Kabupaten Pasaman
Pemkab Pasaman Gelar Rakor Kesiapan Pemilu 2024, Kapolres Sebut Ada 17 TPS Rawan
Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar rapat koordinasi lengkap yang dihadiri seluruh jajaran Pemkab Pasaman
Penulis: Ahmad Romi | Editor: Rahmadi
TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Pemerintah Kabupaten Pasaman menggelar rapat koordinasi lengkap yang dihadiri seluruh jajaran Pemkab Pasaman, mulai dari bupati hingga wali nagari. Rapat juga mengundang Forkopimda, kepala instansi vertikal, baik PT Pos, Telkom, PLN, KPU juga Bawaslu serta pihak terkait lainnya.
"Rakor ini diselenggarakan untuk menyamakan sudut pandang dalam rangka percepatan kegiatan tahun anggaran 2024, demi tercapainya program prioritas Kabupaten Pasaman. Disamping juga evaluasi kesiapan Pemilu serta langkah lanjutan penanganan pasca bencana alam yang terjadi di Kabupaten Pasaman,” kata Sabar AS di Lubuk Sikaping, Kamis (18/1/2024)
Dikatakan bupati, rapat koordinasi lengkap ini, merupakan tindak lanjut dari hasil rapat forkopimda Pasaman beberapa waktu lalu.
Dimana menurutnya ada agenda penting nasional yang akan dilaksanakan di tahun 2024 ini, yakni Pemilu serentak tanggal 14 Februari mendatang. Pemilu ini harus sukses tanpa kendala dan semua pihak harus terlibat aktif sesuai fungsi dan kapasitasnya masing-masing.
"Kita targetkan Pemilu di Pasaman berjalan sukses di setiap tahapannya," ujarnya.
Baca juga: Ketersediaan Pangan Awal Tahun di Pasaman Barat Tercukupi, Pemkab Terus Lakukan Pemantauan
Disamping itu, kendala yang ada di Pasaman adalah soal pendistribusian logistik pemilu, mengingat titik antar yang jauh dan beberapa titik lokasi merupakan daerah rawan bencana.
Disamping itu ada beberapa faktor teknis yang harus diantisipasi dari awal, seperti aliran listrik dan jaringan internet yang belum menjangkau seluruh TPS, serta perangkat pendukung elektronik lainnya yang belum memadai.
“Kepada Komisi Pemilihan Umum selaku pihak penyelenggara pemilu, kita minta untuk terus dilakukan sosialisasi dan edukasi politik ke masyarakat, agar angka partisipasi pemilih meningkat dari pemilu sebelumnya,” harapnya.
Ditambahkan, bahwa dari laporan pihak KPU Pasaman yang menyebut ada 177 TPS belum terjangkau akses internet dan sebagian lagi belum teraliri jaringan listrik PLN.
"Terdapat 940 TPS Reguler ditambah satu TPS khusus di Pasaman. Pemilih yang terdaftar di DPT sebanyak 218.568 orang dan ada kemungkinan muncul Daftar Pemilih Tambahan. Terhadap Daftar Pemilih Khusus, mereka yang tidak terdaftar di DPT, cukup membawa KTP di TPS tempat domisilinya," ungkapnya.
Baca juga: Tinjau Lokasi Bencana dari Pagi hingga Malam, Sabar AS: Kita Harus Hadir Saat Masyarakat Butuh
Sementara itu, Kapolres Pasaman, AKBP Yudho Huntoro dalam paparannya mengungkap terdapat daerah rawan pemilu di Pasaman.
Namun kerawanan di Pasaman bukan bentrok massa atau huru-hara, melainkan rawan soal titik lokasi TPS yang jauh dan sulit dijangkau.
"Terdata 17 TPS rawan di 4 kecamatan, masing-masing 5 TPS di Kecamatan Dua Koto, 3 TPS Kecamatan Rao Utara, 1 TPS Kecamatan Mapat Tunggul dan 8 TPS di Kecamatan MT Selatan," sebutnya.
Menurutnya, kondisi ini harus dihitung secara tepat, agar distribusi logistik tidak terkendala, mengingat beratnya medan yang akan dilewati.(*)
| Nenek Saudah Trauma Berat Usai Tolak Tambang Ilegal Pasaman, Keluarga Minta Tangkap Semua Pelaku |
|
|---|
| Terkendala AMDAL dan Izin Hutan, Jembatan Lanai Hilir-Batang Kundur di Pasaman Belum Dibangun |
|
|---|
| Usai Kunjungi Nenek Saudah, Andre Rosiade Serahkan 1.000 Paket Sembako di Pasaman |
|
|---|
| Antrean Solar Subsidi di Pasaman Lenyap Usai Razia Tambang Ilegal, Polisi Pastikan BBM Tepat Sasaran |
|
|---|
| Andre Rosiade Tegaskan Penertiban Tambang Ilegal di Sumbar Bukan Matikan Mata Pencaharian Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/di-Lubuk-Sikaping-Kamis-1812024swswsw.jpg)