Kabupaten Solok Selatan
Hadiri Temu Kerja Nasional, Wabup Solok Selatan Bahas Langkah Konkret Penurunan Stunting
Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Solok Selatan,
Penulis: Ghaffar Ramdi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, SOLOK SELATAN - Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Solok Selatan, menghadiri acara Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting Nasional di Semarang, Kamis (27/6/2024).
Yulian Efi mengatakan bahwa kegiatan temu kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan dan koordinasi percepatan penurunan stunting antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pemangku kepentingan lain.
"Baik tingkat pemerintah provinsi maupun kabupaten berfungsi secara optimal dan merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021," katanya.
Ia menyebut, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah menargetkan prevalensi stunnting menjadi 14 persen tahun 2024.
"Melalui pencegahan dan penurunan stunting pada sasaran strategis ibu hamil dan anak berusia 0-23 bulan atau rumah tangga 1.000 HPK," ujar Yulian.
Baca juga: Nagari di Solok Selatan Wajib Terbuka, PPID Pemkab Dorong Transparansi Informasi
Yulian menyebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menurunkan prevalensi stunting Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen.
"Angka ini berhasil diturunkan menjadi 21.6 % pada tahun 2022 dan 21,5 % pada tahun 2023. Meski demikian, penurunan ini masih jauh dan target yang Ingin kita capai sehingga perlu kerja ekstra untuk mencapai target prevalensi stunting sebesar 14 % pada tahun 2024," terang Yulian.
Dalam kegiatan tersebut, Yuliam menuturkan, berdasarkan kutipan pidato Wakil Presiden menjelaskan arahan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program.
"Baik terkait capaian, pembelajaran maupun rekomendasi agar program yang sudah kita lakukan dapat berlanjut dan menjadi prioritas," tuturnya.
Arahan tersebut ditindaklanjuti dengan program Intervensi Serentak Pencegahan Stunting Program ini merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh Kementerian dan Lembaga, serta TPPS Daerah dari tingkat Provinsi hingga Desa.
Baca juga: Pemprov Sumbar Makin Fokus Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pariwisata Halal
"Melalui intervensi serentak ini tujuanya untuk meningkatkan cakupan layanan pengukuran dan deteksi dini masalah gizi, serta memberikan intervensi yang tepat sasaran dan efektif," pungkasnya. (*)
| Tak Lagi Macet Jalur Muara Labuh-Padang Aro, Bupati Solsel Resmikan Relokasi Pasar Baru Pekan Selasa |
|
|---|
| Solok Selatan Raih Penghargaan Kemendagri atas Keberhasilan Tekan Angka Pengangguran |
|
|---|
| Hari Otonomi Daerah 2026, Bupati Solok Selatan Tekankan Pentingnya Sinkronisasi Pusat-Daerah |
|
|---|
| Urai Kemacetan, Pemkab Solok Selatan Relokasi 226 Pedagang Pasar Pekan Selasa ke Lokasi Baru |
|
|---|
| Inovasi UP2K Solok Selatan, Ibu-Ibu Sulap Buah Nangka Jadi Rendang dan Abon |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Solok-Selatan-Yulian-Efi-dalam.jpg)