BERITA POPULER SUMBAR
BERITA POPULER SUMBAR: Orang Hilang di Danau Maninjau dan Pencuri Sapi Ditangkap di Payakumbuh
Berita populer Sumbar orang hilang di Danau Maninjau dan pencuri sapi ditangkap di Payakumbuh.
TRIBUNPADANG.COM - Inilah berita populer Sumbar selama 24 jam terakhir tayang di TribunPadang.com.
Ada berita tentang orang hilang di Danau Maninjau dan pencuri sapi ditangkap di Payakumbuh.
Simak berita selengkapnya:
1. Kronologi Pria Hilang di Danau Maninjau, Korban Sempat Pamit kepada Kakaknya Ingin Tangkap Ikan
Kronologi hilangnya seorang pria yang diduga tenggelam di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).
Kapolsek Tanjung Raya, Iptu Muzakar, mengatakan korban bernama Andri Rivandi (27) seorang nelayan yang beralamat di Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Bayur, Kecamatan Tanjung Raya.
Korban diduga hilang tenggelam di tengah Danau Maninjau saat menangkap ikan pada daerah Maransi, Jorong Gasang, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya.
"Kita menerima informasi pada hari ini pukul 10.00 WIB adanya seorang nelayan hilang pada saat menangkap ikan di Danau Maninjau," kata Iptu Muzakar, Minggu (24/9/2023).
Baca juga: Kronologi Pria Hilang di Danau Maninjau, Korban Sempat Pamit kepada Kakaknya Ingin Tangkap Ikan
Awalnya korban meninggalkan rumah menangkap ikan pantau di tengah Danau Maninjau pada Sabtu (23/9/2023) pukul 23.30 WIB.
Korban pergi menangkap ikan menggunakan perahu.
"Korban sempat berpamitan kepada kakaknya sebelum berangkat menangkap ikan di Danau Maninjau," ujarnya.
Iptu Muzakar menyebutkan korban tidak kunjung pulang, sehingga membuat pihak keluarga merasa khawatir.
Korban dinyatakan hilang setelah adanya warga bernama Arifin (32) dan Billy (37), melihat perahu korban pada saat sedang bekerja di keramba apung.
"Perahu korban ini terombang-ambing di tengah Danau Maninjau. Diperkirakan berjarak 50 meter dari keramba tempat saksi bekerja," ujarnya.
Baca juga: Warga Temukan Jaket dan Perahu Dekat Keramba di Maransi Danau Maninjau, Petugas Sisir Lokasi
Melihat hal tersebut, kedua warga mendekati perahu korban dan mencari keberadaan penumpangnya.
"Setelah 30 menit mencari, dan korban tidak ditemukan. Barulah kejadian ini dilaporkan ke warga sekitar, serta ke pihak kepolisian," katanya.
Iptu Muzakar mendapatkan informasi bahwa pekerjaan korban sehari-hari mencari ikan pantau untuk dijual.
Juli 2023 Juga Ditemukan Orang Tenggelam
Akhir Juli 2023 lalu, seorang pria juga ditemukan tewas di Danau Maninjau, Sumatera Barat.
Korban yang diketahui bernama Harmes (23) itu ditemukan di Muaro Pisang, Jorong Pasar, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam pada Senin (31/7/2023).
"Korban sedang ada kegiatan workshop dengan komunitasnya, kegiatan itu digelar di penginapan sekitar Danau Maninjau, total anggotanya ada 31 orang termasuk korban," kata Kapolsek Tanjung Raya, Iptu Muzakkar kala itu kepada TribunPadang.com, Selasa (1/8/2023).
Baca juga: Pergi Cari Ikan Malam Hari di Danau Maninjau Andri Tak Kunjung Pulang, Warga Temukan Perahu Jaket
Muzakkar menyampaikan, korban datang ke Maninjau pada Sabtu (29/7/2023) bersama rombongan komunitasnya. Mereka menyewa enam unit kamar di penginapan yang ada di Muaro Pisang, Maninjau.
"Rombongan ini melakukan banyak aktivitas, mulai dari senam bersama main game hingga kegiatan lainnya," tutur Muzakkar melalui jaringan seluler.
Lalu, sehabis bermain ini, kata Muzakkar, sebagian rombongan memutuskan untuk bermain ke tengah danau, dan mereka meminjam peralatan berupa benen apung dan perahu ke pemilik penginapan.
"Pemilik penginapan sudah mengingatkan, bagi yang tidak bisa berenang jangan bermain hingga ke perahu atau benen di Danau Maninjau, nanti tenggelam," terang Muzakkar.
Kendati demikian, rombongan itu menyampaikan jika mereka semua pandai berenang. Akhirnya mereka lanjut bermain dengan perahu lalu selesai sekira pukul 15.30 sore, Minggu (30/7/2023).
"Sekira pukul 15.30 ini, rombongan itu melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke rumahnya masing-masing, sebab acara mereka telah selesai," ungkap Muzakkar.
Baca juga: VIRAL Air Danau Maninjau Berubah Warna Jadi Hijau, Ternyata Bukan Perkara Belerang
Rombongan Tak Sadar Korban Hilang
"Korban dan rombongannya berkegiatan dari malam hingga pagi, ada banyak kegiatan yang mereka lakukan, tapi rombongan tak sadar jika korban ini sudah hilang," tuturnya.
Awal mula dugaan hilangnya korban, kata Muzakkar, bermula saat makan siang, ketika korban tidak ditemukan ada di sekitar rombongan tersebut.
