali Songo, yaitu Sunan kudus.

Lokasi Masjid Menara Kudus berada di Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Nama resmi Masjid Menara Kudus adalah Masjid Al-Aqsa Menarat Qudus.

Menara masjid ini cukup ikonik karena menyerupai bangunan candi dan melambangkan akulturasi budaya masa lalu.

Hingga saat ini, Masjid Menara Kudus masih aktif digunakan untuk beribadah umat Islam.

Selain itu masjid juga dibuka untuk peziarah ke makam Sunan Kudus.

b. Topik Tradisi yang berupa peninggalan dan pengaruh dari masa Islam masa itu

Upacara Adat Nyadran

Nyadran atau Sadranan adalah tradisi yang dilakukan oleh orang jawa yang dilakukan di bulan Sya’ban (Kalender Hijriyah) atau Ruwah (Kalender Jawa).

Tujuannya untuk mengucapkan rasa syukur yang dilakukan secara kolektif dengan mengunjungi makam atau kuburan leluhur yang ada di suatu kelurahan atau desa.

Nyadran dimaksudkan sebagai sarana mendoakan leluhur yang telah meninggal dunia, mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian.

Tradisi ini juga dijadikan sebagai sarana guna melestarikan budaya gotong royong dalam masyarakat.

Sekaligus upaya untuk dapat menjaga keharmonisan bertetangga melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama).

c. Topik Makam-makam

Makam Siti Fatimah Binti Maimun

Makam ini merupakan makam Islam tertua di Asia Tenggara yang menjadi tempat bersemayamnya pendakwah Islam yang bernama Siti Fatimah Binti Maimun.

Siti Fatimah binti Maimun atau dikenal juga dengan Dewi Retno Suari lahir pada tahun 1064 M.

Ia merupakan anak dari pasangan Syekh Maimun atau Sultan Mahmud Syah dari Iran dan Aminah dari Aceh.

Syekh Maimun merupakan sepupu dari Syekh Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik), karena itu Siti Fatimah Binti Maimun merupakan keponakan langsung dari Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Siti Fatimah datang ke Jawa dan akhirnya menetap di Desa Leran adalah untuk membantu menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa.

d. Topik Kesenian dan kebudayaan peninggalan masa Islam

Wayang

Wayang merupakan seni pementasan Indonesia yang memiliki keunikan dan berkembang pada masanya.

Pegelaran wayang sudah ada sejak zaman Hindu. Wayang semakin berkembang saat Islam di nusantara.

Wayang diketahui berasal dari kata 'Ma' dan 'Hyang' yang berarti 'berjalan menuju yang maha agung'.

Dipercayai bahwa asal mula wayang sudah ada sejak abad ke-15 sebelum masehi, sehingga wayang tersebut lahir dari nenek moyang suku Jawa.

Awalnya, wayang dimainkan untuk penyembahan nenek moyang dan upacara tradisi adat Jawa.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved