Banjir di Pasaman
Banjir Bandang yang Landa Lubuk Sikaping Pasaman Terjadi Malam Hari, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Ketinggian banjir yang merendam ratusan rumah warga di Panapa, Nagari Durian Tinggi, Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat mencapai satu meter.
Penulis: Ahmad Romi | Editor: Fuadi Zikri
TRIBUNPADANG.COM, PASAMAN - Ketinggian banjir yang merendam ratusan rumah warga di Panapa, Nagari Durian Tinggi, Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat mencapai satu meter.
Banjir ini terjadi sejak Sabtu (2/12/2023) malam dan hingga pagi ini, Minggu (3/12/2023), banjir masih merendam sebagian rumah warga.
Tak hanya rumah, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum seperti pasar dan jalan-jalan nagari.
“Banjir tadi malam masuk ke rumah kami dan menggenangi halaman dan jalan di sekitar sini," kata salah seorang warga setempat, Altas Maulana, kepada TribunPadang.com, Minggu pagi.
Diketahui, banjir ini terjadi akibat luapan Batang (sungai) Panapa yang berdekatan dengan pemukiman penduduk.
Sungai itu mulai meluap sekitar pukul 20.30 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah setempat sejak Sabtu sore.
Altas bilang air perlahan-lahan naik dan sampai ke badan jalan dan puncaknya sekitar pukul 21.30 WIB.
Baca juga: Banjir Bandang di Lubuk Sikaping Pasaman, Ratusan Rumah Warga Terendam
"Air meluap hingga ke jalan dan masuk ke rumah warga," ujarnya.
Banjir diduga tak hanya karena hujan, namun juga disebabkan adanya potongan-potongan kayu yang menutupi aliran sungai di Jembatan Sungai Panapa.
Menurut Atlas, ini adalah banjir terparah yang pernah melanda daerah tempat tinggalnya.
"Potongan kayu begitu banyak. Kayu besar juga menutupi aliran air di bawah jembatan sehingga air meluap ke atas dan merendam rumah warga," kata Altas Maulana.
Soal dampak banjir, Kalaksa BPBD Pasaman, Alim Bazar mengatakan saat ini pihaknya tengah mendatanya di lapangan.
Selain itu, pihaknya bersama warga dan instansi lainnya bersama-sama membersihkan material yang dibawa banjir.
“Saat ini kita sudah di lokasi menunggu alat berat dari PUPR Kabupaten. Kita bersihkan dulu material lumpur dan kayu yang dibawa banjir, baru nantinya kita menyisir rumah warga yang terdampak,” sebutnya.
Pagi ini, kondisi jalan utama dekat Pasar Lubuk Sikaping masih belum bisa dilewati karena ketinggian air masih setinggi lutut orang dewasa.
________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Material-Kayu-Terlihat-Menutupi-Jalan-dan-Jembatan-Sungai-Panapa-di-Lubuk-Sikaping.jpg)