Namun, hilangnya korban ini menurut Muzakkar, tak terlalu dihiraukan oleh rombongan tersebut. Sebab, mereka tak mencari korban dengan teliti di sekitar Danau Maninjau.
"Saat bermain di tepi danau, korban masih ikut. Tapi ketika makan siang, korban telah hilang. Teman-temannya yang lain mengira korban ada kegiatan lain," terang Muzakkar.
Bahkan, hilangnya korban saat jadwal makan siang itu, kata Muzakkar, tidak dilaporkan ke pihak penginapan di Danau Maninjau.
"Laporan masuk ke pihak penginapan malah saat rombongan telah sampai di rumah masing-masing (Senin 31/7/2023). Hal ini juga didasari dari informasi yang diberikan oleh orang penginapan," jelas Muzakkar.
Pihak Penginapan Temukan Sepatu Korban
Senin (31/7/2023) pagi, pihak penginapan menemukan sepatu milik korban yang berada di sebuah batu di tepi Danau Maninjau dekat penginapan.
Pihak penginapan langsung menghubungi rombongan korban, selanjutnya mereka memang mengakui jika itu adalah sepatu milik korban.
"Hingga pagi Senin itu, rombongan belum sadar kalau korban ini telah tenggelam di danau. Mereka mengira sepatu itu saja yang ketinggalan, tapi korban ikut dengan mereka pulang," tutur Muzakkar.
Beberapa jam selepas ditemukannya sepatu ini, kata Muzakkar, rombongan tersebut baru sadar jika korban tidak ikut bersama mereka untuk pulang, tapi telah hilang di Danau Maninjau.
"Atas kejadian ini, pihak penginapan meminta rombongan untuk lapor ke kami (polisi) saja. Lalu, kami evakuasi dan cari di lapangan hari itu juga, korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa," pungkas Muzakkar.
Sekadar info, polisi tidak menemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Polisi menduga, korban meninggal dunia akibat tenggelam, bukan karena tindak kriminal.
Mahasiswa UIN Bukittinggi
Kabar penemuan korban di Danau Maninjau viral di Media sosial. Sejumlah pengguna Instagram mengatakan seorang mahasiswa KKN dari UIN tenggelam di Danau Maninjau.
Ternya korban merupakan mahasiswa UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi (UIN Bukittinggi).
"Memang benar (korban) mahasiswa UIN Bukittinggi," kata Humas UIN Bukittinggi, Fitrianto, saat dikonfirmasi TribunPadang.com, Selasa siang.
Fitrianto menyebut korban merupakan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi.
Namun Fitrianto membantah kalau korban tengah mengikuti KKN di sana. Ia menyebut korban semester kemarin cuti.
Baca juga: Pencuri Beraksi di 16 Lokasi, Sasar Ternak Warga di Payakumbuh, 50 Kota hingga Tanah Datar dan Agam
2. Pencuri Sapi & Itik Lintas Kabupaten di 16 Lokasi Ditangkap di Payakumbuh, Penadah Diciduk di Padang
Aksi pencurian ternak membuat resah warga Kota Payakumbuh dan sekitarnya sepekan terakhir.
Pasalnya, pelaku beraksi di lokasi yang berbeda. Akibatnya, banyak warga melaporkan kepada polisi jika ternak mereka telah hilang dicuri.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPadang.com, pencurian ternak tersebut tidak hanya dilakukan pelaku di Kota Payakumbuh saja.
Namun, juga telah dilakukan oleh pelaku di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam hingga Tanah Datar.
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh AKP Elvis Susilo mengatakan, pelaku telah ditangkap oleh polisi pada Jumat (22/9/2023), total sementara berjumlah empat orang.
"Sejak masuk laporan ke polisi sepekan terakhir, kami telah mulai melakukan pengembangan dan penyidikan, akhirnya didapat empat orang tersangka," kata Elvis kepada TribunPadang.com, Minggu (24/9/2023).
Empat tersangka yang ditangkap tersebut, kata Elvis, masing-masing berinisial E (38), F (32), Y (46) dan B (60).
Mereka diamankan di lokasi yang berbeda.
"Mereka semua berbagi peran, ada yang sebagai pencuri dan penadahnya. Kami tangkap di lokasi berbeda, bermula dengan tersangka E dan F di Kota Payakumbuh," ungkap Elvis.
Seusai ditangkapnya dua tersangka, polisi melakukan interogasi untuk menyelidiki tersangka lainnya.
Akhirnya, kata Elvis, didapatlah dua nama lainnya yang bertugas sebagai penadah dan pemotong daging hasil curian.
"Y dan B ini sebagai penadah dan pemotong, kami tangkap di Kota Padang dibantu oleh Tim Klewang. Lokasi penangkapan ini di Marapalam Raya," tutur Elvis.
Berdasarkan keterangan dari para tersangka, menurut Elvis, aksi pencurian ini telah dilakukan lebih dari 16 lokasi yang berbeda.
Ternak warga yang dicuri ini, dipotong oleh para pelaku dan dijual kembali sebagai sumber ekonomi pemasukannya.
"Saat ditangkap, polisi juga mengamankan mobil Avanza yang diduga digunakan pelaku untuk mengangkut ternak curian. Lalu, karung dan senjata berupa pisau hingga kapak," pungkas Elvis.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Proses-pencarian-warga-diduga-hilang-tenggelam-di-tengah-Danau-Maninjau.jpg)