Lirik dan Terjemahan
Arti Lagu Alone Again Naturally – Gilbert O’Sullivan, Lirik: Alone Again, Naturally, Alone Again
Arti lagu Alone Again (Naturally) – Gilbert O’Sullivan menceritakan tentang seorang pria yang merasa sangat sedih dan sendirian.
Penulis: Rizka Desri | Editor: Rizka Desri Yusfita
TRIBUNPADANG.COM - Berikut arti lagu Alone Again (Naturally) – Gilbert O’Sullivan.
Arti lagu Alone Again (Naturally) – Gilbert O’Sullivan menceritakan tentang seorang pria yang merasa sangat sedih dan sendirian.
Dia berbicara tentang keinginannya untuk memanjat menara dan melompat untuk menunjukkan perasaannya kepada orang lain.
Baca juga: Arti Lagu Nothing’s New Rio Romeo, Lirik: Nothing’s New, Nothing’s New, Nothing’s New, Nothing’s New
Selengkapnya Alone Again (Naturally) lirik terjemahan:
[Verse 1]
Oh, in a little while from now
Oh, sebentar lagi dari sekarang
If I’m not feeling any less sour
Jika rasa masamku tidak berkurang
I promised myself to treat myself
Aku berjanji pada diri sendiri untuk memperlakukan diriku sendiri
And visit a nearby tower
Dan kunjungi menara terdekat
And climbing to the top
Dan mendaki ke puncak
Will throw myself off
Akan membuang diriku sendiri
In an effort to make it clear to whoever
Dalam upaya untuk memperjelas kepada siapa pun
What it’s like when you’re shattered
Bagaimana rasanya ketika dirimu hancur
Left standing in the lurch, at a church
Dibiarkan berdiri dalam kesulitan, di sebuah gereja
Where people saying
Dimana kata orang
“My God that’s tough, she stood him up
“Ya Tuhan, itu sulit, dia menahannya
No point in us remaining
Tidak ada gunanya kita tersisa
We may as well go home”
Sebaiknya kita pulang”
As I did on my own
Seperti yang aku lakukan sendiri
[Refrain]
Alone again, naturally
Sendirian lagi, tentu saja
[Verse 2]
To think that only yesterday
Memikirkan itu baru kemarin
I was cheerful, bright and gay
Aku ceria, cerdas, dan gay
Looking forward to, well who wouldn’t do
Menantikannya, siapa yang tidak mau melakukannya
The role I was about to play
Peran yang akan aku mainkan
But as if to knock me down
Tapi seolah ingin menjatuhkanku
Reality came around
Kenyataan muncul
And without so much as a mere touch
Dan tanpa sentuhan belaka
Cut me into little pieces
Potong aku menjadi potongan-potongan kecil
Leaving me to doubt
Membiarkanku ragu
Talk about God in His mercy
Bicara tentang Tuhan dalam rahmat-Nya
For if He really does exist
Karena jika Dia benar-benar ada
Why did He desert me
Mengapa Dia meninggalkanku
In my hour of need?
Di saat aku membutuhkan?
I truly am indeed
Aku benar-benar membutuhkan (Tuhan)
[Refrain]
Alone again, naturally
Sendirian lagi, tentu saja
[Bridge]
It seems to me that
Menurutku begitu
There are more hearts
Ada lebih banyak hati
Broken in the world
Rusak di dunia
That can’t be mended
Yang tidak bisa diperbaiki
Left unattended
Dibiarkan tanpa pengawasan
What do we do?
What do we do?
Apa yang kita lakukan?
[Classical Guitar Solo]
[Refrain]
Alone again, naturally
Sendirian lagi, tentu saja
[Verse 3]
Now looking back over the years
Sekarang melihat ke belakang selama bertahun-tahun
And what ever else that appears
Dan apa pun yang muncul
I remember I cried when my father died
Aku ingat aku menangis saat ayahku meninggal
Never wishing to hide the tears
Tidak pernah ingin menyembunyikan air mata
And at sixty-five years old
Dan pada usia enam puluh lima tahun
My mother, God rest her soul
Ibuku, Tuhan istirahatkan jiwanya
Couldn’t understand, why the only man
Tidak habis pikir, kenapa hanya laki-laki saja
She had ever loved had been taken
Dia yang pernah dicintainya telah diambil
Leaving her to start with a heart
Membiarkannya memulai dengan hati
So badly broken
Sangat hancur
Despite encouragement from me
Meskipun ada dorongan dariku
No words were ever spoken
Tidak ada kata-kata yang pernah terucap
And when she passed away
Dan ketika dia meninggal
I cried and cried all day
Aku menangis dan menangis sepanjang hari
[Refrain]
Alone again, naturally
Alone again, naturally
Sendirian lagi, tentu saja
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Arti-lagu-one-only-Pamungkas.jpg)