Berita Populer Sumbar
POPULER SUMBAR: Kapal Barang Hilang Kontak di Pesisir Selatan dan 20 Titik Panas Teramati di Sumbar
Berita populer Sumbar hari ini, ada berita tentang kapal pengangkut barang hilang kontak di Pesisir Selatan dan 20 titik panas teramati di Sumatera ..
TRIBUNPADANG.COM - Berikut ini Berita Populer Sumbar yang telah tayang selama 24 jam terakhir di TribunPadang.com.
Ada berita tentang kapal pengangkut barang hilang kontak di Pesisir Selatan dan 20 titik panas teramati di Sumatera Barat.
Berikut lengkapnya berita populer Sumbar hari ini:
1. Kapal Pengangkut Barang Dilaporkan Hilang Kontak di Kabupaten Pesisir Selatan
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, menerima informasi adanya kapal hilang kontak di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (14/9/2023).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa telah diterima laporan adanya kapal hilang kontak pukul 11.15 WIB.
"Laporan ini diterima dari petugas BPBD Kabupaten Pesisir Selatan adanya kapal hilang kontak," kata Abdul Malik.
Ia mengatakan, kapal jenis kompong pengangkut barang ini hilang sekitar pukul 07.00 WIB.
Kata dia, di atas kapal ini terdapat dua orang penumpang yang bernama Tedi Harianto (42) dan Reno (31).
"Informasi sementara, ada dua kapal pengangkut barang berangkat dari Muara Batang Kapas menuju Pulau Karabak Kecil pada pukul 07.00 WIB," katanya.
Abdul Malik menyebutkan sesampai di Pulau Karabak Kecil, hanya satu unit kapal yang sampai.
"Sedangkan satu unit kapal lainnya belum kembali sampai saat ini," kata Abdul Malik.
2. Sebanyak 20 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera Barat Hari Ini, Paling Banyak di Pesisir Selatan
Sebanyak 20 titik panas atau hot spot terpantau di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) hari ini Kamis (14/9/2023). Terbanyak ada di Kabupaten Pesisir Selatan.
Sebagaimana diketahui, jarang pandang menurun akibat kabut asap di wilayah Sumbar khususnya kota Padang.
Kabut asap masih teramati secara vertikal terutama malam hingga dini hari, dan membaik saat pagi hingga siang hari.
Hal tersebut disampaikan oleh Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Edolatama Febrinal menjawab TribunPadang.com, Kamis (14/9/2023).
Ia mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan update 14 September 2023 terdapat peningkatan konsentrasi PM2.5 menjadi rata-rata 27 (kategori sedang) dan PM10 menjadi rata-rata 31 (kategori baik) yang teramati di Stasiun GAW Koto Tabang.
Edolatama menjelaskan, penyebab sebaran asap masih disebabkan oleh titik api (hotspot). di provinsi tetangga sebelah selatan Sumbar.
Selain itu, di Sumbar juga masih terdapat titik api di beberapa wilayah. Dari pantauan satelit (NASA_SNPP) hingga 14 September 2023, lanjut dia, terdapat 20 titik api di wilayah Sumbar.
20 titik api itu tersebar di beberapa kabupaten/ kota yakni di Pesisir Selatan, Sijunjung, dan Kabupaten Solok dengan tingkat kepercayaan sedang.
Ia merincikan, titik api terbanyak ada di Kabupaten Pesisir Selatan dengan jumlah 16 titik, lalu di Kabupaten Sijunjung ada 2 titik dan Kabupaten Solok sebanyak 2 titik.
"Untuk arah angin pada ketinggian 500, 850, 1000, 1500, dan 3000, angin berasal dari Tenggara, sementara pada ketinggian 5000, angin berasal dari timur," pungkas dia.
Diketahui sebelumnya, kabut asap menyelimuti Sumbar, termasuk Kota Padang lebih dari 10 hari yang lalu.
________________
Baca berita TribunPadang.com terbaru di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/padang/foto/bank/originals/Kabut-asap-yang-menyelimuti.jpg)